Peneliti UI Konsisten Kejar Standar Kualitas Publikasi Dunia

Fabiola Febrinastri

Rabu, 14 November 2018 | 08:43 WIB
Peneliti UI Konsisten Kejar Standar Kualitas Publikasi Dunia
Ilustrasi pendidikan (Shutterstock)

Suara.com - Perbedaan penilaian pemeringkatan perguruan tinggi di Indonesia berdasarkan versi dunia, dengan yang dilakukan Kementrian Riset dan Pendidikan Tinggi (Dikti), tetap membuat para peneliti di Universitas Indonesia (UI) berkarya. Mereka tetap menorehkan nama mereka di jurnal-jurnal internasional untuk terus menaikan posisi Indonesia di ranking universitas dunia.

Wakil Dekan Bidang Akademi, Riset, dan Kemahasiswaan Fakultas Ilmu Budaya (UI), Manneke Budiman, menanggapi perbedaan pemeringkatan dengan santai.

“Akhirnya (saat ini), kami tidak terlalu fokus dengan peringkat apapun yang dibuat Dikti, karena bagi kami yang penting bekerja yang sebaik-baiknya. Pengakuan datang sendiri dan itu terbukti dari beberapa rangking internasional yang utama. Itu memang klop. Kami adalah yang di atas,” ujarnya.

Menurut Manneke, pernyataannya itu tidak dimaksudkan untuk mengatakan bahwa UI lebih baik dari ITB, UGM, dan universitas papan atas lainnya di Indonesia. Namun persoalan yang muncul dan menjadi ruwet, karena penilaian sistem ranking yang dibuat Dikti berbeda dengan parameter lembaga pemeringkatan universitas kelas internasional.

“Dengan standar ranking yang mereka pakai, maka hasilnya pun beda,” tutur peneliti bidang budaya yang sudah menghasilkan banyak karya ilmiah terkait budaya Indonesia.

Namun baginya, hal itu tidak masalah.

Manneke memaparkan, saat ini UI konsisten mengejar standar kualitas dan kuantitas publikasi internasional berdasarkan QS Time Higher Education (THE) dan Scopus. Pada papan penilaian THE, Universitas Indonesia menduduki posisi 601-800 ranking universitas terbaik dunia.

Pada QS World University Ranking, UI ada di peringkat 292 dunia dan 57 universitas terbaik di benua Asia dan nomor satu di Indonesia. Pemeringkatan THE didasarkan pada penilaian 13 indikator kinerja mendasari lima metrik, yakni penelitian, pengajaran, pengaruh penelitian, pendapatan industri dan international outlook.

Sementara Dikti merilis Hasil Klasterisasi Perguruan Tinggi Non Vokasi pada Agustus 2018 dan menempatkan UI pada ranking keempat di bawah ITB, UGM dan IPB.

“(Pemeringkatan Dikti) berpengaruh, karena ada perasaan yang memang kemudian sangat subjektif dari kamiTapi itu bisa terobati oleh ranking internasional yang kami dapat,” tutur peraih Doktor Filosofi Asian Studies dari University of British Columbia, Kanada.

Menurut Manneke, UI selalu berusaha mencapai target publikasi ilmiah, terutama untuk jurnal-jurnal internasional.

“Tiap tahun paling tidak sampai 2500, 2800. Makin lama 3 ribu jurnal. Tapi tidak terlalu dipikirkan cara mencapai itu bagaimana,” kata Manneke.

Dana hibah Dikti yang didapat UI sebagai perguruan tinggi nomor satu versi internasional tidak sebanding dengan prestasinya.

Menyikapi kondisi tersebut, Wakil Rektor III Bidang Riset dan Inovasi UI, Rosari Saleh, menyatakan, pihaknya akan tetap berkarya.

“Saat ini, kita tetap concern dengan ranking dunia. Bagaimana membawa Indonesia di ranking internasional,” ujar Rosari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bulog 58 Tahun Tumbuh dan Tangguh Sebagai Pilar Utama Capaian Swasembada: Peneliti UI Apresiasi

Bulog 58 Tahun Tumbuh dan Tangguh Sebagai Pilar Utama Capaian Swasembada: Peneliti UI Apresiasi

Bisnis | Sabtu, 10 Mei 2025 | 14:28 WIB

Terkini

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:03 WIB

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Bogor | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Jakarta | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:36 WIB

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Bali | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:09 WIB

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:59 WIB

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:40 WIB

×