Semua Anak Bisa Jadi Hebat, Digitalisasi Sekolah Hadir di Papua

Vania Rossa
Semua Anak Bisa Jadi Hebat, Digitalisasi Sekolah Hadir di Papua
Kemendikbud Hadirkan Digitalisasi Sekolah di Papua. (Biro Komunikasi Kemendikbud)

Seiring dengan perkembangan teknologi, Kemendikbud menghadirkan program digitalisasi sekolah di Provinsi Papua.

Suara.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus berupaya melakukan pemerataan pendidikan yang berkualitas di tanah air. Seiring dengan perkembangan teknologi, Kemendikbud menghadirkan program digitalisasi sekolah di Provinsi Papua. Program digitalisasi sekolah di Papua di mulai di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya.

Dalam kunjungan kerjanya di Wamena, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy secara simbolis memberikan bantuan berupa komputer tablet dan peralatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk memudahkan guru dan siswa mengakses berbagai sumber belajar digital.

"Saya ingin, Kabupaten Jayawijaya, khususnya kota Wamena, menjadi ujicoba program digitalisasi sekolah. Oleh karena itu, tadi secara simbolik telah diserahkan gadget kepada kepala-kepala sekolah. Selain gadget, nanti ada PC server, internet, dan infokus," disampaikan Mendikbud Muhadjir Effendy di SMPN 2 Wamena, pada Selasa (15/10/2019).

"Gadget ini diberikan kepada sekolah untuk dipakai oleh siswa tetapi tidak boleh dibawa pulang, hanya dipakai selama waktu belajar di sekolah," imbuhnya.

Melalui digitalisasi sekolah, Mendikbud berharap, tahun depan para peserta didik bisa memanfaatkan platform yang disediakan Kemendikbud yaitu portal rumah belajar sebagai sumber belajarnya. "Di Kemendikbud ada portal namanya rumah belajar. Di situ bahan-bahan pelajaran semua sudah lengkap. Anak-anak dibimbing oleh guru bagaimana cara mendapatkan bahan pelajaran itu. Jadi tidak semuanya dari buku, sebagian besar pelajaran didapatkan dari portal yang disediakan Kemendikbud," ujar Mendikbud.

Dengan program digitalisasi sekolah, Mendikbud menerangkan peserta didik di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) bisa bersaing dengan peserta didik di daerah maju.

"Nanti kemampuan siswa-siswa yang ada di Wamena, tidak akan kalah dengan siswa-siswa yang ada di Jakarta. Kenapa? Karena bahan dan sumber pelajarannya sama dengan siswa yang ada di Jakarta. Tinggal gurunya harus hebat yang ada di sini, agar anak-anak yang ada di sini lebih hebat dari yang ada di Jakarta," terang Mendikbud.

Selanjutnya Mendikbud mengimbau guru-guru di daerah 3T segera mengikuti pelatihan tentang penggunaan portal rumah belajar. "Nanti akan kita kirim instruktur untuk melatih guru-guru di sini. Bagaimana cara belajar menggunakan gadget itu. Mudah-mudahan dengan begitu, kita akan terus mendukung siswa-siswa di sini," ujarnya.

Program digitalisasi sekolah dilaksanakan oleh Kemendikbud terutama pada sekolah-sekolah yang berada di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) melalui Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Afirmasi. Serta kepada sekolah-sekolah yang memiliki kinerja baik melalui BOS Kinerja.

Di Kota Wamena, Mendikbud menyerahkan 100 unit komputer tablet kepada Sekolah Menengah Atas (SMA), 100 unit untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan 20 unit untuk Sekolah Dasar (SD).

"Ingat, kamu semua punya peluang yang sama dengan anak-anak di luar Papua, semuanya bisa menjadi hebat, dari Wamena pun bisa menjadi orang sukses. Jadi jangan segan-segan dan ragu-ragu untuk belajar sungguh-sungguh," pesan Mendikbud.

Peluncuran program digitalisasi sekolah telah dilaksanakan di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau pada pertengahan bulan September lalu. Program digitalisasi sekolah ini sejalan dengan program Presiden RI Joko Widodo untuk melakukan pemerataan akses, khususnya berbasis TIK untuk mengurangi kesenjangan di bidang pendidikan.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS