UI Luncurkan Warung Ilmiah Lapangan sebagai Informasi bagi Petani

Fabiola Febrinastri

Selasa, 04 Desember 2018 | 18:00 WIB
UI Luncurkan Warung Ilmiah Lapangan sebagai Informasi bagi Petani
Ilustrasi petani menggiling padi saat panen di area persawahan Karangpandan, Karanganyar, Jawa Tengah. (Antara)

Suara.com - Perubahan iklim bagi pertanian, seperti naiknya suhu minimum di malam hari, keragaman pola pergantian musim, dan kemungkinan terjadinya peristiwa iklim ekstrem, membuat petani tidak lagi dapat menggantungkan diri pada pengetahuan tradisional dan pengetahuan empiris. Menanggapi hal itu, inovasi pembelajaran petani menghadapi konsekuensi perubahan iklim telah diperkenalkan sejak 2008, di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, pada 2009 di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pada 2014 di Kabupaten Lombok Timur, Nusatenggara Barat, dan pada 2018 di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Dalam kurun waktu satu dasawarsa tersebut, antropolog dari Pusat Kajian Antropologi, Departemen Antropologi, FISIP Universitas Indonesia, menjalin kerja sama melalui pendekatan lintas-disiplin dengan pakar agrometeorologi, dan trans-disiplin dengan petani dalam menumbuhkembangkan program pembelajaran agrometeorologi dalam arena Warung Ilmiah Lapangan (WIL, Science Field Shops, SFSs).

Metode belajar secara berkesinambungan dengan petani sebagai peneliti  dan berbagai pihak merupakan pendekatan utama.

Ada tujuh jasa layanan iklim (seven climate services) yang diperkenalkan dan dikembangkan dalam arena belajar itu, yakni 1) mengukur curah hujan setiap hari; 2) mengamati dan mendokumentasikan kondisi agroekosistem lahan pertanian; 3) mengevaluasi hasil panen; 4) mengelola kegiatan WIL oleh petani sendiri; 5) menyebarluaskan skenario musiman untuk tiga bulan ke depan yang diperbaharui setiap bulan; 6) menyajikan pengetahuan baru yang dibutuhkan petani sesuai dengan kondisi di lahannya; dan 7) melaksanakan eksperimen “sama-sama menang” (win-win solution) di lahan petani.

Berbagai aktivitas petani dalam melaksanakan ketujuh jasa layanan iklim itu telah didokumentasikan melalui beragam kegiatan dan media, baik oleh ilmuwan maupun petani sendiri. Data curah hujan dan agroekosistem yang dihimpun petani, yang tergabung dalam Asosiasi Pengukur Curah Hujan, dalam kurun waktu beberapa tahun merupakan “harta kekayaan tidak ternilai” bagi petani.

Petani mengembangkan kemampuan analisis, antisipasi, dan pengambilan keputusan tentang strategi budi daya tanaman yang lebih jitu dan tanggap dalam menghadapi kondisi iklim tertentu. Petani pengukur curah hujan menganggap, dokumentasi yang dicatatnya merupakan sumber pengetahuan yang amat bermakna sebagai sumber rujukan bagi pengembangan kegiatan bercocok tanam yang lebih tangguh. 

Pengalaman petani itu didokumentasikan secara seksama, tersistematisasi, dan sekaligus dapat menginspirasi petani lainnya di Indonesia, akademisi, praktisi, berbagai pihak, dan warga masyarakat luas. Untuk itu, Website Warung Ilmiah Lapangan (Science Field Shops-https://wil.ui.ac.id) dan Sistem Informasi Data Agrometeorologi Petani telah disiapkan oleh Tim Warung Ilmiah Lapangan Universitas Indonesia, bekerja sama dengan Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis Universitas Indonesia, menyajikan beragam kegiatan petani, termasuk aplikasi data curah hujan dan agroekosistem yang memungkinkan petani mengunggah dan mengunduh data yang dihimpunnya sendiri.

Peluncuran web dan aplikasi ini dilakukan di Kampus Universitas Indonesia, Depok, Selasa (4/12/2018).

Data-data petani dan hasil olahannya tersebut dapat menjadi rujukan bagi petani bersangkutan dalam menentukan strategi antisipasi cocok tanam yang jitu di tengah ketidakteraturan datangnya musim hujan, ancaman peristiwa iklim ekstrem, dan kemungkinan serangan hama.

Petani pengukur curah hujan dan akademisi Universitas Indonesia berharap, website dan aplikasi ini dapat bermanfaat bagi berbagai pihak. Fasilitas yang dikembangkan oleh Universitas Indonesia ini merupakan sarana berbagi hasil pembelajaran inter dan trans disiplin sebagai bentuk pelaksanaan tridharma perguruan tinggi civitas akademik UI dalam menanggapi persoalan yang dihadapi oleh khalayak luas, khususnya para petani Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kemarau Salah, Hujan Salah: Menguji Tata Kelola Lingkungan di Indonesia

Kemarau Salah, Hujan Salah: Menguji Tata Kelola Lingkungan di Indonesia

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 16:17 WIB

Menko PMK Sugiono Apresiasi Kinerja Satgas PRR dan Tekankan Mitigasi Perubahan Iklim

Menko PMK Sugiono Apresiasi Kinerja Satgas PRR dan Tekankan Mitigasi Perubahan Iklim

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 20:18 WIB

AI hingga Perubahan Iklim Masuk Agenda Prioritas HAM Nasional 2026

AI hingga Perubahan Iklim Masuk Agenda Prioritas HAM Nasional 2026

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:09 WIB

Perubahan Iklim Ancam Kehidupan, Generasi Muda Punya Peran Besar Selamatkan Masa Depan

Perubahan Iklim Ancam Kehidupan, Generasi Muda Punya Peran Besar Selamatkan Masa Depan

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:18 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Teknologi Mikroalga Diklaim Serap Karbon Setara 110 Pohon, Bagaimana Cara Kerjanya?

Teknologi Mikroalga Diklaim Serap Karbon Setara 110 Pohon, Bagaimana Cara Kerjanya?

Lifestyle | Senin, 12 Oktober 2026 | 14:14 WIB

Perubahan Iklim Bisa Bikin Penyakit yang Ditularkan Nyamuk Makin Sulit Dikendalikan

Perubahan Iklim Bisa Bikin Penyakit yang Ditularkan Nyamuk Makin Sulit Dikendalikan

Health | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:12 WIB

Bencana Semakin Intens, Bagaimana Negara Cegah Krisis Pangan?

Bencana Semakin Intens, Bagaimana Negara Cegah Krisis Pangan?

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 12:45 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Studi Ungkap Emosi soal Perubahan Iklim Tak Otomatis Ubah Perilaku, Mengapa?

Studi Ungkap Emosi soal Perubahan Iklim Tak Otomatis Ubah Perilaku, Mengapa?

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 13:30 WIB

Terkini

Klaim Tak Tahu soal Mahasiswa Palsu, Raffi Ahmad Disentil Sarah Sechan: Itu Namanya Integritas!

Klaim Tak Tahu soal Mahasiswa Palsu, Raffi Ahmad Disentil Sarah Sechan: Itu Namanya Integritas!

Entertainment | Senin, 02 November 2026 | 21:39 WIB

Pabrik Sepatu PT PWI 1 di Serang Bakal Pindah ke Jateng, Ini Dugaan Penyebabnya

Pabrik Sepatu PT PWI 1 di Serang Bakal Pindah ke Jateng, Ini Dugaan Penyebabnya

Banten | Senin, 02 November 2026 | 21:38 WIB

KPAI Minta Kompolnas dan Propam Usut Kelalaian Penggeledahan Ponpes di Sukoharjo

KPAI Minta Kompolnas dan Propam Usut Kelalaian Penggeledahan Ponpes di Sukoharjo

News | Senin, 02 November 2026 | 21:35 WIB

Agar Hasil Tangkapan Nelayan Tak Cepat Rusak, Energi Bersih Mulai Dilirik untuk Desa Pesisir

Agar Hasil Tangkapan Nelayan Tak Cepat Rusak, Energi Bersih Mulai Dilirik untuk Desa Pesisir

News | Senin, 02 November 2026 | 21:32 WIB

Polisi Kedapatan Pakai Vape di Bogor Bisa Dilaporkan, Ini Cara Aduannya

Polisi Kedapatan Pakai Vape di Bogor Bisa Dilaporkan, Ini Cara Aduannya

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 21:31 WIB

Malaysia Masih Belum Terima Timnas Indonesia Juara di FIFA ASEAN Cup 2026, FAM Kembali Desak FIFA

Malaysia Masih Belum Terima Timnas Indonesia Juara di FIFA ASEAN Cup 2026, FAM Kembali Desak FIFA

Bola | Senin, 02 November 2026 | 21:31 WIB

Hadirkan Beautiful Nightmare,  Saloka at Night Gelar Pesta Piyama Halloween Berhadiah Menarik

Hadirkan Beautiful Nightmare, Saloka at Night Gelar Pesta Piyama Halloween Berhadiah Menarik

Jawa Tengah | Senin, 02 November 2026 | 21:26 WIB

Bisakah Gibran Segera Dilengserkan?

Bisakah Gibran Segera Dilengserkan?

News | Senin, 02 November 2026 | 21:20 WIB

Tanpa Waktu Istirahat, Maung Bandung Langsung Alihkan Fokus ke Markas Melbourne Victory

Tanpa Waktu Istirahat, Maung Bandung Langsung Alihkan Fokus ke Markas Melbourne Victory

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 21:19 WIB

Diiming-imingi Bonus Rp620 Juta, WNI Direkrut Jadi Tentara Bayaran Rusia

Diiming-imingi Bonus Rp620 Juta, WNI Direkrut Jadi Tentara Bayaran Rusia

News | Senin, 02 November 2026 | 21:17 WIB

×