Kini Jadi Asri dan Indah, Perusahaan Ini Dukung Ekowisata di Kampung Banceuy Subang

Fabiola Febrinastri

Selasa, 19 Juli 2022 | 09:58 WIB
Kini Jadi Asri dan Indah, Perusahaan Ini Dukung Ekowisata di Kampung Banceuy Subang
Kegiatan warga Desa Sanca, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang. (Dok: istimewa)

Suara.com - Desa Sanca, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, sekitar 23 kilometer dari pusat Kota Subang terdapat kampung adat bernama Kampung Adat Banceuy. Kampung Banceuy nan asri itu kini dikembangkan sebagai desa wisata berbasis budaya setempat dan konservasi alam.

Di sini, para pengunjung selain dapat menikmati alam nan asri, berjalan di pematang sawah, menyusuri air terjun, belajar menanam padi dan tanaman-tanaman lain, serta juga dapat memperoleh suguhan kesenian, upacara adat dan atraksi budaya Subang.

“Di Kampung Banceuy, kami berkolaborasi dengan pemerintah daerah, kelompok tani, penyuluh pertanian, forum homestay, dan masyarakat setempat melakukan pengembangan ekowisata, yaitu pariwisata yang berwawasan lingkungan dengan mengutamakan aspek konservasi alam, aspek pemberdayaan sosial, budaya, ekonomi masyarakat lokal serta aspek pembelajaran dan Pendidikan berdasarkan pada nilai-nilai lokal,” ujar perwakilan pabrik aqua Subang, Rany Juliani, Senin (18/7/2022).

Suasana pedesaan yang sejuk, damai, dan nyaman ini membuat banyak siswa-siswi SMU dan mahasiswa tertarik berkunjung ke Kampung Banceuy.

“Banyak siswa dan mahasiswa datang dari berbagai kota menghabiskan waktu beberapa hari dengan menginap di rumah-rumah penduduk yang difungsikan menjadi homestay. Mereka belajar menanam padi dan mengembangkan tanaman-tanaman lain terkait dengan tugas di sekolah atau untuk mahasiswa sekaligus melakukan KKN,” kata Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Rohana Odang yang akrab disapa Kang Odang.

 “Selain dapat menikmati dan beraktivitas di alam terbuka para pengunjung pun dapat menikmati kesenian, updacara adat, dan atraksi budaya khas Kampung Banceuy,” tambah Kang Odang yang merupakan putra asli kelahiran Kampung Banceuy 48 tahun lalu. 

Semula, Kampung Banceuy dibiarkan terbengkalai setelah sarana wisata terbakar. Baru pada 2012 - 2013, perusahaan air mineral pegunungan di Subang melakukan kegiatan konservasi berbasis masyarakat dengan pendekatan reforestasi dan agroforestry membuat kawasan Kampung Banceuy kembali asri.

Sejak 2016, perusahaan air minum Subang berkolabarasi dengan masyarakat setempat dan berbagai pihak terkait lainnya melakukan inovasi untuk mengembangkan Kampung Banceuy ini menjadi desa wisata. 

“Hingga saat ini, kami bersama masyarakat di Subang Selatan telah melakukan penanaman 248.560 pohon, pembuatan 90 sumur resapan, 5.644 lubang biopori, 1840 rorak, 18 penampung air hujan, rumah bibit, sarana akses wisata, sarana air bersih, saung kelompok, wisata mina padi, dan pembangunan galeri oleh-oleh,” tambah Rany Juliani.

baca juga

Dengan lingkungan semakin terjaga, selain membuat para pengunjung semakin betah berada di Kampung Banceuy, juga dapat mengurangi potensi banjir, potensi longsor, debit air bersih dan kesuburan tanah tetap terjaga.

Keberadaan desa wisata Kampung Banceuy ini secara ekonomi memberikan peningkatan pendapatan untuk masyarakat setempat.

“Mulanya para penduduk malu untuk menjadikan rumah masing-masing sebagai penginapan untuk para pengunjung. Namun setelah diberi penjelasan dari rumah ke rumah akhirnya mereka mau membuka pintu rumah mereka. Kini mereka malah berlomba-lomba menawarkan rumah mereka untuk pengunjung. Dari pengunjung yang menginap mereka memperoleh imbalan layaknya pengunjung menyewa homestay,” kata Kang Odang sambil tersenyum gembira.

Kepala pabrik Aqua Subang, Dwi Nofriyadi mengatakan, kolaborasi antara perusahaan dengan masyarakat Kampung Banceuy memberikan dampak positif dalam hal pelestarian lingkungan, peningkatan pendapatan masyarakat setempat, dan sekaligus dapat terus menjagai kerarifan budaya khas Kampung Banceuy.

“Kolaborasi pihaknya dengan masyarakat di Kampung Banceuy ini merupakan suatu sinergi bagus untuk berkembang bersama. Kami dapat terus berkembang baik, masyarakat pun terus berkembang secara berkelanjutan," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hutan Keramat di Dekat Kota Bandung Ini Tak Bisa Dimasuki Sembarangan, Orang Berbaju Merah Dilarang Masuk

Hutan Keramat di Dekat Kota Bandung Ini Tak Bisa Dimasuki Sembarangan, Orang Berbaju Merah Dilarang Masuk

Jabar | Kamis, 14 Juli 2022 | 11:43 WIB

Ekowisata Jadi Unique Selling Point Pariwisata Indonesia ke Dunia

Ekowisata Jadi Unique Selling Point Pariwisata Indonesia ke Dunia

Metro | Jum'at, 08 Juli 2022 | 00:01 WIB

Lewat Ekowisata Kemenparekraf Berkomitmen Turut Atasi Isu Iklim

Lewat Ekowisata Kemenparekraf Berkomitmen Turut Atasi Isu Iklim

Metro | Kamis, 07 Juli 2022 | 19:40 WIB

6 Destinasi Ekowisata Lokal, Hidden Gem yang Jadi Buruan Para Wisatawan

6 Destinasi Ekowisata Lokal, Hidden Gem yang Jadi Buruan Para Wisatawan

Lifestyle | Rabu, 29 Juni 2022 | 15:38 WIB

Surga Tersembunyi di Selatan Cianjur Ini Siap Jadi Objek Wisata Baru

Surga Tersembunyi di Selatan Cianjur Ini Siap Jadi Objek Wisata Baru

Bogor | Selasa, 28 Juni 2022 | 10:38 WIB

Kelestarian dan Keberlanjutan Jadi Aspek Penting Pengembangan Borobudur

Kelestarian dan Keberlanjutan Jadi Aspek Penting Pengembangan Borobudur

Metro | Selasa, 14 Juni 2022 | 19:48 WIB

Terkini

100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI

100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:40 WIB

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:39 WIB

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

Sumsel | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:29 WIB

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus

Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?

Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:36 WIB

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Bogor | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:17 WIB

×