Evakuasi Hewan Ternak Bisa Cegah Pengungsi Bencana Gunung Api Kelaparan

M. Reza Sulaiman

Rabu, 27 April 2022 | 14:36 WIB
Evakuasi Hewan Ternak Bisa Cegah Pengungsi Bencana Gunung Api Kelaparan
evakuasi hewan ternak saat terjadi bencana. (Dok. FAO)

Suara.com - Kelaparan karena terbatasnya makanan kerap dialami oleh para pengungsi korban bencana alam, termasuk pengungsi korban bencana gunung api.

Inilah yang menjadi alasan pemerintah mengintegrasikan evakuasi ternak sebagai elemen baru dalam upaya penanggulangan bencana. Evakuasi ternak sangat erat kaitannya dengan upaya penyelamatan manusia.

Ternak merupakan aset kehidupan yang berharga bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana, Menyiapkan rute evakuasi ternak secara khusus dapat mengurangi korban jiwa maupun kerugian ekonomi. Untuk pertama kalinya, simulasi evakuasi ternak menjadi bagian dari rangkaian kegiatan puncak Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) yang diperingati setiap 26 April sejak tahun 2017 lalu.

“Kesiapan Penanggulangan bencana di Indonesia sudah semakin meningkat dalam penyelamatan manusia. Namun dalam berbagai insiden bencana, proses evakuasi manusia sering terkendala karena masyarakat, khususnya peternak enggan untuk melakukan evakuasi jika harus meninggalkan hewan ternak mereka yang merupakan aset berharga dalam kehidupan," kata Letjen TNI Suharyanto, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di sela-sela kegiatan HKB 2022 yang dipusatkan di empat kabupaten sekitar Gunung Merapi, yakni Sleman (Daerah Istimewa Yogyakarta) serta Boyolali, Klaten dan Magelang (Jawa Tengah).

"Hal ini dapat meningkatkan risiko korban jiwa maupun kerugian ekonomi, sehingga pemerintah perlu menyusun strategi khusus untuk menanggulanginya,” tambahnya dalam keterangan yagn diterima Suara.com.

BNPB mencatat terdapat kematian 2800 ternak sapi, pada letusan gunung Merapi tahun 2010, dengan 332 korban jiwa pada manusia.Sekitar 12,4% dari total kerugian ekonomi sebesar 4,23 triliun rupiah merupakan kerugian usaha kecil dan menengah masyarakat, termasuk di bidang pertanian dan peternakan.

Setidaknya terdapat 156 letusan gunung api di seluruh Indonesia pada periode 2010-2020 atau rata-rata 15 kali letusan dalam setahun,

Secara terpisah, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Nasrullah menyampaikan, Kementerian Pertanian mendukung upaya integrasi evakuasi ternak pada penanggulangan bencana.

Ia katakan, pihaknya menyadari Indonesia memiliki risiko bencana tinggi terkait gunung berapi. Hal ini menurutnya berkaitan dengan lebih dari 1,2 juta populasi penduduk di Indinesia tinggal di sekitar wilayah gunung berapi dan bermata pencaharian di bidang pertanian dan peternakan, khususnya peternak keluarga berskala kecil. Untuk itu Nasrullah tekankan bahwa hewan ternak juga perlu mendapatkan perhatian dan penanganan apabila terdapat bencana.

baca juga

"Kementan bersama BNPB dan pemerintah daerah sedang menyusun pedoman penanganan ternak pada bencana gunung berapi yang di dalamnya termasuk pengaturan evakuasi ternak dan rencana kontinjensi," ungkap Nasrullah.

"Dengan adanya pedoman penanganan evakuasi ternak nantinya diharapkan dapat melengkapi pedoman evakuasi pada manusia, sehingga masyarakat memperoleh jaminan keselamatan pada saat terjadi bencana. Baik bagi dirinya dan hewan ternaknya sebagai sumber mata pencaharian utama bagi keluarga di pedesaan," imbuhnya.

Rajendra Aryal, Kepala Perwakilan Badan Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-bangsa (FAO) di Indonesia dan Timor Leste juga menyampaikan pesan senada.

“FAO bekerja sama erat dengan BNPB dan Kementerian Pertanian berusaha melindungi para peternak dan petani dari kerugian akibat bencana gunung api. Kami memberikan berbagai dukungan teknis yang dibutuhkan sesuai pedoman Sendai Framework – panduan global untuk mengurangi risiko bencana, guna melakukan studi, menyusun pedoman penanganan ternak termasuk evakuasi ternak, peningkatan kapasitas, rencana penanggulangan yang menghasilkan simulasi evakuasi hari ini,” ujar Rajendra di Jakarta.

“Sebagai presiden G20 serta tuan rumah Global Platform for Disaster Risk Reduction yang akan diselenggarakan di Bali, pada Mei mendatang, upaya penanggulangan bencana di Indonesia dapat menjadi contoh bagi dunia. Dengan kondisi geografis di antara cincin api yang rawan bencana dan besarnya jumlah populasi, pengalaman yang baik dari Indonesia dapat menjadi contoh praktis bagi dunia,” tambah Rajendra.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Fenomena Alam, Irma Suryani Murka Karhutla Jadi Bencana Buatan: Habis Dibakar Ditanami Sawit

Bukan Fenomena Alam, Irma Suryani Murka Karhutla Jadi Bencana Buatan: Habis Dibakar Ditanami Sawit

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:01 WIB

14 Titik Longsor Tapan-Batas Jambi Dibersihkan, Jalur Mulai Fungsional

14 Titik Longsor Tapan-Batas Jambi Dibersihkan, Jalur Mulai Fungsional

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:34 WIB

Panggung Kreativitas Jadi Strategi Baru Galang Dana Bantuan Korban Bencana

Panggung Kreativitas Jadi Strategi Baru Galang Dana Bantuan Korban Bencana

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 07:10 WIB

Mengapa Banjir Bandang Terjang Padang di Tengah Kemarau dan Karhutla?

Mengapa Banjir Bandang Terjang Padang di Tengah Kemarau dan Karhutla?

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 21:02 WIB

Gempa Sumba Barat Daya Berdampak ke 3 Kabupaten, Ratusan Rumah dan Fasilitas Publik Rusak

Gempa Sumba Barat Daya Berdampak ke 3 Kabupaten, Ratusan Rumah dan Fasilitas Publik Rusak

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:15 WIB

MPSI Dorong Pembentukan Badan Khusus Tangani Pengungsi Internal Papua

MPSI Dorong Pembentukan Badan Khusus Tangani Pengungsi Internal Papua

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 11:05 WIB

Sebulan Lebih Pascagempa, 23.578 Warga NTT Masih Mengungsi

Sebulan Lebih Pascagempa, 23.578 Warga NTT Masih Mengungsi

Foto | Rabu, 30 September 2026 | 07:00 WIB

Bukan Buat Perang, Ini Alasan RI Butuh Kapal Induk

Bukan Buat Perang, Ini Alasan RI Butuh Kapal Induk

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 18:15 WIB

Banjir Bandang Terjang Solok, 200 KK Terdampak dan 2 Warga Hilang

Banjir Bandang Terjang Solok, 200 KK Terdampak dan 2 Warga Hilang

Foto | Selasa, 22 September 2026 | 18:13 WIB

Memahami Bencana Karhutla di Kawi-Butak: Saat Eksotisme Alam Berubah Jadi Tantangan Berbahaya

Memahami Bencana Karhutla di Kawi-Butak: Saat Eksotisme Alam Berubah Jadi Tantangan Berbahaya

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 09:50 WIB

Terkini

Seskab Teddy Ungkap Arahan-arahan Penting Prabowo di Sidang Kabinet Paripurna

Seskab Teddy Ungkap Arahan-arahan Penting Prabowo di Sidang Kabinet Paripurna

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 07:37 WIB

Modal Rp25 Juta Beli 5 Kg Ganja di Medsos, Petani Asal Malang Diciduk Polisi

Modal Rp25 Juta Beli 5 Kg Ganja di Medsos, Petani Asal Malang Diciduk Polisi

Malang | Kamis, 22 Oktober 2026 | 07:33 WIB

OJK Kasih Sanksi Rp2,1 Triliun dalam Kasus Saham DSSA, BREN, dan CUAN, Ini Pihak yang Terlibat

OJK Kasih Sanksi Rp2,1 Triliun dalam Kasus Saham DSSA, BREN, dan CUAN, Ini Pihak yang Terlibat

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 07:33 WIB

Jumlah Siswa Meledak 300 Persen, Sekolah Rakyat Lampung Desak Bantuan Nakes dan Armada

Jumlah Siswa Meledak 300 Persen, Sekolah Rakyat Lampung Desak Bantuan Nakes dan Armada

Lampung | Kamis, 22 Oktober 2026 | 07:27 WIB

Di Balik Aksi Greenpeace di Bundaran HI: Mengapa Dibawa ke Polda dan Bagaimana Aturan Hukumnya?

Di Balik Aksi Greenpeace di Bundaran HI: Mengapa Dibawa ke Polda dan Bagaimana Aturan Hukumnya?

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 07:25 WIB

4 Pelembap Calendula Jaga Kelembapan Kulit Kering dan Redakan Kemerahan

4 Pelembap Calendula Jaga Kelembapan Kulit Kering dan Redakan Kemerahan

Your Say | Kamis, 22 Oktober 2026 | 07:25 WIB

7 Tips Mencegah Garis Rambut atau Hairline Mundur, Hentikan Kebiasaan Mengikat Terlalu Kencang

7 Tips Mencegah Garis Rambut atau Hairline Mundur, Hentikan Kebiasaan Mengikat Terlalu Kencang

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 07:10 WIB

7 Cara Mengatasi Makeup Luntur Terkena Keringat, Riasan Kembali Rapi dan Flawless

7 Cara Mengatasi Makeup Luntur Terkena Keringat, Riasan Kembali Rapi dan Flawless

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 07:01 WIB

Review Sacrifice: Satir Kaum Superkaya dan Ambisi Selamatkan Bumi

Review Sacrifice: Satir Kaum Superkaya dan Ambisi Selamatkan Bumi

Your Say | Kamis, 22 Oktober 2026 | 06:37 WIB

RI Tak Mau Cuma Jadi Pasar Teknologi Global, Chip dan AI Jadi Taruhan

RI Tak Mau Cuma Jadi Pasar Teknologi Global, Chip dan AI Jadi Taruhan

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 06:27 WIB

×