alexametrics

Pandemi Ciptakan Kesenjangan Pendidikan, Terutama untuk Anak-Anak di Pelosok

Vania Rossa
Pandemi Ciptakan Kesenjangan Pendidikan, Terutama untuk Anak-Anak di Pelosok
Ilustrasi Anak Belajar Online di Rumah. (Shutterstock)

Karena tidak semua wilayah di Indonesia memiliki jaringan internet yang memadai.

Suara.com - Pandemi Covid-19 menciptakan perubahan dalam dunia pendidikan, di mana proses belajar menjadi lebih banyak dilakukan secara daring. Hal ini sekaligus juga menciptakan kesenjangan pendidikan terhadap anak-anak yang tinggal di pelosok, karena tidak semua wilayah di Indonesia memiliki jaringan internet yang memadai dan tidak semua murid serta orangtua memiliki kemampuan untuk mengaksesnya.

Pada akhirnya, hal ini menyebabkan anak-anak yang datang dari kelas ekonomi rendah dan yang tinggal di daerah pelosok mengalami learning loss yang cukup tinggi.

PT Paragon Technology and Innovation melalui Kahf dengan campaign #KahfUntukNegeri menghadirkan program pengembangan pendidikan untuk daerah yang membutuhkan bantuan pendidikan. Kahf mengajak seluruh insan muda Indonesia untuk berpartisipasi dalam menciptakan perubahan positif untuk pendidikan Indonesia.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), pada Juni 2021, jumlah penduduk Indonesia mencapai 272,23 juta jiwa, dimana 13,87% penduduk usia 15 tahun ke atas belum memiliki ijazah.

Kahf sebagai brand perawatan pria ingin mengajak seluruh masyarakat dari Sabang sampai Merauke untuk saling membantu dan memberikan motivasi dalam perluasan akses pendidikan di Indonesia, sehingga nantinya tak akan ada lagi siswa didik yang mengalami hambatan dalam mengakses pendidikan.

Berkolaborasi dengan Indonesia Mengajar dan Alfamart, Kahf meluncurkan program #KahfUntukNegeri “Mengambil Peran dan Berdampak Untuk Pendidikan di Indonesia”.

Dalam konferensi pers daring yang diadakan bersamaan dengan Hari Guru Nasional, Kamis (25/11/2021), Kahf juga menyalurkan donasi yang telah dikumpulkan untuk mengirimkan Pengajar Muda ke kabupaten Maluku Barat Daya untuk melakukan pendampingan kepada 8 sekolah, 30 guru, dan lebih dari 300 siswa dalam rangka pengembangan kualitas pendidikan.

Haiva Ratu Muzdaliva selaku Managing Director Indonesia Mengajar mengatakan “Sejalan dengan misi Indonesia Mengajar untuk mendorong tumbuhnya Gerakan sosial Pendidikan di Indonesia, kami harap kolaborasi ini dapat mendorong keterlibatan seluruh lapisan masyarakat dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Kami sangat mengapresiasi inisiatif Kahf melalui campaign #KahfUntukNegeri yang telah turut mengambil peran dalam memajukan Pendidikan di Indonesia.”

Kahf sendiri terus berkomitmen untuk mendorong masyarakat untuk saling menginspirasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan menciptakan perubahan di lingkungan sekitar.

“Berangkat dari visi perusahaan dalam memberikan kontribusi positif dan menyebarkan kebermanfaatan kepada lingkungan sekitar, Kahf mengusung tagline ‘Jalan Yang Kupilih’ sebagai bentuk komitmen brand untuk menemani pria masa kini dalam setiap jalan yang dipilihnya untuk menjadi individu yang lebih baik dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Melalui campaign#KahfUntukNegeri, kami berharap dapat memberikan motivasi dan inspirasi kepada seluruh masyarakat bahwa setiap aksi kecil dapat menciptakan dampak yang besar” tutup Bahrun Afriansyah, VP Marketing PT Paragon Technology and Innovation.