Digitalisasi Sekolah di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal

Vania Rossa

Jum'at, 11 Oktober 2019 | 13:46 WIB
Digitalisasi Sekolah di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal
Digitalisasi Sekolah di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal. (Dok. Zenius Education)

Suara.com - Tidak semua daerah di Indonesia memiliki akses pendidikan yang baik. Beberapa daerah bahkan dikategorikan sebagai daerah tertinggal, dengan kriteria yang meliputi aksesibilitas, keuangan daerah, karakteristik daerah, faktor SDM, ekonomi, dan sarana prasarana yang kurang memadai.

Kondisi pendidikan merupakan salah satu persoalan utama di daerah tertinggal yang membutuhkan perhatian khusus. Masalah pendidikan ini dipicu oleh tingginya angka putus sekolah, sarana prasarana yang belum memadai, minimnya tenaga pengajar, dan rendahnya mutu pelayanan pendidikan.

Digitalisasi Sekolah di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal. (Dok. Zenius Education)
Digitalisasi Sekolah di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal. (Dok. Zenius Education)

“Kondisi permasalahan pendidikan di Indonesia di daerah daerah tertinggal ini, semakin jauh dari ibukota kabupaten, jumlah gurunya itu semakin kurang. Masalah kualitas, tidak semua guru-guru yang mengajar di sekolah SD maupun SMP itu punya kualifikasi seperti yang dipersyaratkan. Banyak guru-guru yang hanya lulus D1 sampai dengan D3, dan walaupun mereka lulus S1 pun biasanya tidak sesuai dengan yang dipersyaratkan, bukan dari pendidikan guru SD atau SMP,” ujar Supriyo, Kasubdit Pendidikan, Direktorat PSDM, Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal.

Zenius Education, sebagai salah satu pionir EdTech di Indonesia, yang memiliki misi mencetak generasi Indonesia yang memahami ilmu pengetahuan ketimbang menjadi generasi penghapal, telah mengumumkan kerja sama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi pada Mei 2019 untuk mengembangkan daerah tertinggal. Dan pada akhir Agustus 2019 lalu, Zenius Education mengunjungi Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, salah satu daerah 3T (terdepan, terluar dan tertinggal) di Indonesia untuk mengimplementasikan Zenius Prestasi.

Zenius Prestasi sendiri merupakan sebuah kotak peladen (server) yang bisa digunakan oleh para penggunanya untuk mengakses materi pelajaran Zenius Education tanpa koneksi internet. Dengan fitur video belajar yang lengkap mengikuti perkembangan kurikulum, paket soal latihan dan ujian dengan komposisi Higher Order Thinking Skill (HOTS) dan Lower Order Thinking Skill (LOTS) yang proporsional, serta pemetaan kemampuan siswa dan prediksi rekomendasi belajar, Zenius Prestasi dapat membantu siswa untuk belajar dan membantu daerah yang memiliki keterbatasan jumlah guru untuk memantau perkembangan belajar siswa dan menyusun program pembelajaran selanjutnya.

“Untuk membantu pemecahan permasalahan pendidikan di Indonesia yang cukup luas dan kompleks memang tidak bisa hanya bergantung kepada satu pihak, apalagi hanya dengan pemerintah saja. Kami dari Kementerian Desa mengupayakan kemitraan kerjasama untuk bersama-sama bekerja bersama untuk membantu pemecahan masalah pendidikan. Kenapa Zenius, karena dengan inovasi ini dapat membantu untuk mengurangi beban tugas dari guru dan juga memungkinkan dengan jumlah guru yang sedikit tapi bisa melayani siswa dengan jumlah yang cukup besar,” ujar Priyono, Direktur PSDM, Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal.

Hingga saat ini, Zenius telah memasang Zenius Prestasi di 15 sekolah di Kabupaten Sambas, di antaranya SDN 01 Mentawa, SDN 02 Dalam Kaum, SMPN 01 Sambas, SMPN 1 Sajingan Besar, SMPN 2 Sajingan Besar, dan lainnya.

Program digitalisasi sekolah ini juga mengundang antusiasme guru-guru yang cukup besar. Khoirotun, salah satu guru yang mengajar di SDN 02 Sambas, mengatakan, “Siswa sangat antusias dan senang dengan adanya tambahan materi pembelajaran dari Zenius. Teknologi seperti ini sangat membantu guru dalam kegiatan KBM sehari-hari. Sebagai tenaga pendidik, kami siap belajar terhadap perkembangan teknologi yang akan kami hadapi di kemudian hari.”

Ke depannya, Zenius bercita-cita Zenius Prestasi juga bisa mentransformasi digital sekolah-sekolah di daerah 3T lainnya dan juga di seluruh Indonesia. “Zenius Prestasi ada untuk para Bapak/Ibu guru, dan dalam proses pengembangannya kami aktif melibatkan para guru untuk memastikan fitur-fiturnya relevan dan sesuai kebutuhan kegiatan belajar mengajar di kelas. Zenius terus bertumbuh dalam karya dan kepedulian terhadap pendidikan di seluruh Indonesia, dan implementasi Zenius Prestasi di Sambas ini menandai dimulainya naik kelasnya pendidikan di daerah tertinggal melalui digitalisasi dan teknologi. Kami berharap Zenius tidak hanya dapat menemani siswa dalam belajar, tetapi juga membantu guru-guru dalam memfasilitasi pembelajaran, menginspirasi siswa, dan membentuk karakter muda-mudi Indonesia,” ujar Amanda Witdarmono, Chief of Education Initiatives Zenius Education.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Baru Dilantik, Ternyata Ini Riwayat Pendidikan Mulan Jameela

Baru Dilantik, Ternyata Ini Riwayat Pendidikan Mulan Jameela

Video | Minggu, 06 Oktober 2019 | 07:05 WIB

Inspirasi Belajar Sambil Bermain Demi Masa Depan Ribuan Anak Korban Gempa

Inspirasi Belajar Sambil Bermain Demi Masa Depan Ribuan Anak Korban Gempa

Press Release | Jum'at, 04 Oktober 2019 | 18:33 WIB

Lelaki Ini Punya 32 Gelar Pendidikan? Masuk S1 Saja Saya Keteteran...

Lelaki Ini Punya 32 Gelar Pendidikan? Masuk S1 Saja Saya Keteteran...

Your Say | Rabu, 11 September 2019 | 10:25 WIB

Terkini

Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Jepang, Lebih dari 20 Orang Luka-Luka

Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Jepang, Lebih dari 20 Orang Luka-Luka

Sumut | Minggu, 08 November 2026 | 10:36 WIB

Dedi Mulyadi Buka PORPROV XV Jabar 2026, Berharap Lahir Atlet Kelas Dunia

Dedi Mulyadi Buka PORPROV XV Jabar 2026, Berharap Lahir Atlet Kelas Dunia

Sport | Minggu, 08 November 2026 | 10:35 WIB

Pajak Warga Perluas Ruang Pembangunan, Sekda Jateng Ajak Manfaatkan Program Cashback

Pajak Warga Perluas Ruang Pembangunan, Sekda Jateng Ajak Manfaatkan Program Cashback

News | Minggu, 08 November 2026 | 10:35 WIB

Niat Hati Healing, Malah Jatuh Miskin: Kenali Jebakan Doom Shopping di Kala Stres!

Niat Hati Healing, Malah Jatuh Miskin: Kenali Jebakan Doom Shopping di Kala Stres!

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 10:19 WIB

Jenderal yang Menanggalkan Gelar Andi, Kini Bergelar Pahlawan Nasional

Jenderal yang Menanggalkan Gelar Andi, Kini Bergelar Pahlawan Nasional

Sulsel | Minggu, 08 November 2026 | 10:16 WIB

Bungkam Persiraja 5-0, Pelatih PSMS Medan Apresiasi Kerja Keras Pemain

Bungkam Persiraja 5-0, Pelatih PSMS Medan Apresiasi Kerja Keras Pemain

Sumut | Minggu, 08 November 2026 | 10:15 WIB

Revisi UU Keuangan Haji, Momentum BPKH Perkuat Kelembagaan Dana Umat

Revisi UU Keuangan Haji, Momentum BPKH Perkuat Kelembagaan Dana Umat

Bisnis | Minggu, 08 November 2026 | 10:12 WIB

Ketika Menjadi Berbeda Justru Membuatmu Istimewa

Ketika Menjadi Berbeda Justru Membuatmu Istimewa

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 10:10 WIB

10 Pantangan yang Tidak Boleh Dilanggar oleh Orang dengan Weton Tulang Wangi

10 Pantangan yang Tidak Boleh Dilanggar oleh Orang dengan Weton Tulang Wangi

Lifestyle | Minggu, 08 November 2026 | 10:10 WIB

Hey Anak Manja! Selamat Dayang di Kamp Chi Ku

Hey Anak Manja! Selamat Dayang di Kamp Chi Ku

News | Minggu, 08 November 2026 | 10:05 WIB

×