DI HUT RI ke-77, Yayasan WR Soepratman Menggelar Haul untuk Sang Maestro yang ke-84

Ferry Noviandi
DI HUT RI ke-77, Yayasan WR Soepratman Menggelar Haul untuk Sang Maestro yang ke-84
Yayasan WR Soepratman menggelar acara haul ke-84 untuk sang maestro di Surabaya. [dokumentasi pribadi]

Ketua Yayasan WR Soepratman, Budi Harry berharap generasi muda Indonesia bisa mencontoh sang maestro, yang berjuang untuk Indonesia meski dengan usia yag masih sangat muda.

Suara.com - Indonesia baru saja merayakan Hari Kemerdekaan yang jatuh tiap 17 Agustus. Di tanggal itu pula diperingati wafatnya salah satu pahlawan Nasional yakni Wage Rudolf Soepratman atau WR Soepratman.

WR Soepratman adalah pencipta lagu Indonesia Raya. Dia lahir di Jatinegara, Jakarta Timur pada 19 Maret 1903 dan meninggal dunia pada 17 Agustus 1938 di Surabaya.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, pada 17 Agustus kali ini, Yayasan Wage Rudolf Soepratman membuat acara haul ke-84 untuk Sang Pahlawan. Hal tersebut dilakukan dengan mengunjungi makam, menabur bunga, dan berdoa.

Yayasan WR Soepratman menggelar acara haul ke-84 untuk sang maestro di Surabaya.
Yayasan WR Soepratman menggelar acara haul ke-84 untuk sang maestro di Surabaya.

"Kali ini Yayasan Wage Rudolf Soepratman sedikit mengingatkan kepada kaum milenial agar tetap konsisten serta mempertahankan marwah perjuangan Sang Maestro sejati yang kala itu wafat di usia muda yang masih produktif yaitu 35 tahun," kata Ketua Umum Yayasan Wage Rudolf Soepratman, Budi Harry di akun Instagram-nya, @budi.harry123.

Budi Harry berharap, para generasi muda atau kaum milenial bisa mencontoh WR Soepratman. Meski di usia muda, namun telah memberi banyak untuk bangsa dan negaranya.

"Terbayang di benak kita semua pada usia produktif mampu menciptakan sebuah mahakarya yang abadi. Kecintaannya kepada bangsa Indonesia ditorehkan melalui tinta emas yang hingga kini dan nanti akan tetap menggelora di Tanah Air tercinta ini," ujar Budi Harry melanjutkan.

Sementara Sekretasi Jenderal Yayasan WR Soepratman, Angga Satria melalui akun Instagramnya, @satriodiponegoro mengatakan kalau WR Soepratman adalah sebuah berkah yang diberikan Tuhan untuk bangsa Indonesia.

Yayasan WR Soepratman menggelar acara haul ke-84 untuk sang maestro di Surabaya. [dokumentasi pribadi]
Yayasan WR Soepratman menggelar acara haul ke-84 untuk sang maestro di Surabaya. [dokumentasi pribadi]

"Menurut saya ini adalah suratan berkah rahmat dari Allah yang diberikan kepada bangsa Indonesia. Di tanggal dan bulan yang sama, seorang pahlawan nasional meninggal tepat di hari dan bulan yang sama," mbuh Angga Satria.

"Jadi bukan tanpa alasan Tuhan Yang Maha Esa menganugerahi angka 17 dan bulan Agustus, adalah angka yang sangat keramat bagi kemerdekaan bangsa Indonesia dulu," kata Angga menambahkan.

Dengan diadakannya haul yang ke-84 ini, walaupun dengan kesederhanaan, tapi tetap konsisten dan istikamah dengan penuh harapan agar situasi negara saat ini dapat menserap kembali nilai nilai luhur Sumpah Pemuda, 28 oktober 1928.