Pentingnya Ekowisata untuk Industri Pariwisata di Indonesia

Fabiola Febrinastri

Rabu, 22 Juli 2020 | 10:55 WIB
Pentingnya Ekowisata untuk Industri Pariwisata di Indonesia
Ilustrasi pariwisata. (Dok : Istimewa)

Suara.com - Sebenarnya apa sih ekowisata itu? Ekowisata adalah pariwisata yang diarahkan pada lingkungan alam yang eksotis dengan maksud mendukung upaya konservasi dan alam dan satwa liar.

Mengapa sangat penting bagi kita untuk mulai lebih memperhatikan dan menerapkan ecotourism di setiap perjalanan?

Industri Pariwisata
Tourism atau pariwisata adalah industri dengan pemasukan terbesar di Indonesia, dan pertumbuhan nya semakin pesat dari tahun ke tahun. Oleh karena itu, dampak yang dihasilkan sangatlah besar, baik itu dampak positif maupun negatif.

Pemasukan pemerintah dari pariwisata sendiri mencapai Rp 229,5 triliun di tahun 2018. Berdasarkan Kemenparekraf, penyerapan tenaga kerja sektor pariwisata mencapai 12,7 juta orang atau sekitar 10 persen dari total penduduk Indonesia yang bekerja.

Kerusakan lingkungan
Mass tourism atau pariwisata masal yang tidak teratur dengan baik, akan sangat merusak lingkungan dan berdampak kepada kepunahan hewan yang terlindungi. Contoh- contoh kerusakan lingkungan akibat periwisata:

• Pembuangan sampah sembarangan akan menyebabkan kerusakan ekosistem laut maupun daratan;

• Penggunaan sunscreen yang tidak alami juga akan mengganggu pencemaran laut;

• Overtourism, atau kelebihan kapasitas seperti yang terjadi di Koh Thachai Thailand, dilaporkan adanya kerusakan laut sehingga pemerintah harus menutup destinasi tersebut.

Kesenjangan sosial dan ekonomi antara agen wisata dan desa wisata para usahawan pariwisata yang melakukan tur ke tempat-tempat terpencil mendapatkan hasil dari wiasatawan. Tiket pembelian dari destinasi oleh wisatawan tidak tersalurkan secara langsung untuk pembangunan desa wisata. Ini menyebabkan kecemburuan sosial.

baca juga

Edukasi ecowisata yang kurang
Banyak komunitas desa tidak mengetahui pentingnya lingkungan untuk kelangsungan hidup dan ekonomi mereka. Pemboman ikan masal masih terjadi di desa-desa. Penebangan pohon secara illegal juga menghasilkan kekeringan air. Untuk itu edukasi ecowisata sangat penting diterapkan baik untuk agen wisata, para wisatawan, maupun penduduk desa.

Kepunahan budaya
Para wisatawan seringnya tidak menghormati adat yang ada. Seperti yang terjadi pada suku Baduy. Mereka baru saja meminta kepada pemerintah untuk menutup pariwisatanya secaara permanen. Menurut sumber, adanya pembangunan warung liar menyebabkan banyaknya sampah yang berkeliaran.

Bagaimana cara liburan bijak agar tidak merusak lingkungan?
Memilih agen wisata yang ramah lingkungan
Jika kamu membeli tur dari agen pariwisata pastikan agen kamu menerapkan ekowisata di paketnya. Misalnya, dengan tidak memprint itinerary, menerapkan bebas plastik selama tur, menggunakan bahan alami atau berkelanjutan, dan lainnya.

Memilih destinasi yang menerapkan ekowisata
Kamu siap berangkat? Lakukan riset terlebih dahulu. Apakah akomodasi
yang kamu pilih ramah lingkungan? Apakah mempunyai kegiatan dengan
komunitas desa?

Contohnya seperti sebuah pulau terpencil di Sulawesi, Togo Eang Ecolodge, di Taman Nasional Kepulauan Togean misalnya, menggunakan tema berkelanjutan pada bangunannya dan juga menggunakan listrik dari tenaga surya dan air yang dikoleksi dari air hujan.

Semua tur yang ditawarkan juga mengajak desa untuk mengikuti aktifitas ekowisata. Contohnya eksplorasi hewan endemic Togean Tarsier yang dapat ditemukan di habitat alami nya.

Mentaati peraturan dan adat setempat
Pastikan kamu mengetahui peraturan setempat dan bersikap sopan ketika berkunjung ke tempat wisata. Apalagi jika tempat wisata tersebut juga ditempati oleh penduduk di kawasan tersebut.

Menjaga alam dan mengikuti kegiatan konservasi alam dan hewan
Tidak membuang sampah sembarangan, ini adalah yang terpenting untuk menjaga alam. Banyak trip perjalanan yang berkomitmen kepada konservasi, seperti contohnya sebumi, mengadakan perjalanan dengan tema Zero Waste Journey. Jadi tidak hanya liburan tapi juga ikut menjaga alam dari kerusakan akibat industri pariwisata.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dokter Erlina Beberkan Pemicu Kasus Corona RI Melesat di Atas China

Dokter Erlina Beberkan Pemicu Kasus Corona RI Melesat di Atas China

News | Selasa, 21 Juli 2020 | 16:55 WIB

Jokowi Ingin Pelacakan Penderita TBC Bersamaan dengan Tes Covid-19

Jokowi Ingin Pelacakan Penderita TBC Bersamaan dengan Tes Covid-19

News | Selasa, 21 Juli 2020 | 11:21 WIB

Jokowi: Penderita TBC di Indonesia Ketiga Tertinggi di Dunia

Jokowi: Penderita TBC di Indonesia Ketiga Tertinggi di Dunia

News | Selasa, 21 Juli 2020 | 10:51 WIB

Positif Corona di Indonesia Salip China, Begini Kata Pakar Epidemiologi

Positif Corona di Indonesia Salip China, Begini Kata Pakar Epidemiologi

News | Senin, 20 Juli 2020 | 12:23 WIB

7.008 Anak Indonesia Positif Corona, 1,6 Persen di Antaranya Meninggal

7.008 Anak Indonesia Positif Corona, 1,6 Persen di Antaranya Meninggal

News | Senin, 20 Juli 2020 | 10:51 WIB

Rekor Baru! Jumlah Kasus Positif Corona di Indonesia Hari Ini Lampaui China

Rekor Baru! Jumlah Kasus Positif Corona di Indonesia Hari Ini Lampaui China

News | Sabtu, 18 Juli 2020 | 19:26 WIB

Terkini

Sulap Kontrakan Jadi Sarang Prostitusi, Perempuan 53 Tahun di Baturaja Diciduk Polisi

Sulap Kontrakan Jadi Sarang Prostitusi, Perempuan 53 Tahun di Baturaja Diciduk Polisi

Sumsel | Sabtu, 07 November 2026 | 19:10 WIB

Melawan Trauma Body Shaming dalam Novel The Boy I Knew From YouTube

Melawan Trauma Body Shaming dalam Novel The Boy I Knew From YouTube

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 19:05 WIB

Sulap Sampah Plastik Menjadi Kostum Jutaan Rupiah, Kisah Gotong Royong Kampung Pancasila Gunungsari

Sulap Sampah Plastik Menjadi Kostum Jutaan Rupiah, Kisah Gotong Royong Kampung Pancasila Gunungsari

Jatim | Sabtu, 07 November 2026 | 19:02 WIB

Kemiskinan Struktural Punya Dampak ke Anak dan Pendapatan Keluarga

Kemiskinan Struktural Punya Dampak ke Anak dan Pendapatan Keluarga

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 19:00 WIB

Kenapa Polo Indonesia Murah? Ini 5 Hal yang Membedakan dari Ralph Lauren

Kenapa Polo Indonesia Murah? Ini 5 Hal yang Membedakan dari Ralph Lauren

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 18:59 WIB

Rosiade Padel Tournament 2026 Sabet Dua Rekor MURI, Erick Thohir: Menpora Saja Susah Dapat

Rosiade Padel Tournament 2026 Sabet Dua Rekor MURI, Erick Thohir: Menpora Saja Susah Dapat

Sport | Sabtu, 07 November 2026 | 18:59 WIB

Rosiade Padel Tournament Seri 3, Tetap Gratis Demi Lahirkan Atlet Berprestasi

Rosiade Padel Tournament Seri 3, Tetap Gratis Demi Lahirkan Atlet Berprestasi

Sport | Sabtu, 07 November 2026 | 18:54 WIB

Hyundai Siapkan Lebih Banyak Model Hybrid Manfaatkan Insentif Pemerintah

Hyundai Siapkan Lebih Banyak Model Hybrid Manfaatkan Insentif Pemerintah

Otomotif | Sabtu, 07 November 2026 | 18:50 WIB

Peran Satwa Surili Jawa pada Ekologis Lingkungan dari Ancaman Deforestasi

Peran Satwa Surili Jawa pada Ekologis Lingkungan dari Ancaman Deforestasi

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 18:45 WIB

Menakar Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres: Peta Koalisi dan Tantangan Politiknya

Menakar Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres: Peta Koalisi dan Tantangan Politiknya

Video | Sabtu, 07 November 2026 | 18:40 WIB

×