China Larang Cyrptocurrency, Litedex.io dan Platform Dex Lainnya Berpeluang Cuan

Fabiola Febrinastri

Senin, 27 September 2021 | 15:54 WIB
China Larang Cyrptocurrency, Litedex.io dan Platform Dex Lainnya Berpeluang Cuan
Ilustrasi tabungan (pexels.com/KristinaPaukshtite).

Suara.com - Keputusan pemerintah China yang melarang penggunaan kripto di negeri Tirai Bambu, membuat Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH) dan mayoritas pasar kripto kembali rontok.

Ini menjadi Fear, Uncertainty and Doubt (FUD) kedua dari negara tersebut dalam waktu yang hampir bersamaan. FUD pertama muncul, ketika perusahaan real estate raksasa China, The Evergrande Group mengalami krisis finansial.

Meski kebijakan larangan tersebut membuat dump mayoritas aset kripto, namun token di sektor Decentralized Finance (DeFI) justru tidak terpengaruh dengan kebijakan China, seperti Uniswap, Pancakeswap dan ShusiSwap.

Berdasarkan pantuan di coinmarketcap, Minggu (27/9/2021), coin UNI sempat melejit 23 persen lebih.

Ini artinya, aset kripto yang memiliki underlying decentralized, tidak begitu terpengaruh dengan kebijakan larangan sebuah negara atas penggunaan cryptocurrency.

Hal ini pula yang menjadi momentum bagus bagi litedex.io untuk menghadirkan produk-produk DeFI-nya, seperti LDX Token. LDX Token sendiri sudah terverifikasi di Binance Smart Chain (BSC) dan akan segera listing di platform sendiri, litedex.io dan beberapa platform global lainnya.

"Transaksi aset digital dengan underlying decentralized exchange tidak melibatkan pihak ketiga. Artinya, langsung dilakukan pada wallet user ke wallet user lainnya, berbasiskan teknologi blockchain," ujar Chief Strategy Officer Litedex.io, Harris Sutresna.

Chief Strategy Officer Litedex.io, Harris Sutresna. (Dok: Litedex)
Chief Strategy Officer Litedex.io, Harris Sutresna. (Dok: Litedex)

Menurut Harris, skema transaksi inilah yang membuat aset crypto di sektor DeFI yang berbasis Decentralized Exchange, seperti UNI justru melejit, meski market sedang dalam tekanan dahsyat dari beberapa negara yang sedang memerangi cryptocurrency.

“Sebaliknya, produk kripto dari sektor non-DeFI sangat terdampak oleh FUD China tersebut,” katanya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jumlah Investor Kripto Australia Meningkat Drastis, Total Investasi Capai 8 miliar Dolar

Jumlah Investor Kripto Australia Meningkat Drastis, Total Investasi Capai 8 miliar Dolar

Bisnis | Senin, 27 September 2021 | 15:47 WIB

Pemerintah China Tekan Aturan Kripto, Sejumlah Saham Hong Kong Langsung Ambles

Pemerintah China Tekan Aturan Kripto, Sejumlah Saham Hong Kong Langsung Ambles

Bisnis | Senin, 27 September 2021 | 11:50 WIB

China Resmi Larang Semua Transaksi Mata Uang Kripto

China Resmi Larang Semua Transaksi Mata Uang Kripto

Tekno | Minggu, 26 September 2021 | 13:29 WIB

Mengenal NFT, Kripto yang Bikin Karya Seni Bisa Laku Miliaran

Mengenal NFT, Kripto yang Bikin Karya Seni Bisa Laku Miliaran

Bisnis | Rabu, 22 September 2021 | 20:33 WIB

Program Pinjaman Kripto Berbunga Dibatalkan, Begini Kata Coinbase

Program Pinjaman Kripto Berbunga Dibatalkan, Begini Kata Coinbase

Bisnis | Selasa, 21 September 2021 | 09:39 WIB

Kripto Cardano Runtuh Usai Cetak Rekor Harga Berutur-turut, Pakar Malah Sarankan Beli

Kripto Cardano Runtuh Usai Cetak Rekor Harga Berutur-turut, Pakar Malah Sarankan Beli

Bisnis | Kamis, 16 September 2021 | 16:57 WIB

Terkini

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:55 WIB

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:12 WIB

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:48 WIB

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Jabar | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Banten | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:06 WIB

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:42 WIB

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:10 WIB

×