Kurangi Limbah Kain Batik, Ini yang Dilakukan Brand Lokal PART

Rima Sekarani Imamun Nissa

Jum'at, 30 September 2022 | 17:19 WIB
Kurangi Limbah Kain Batik, Ini yang Dilakukan Brand Lokal PART
Meminimalisir limbah kain baik, brand lokal PART hadir mendukung konsep sustainable fashion. (Istimewa)

Suara.com - Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (SIPSN KLHK) per 2021, ada 2,3 juta ton limbah tekstil. Angka itu setara dengan 12 persen dari limbah rumah tangga yang dihasilkan setiap tahunnya.

Sebagai negara penghasil kain batik, tidak menutup kemungkinan, limbah kain batik pun termasuk ke dalam 2,3 juta ton limbah tekstil tersebut. Hal ini pun turut menjadi perhatian pendiri PART, brand lokal baru yang hadir dengan konsep sustainable fashion dengan memanfaatkan limbah kain batik.

Sebagai bagian dari Nona Rara, PART nantinya akan memanfaatkan kain perca dari Nona Rara untuk menghasilkan koleksi baju kekinian yang sesuai dengan gaya anak muda.

"Sebagai produsen baju batik, setiap harinya ada puluhan karung kain limbah produksi dihasilkan. Tentunya ini menjadi salah satu concern saya dan tim setiap hari. Karena di setiap milimeter dari kain tersebut ada keringat dan jerih pengrajin yang bersusah payah melestarikan batik," ujar Pipiet Noorastuti, Pendiri Nona Rara dan juga PART, Jumat (30/9/2022).

Pipiet menambahkan, "Kami berupaya berinovasi untuk menghadirkan produk-produk yang ramah lingkungan. Pemanfaatan kain perca pada brand PART ini sebagai salah satu langkah kami dalam meminimalisasi limbah serta berkontribusi pada gerakan sustainable fashion."

Koleksi dari brand PART ini dirancang menyesuaikan gaya kekinian anak muda sekarang. Hal ini ditujukan untuk merangkul lebih banyak generasi muda agar mulai menggunakan batik dalam aktivitas mereka.

"Kami ingin mengajak anak muda agar bangga dengan tradisi lokal, bangga akan batik. Karena itulah, koleksi brand PART ini dihadirkan dengan desain yang modern, elegan dan juga serbaguna, dibuat dengan cinta bagi para pemakainya," ungkap Pipiet.

Sejak kehadirannya pada akhir 2021, PART telah mengeluarkan lebih dari 6 koleksi. Salah satunya PART of Dazzling yang memanfaatkan kain perca bekas produksi koleksi Nona Rara x Disney.

Selain itu, pada Juni lalu, PART menggandeng Intan Anggita Pratiwi, penggiat fashion sustainability sekaligus pendiri Setali Indonesia. Selain menghadirkan koleksi pakaian, kolaborasi ini mengadakan lokakarya pada pameran "Barang Lama Bersemi Kembali" di ASHTA District 8.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengenal Thrifting, Tren Belanja Baju Bekas Impor yang Disebut Kemenparekraf Bisa Ancam Brand Fesyen Lokal

Mengenal Thrifting, Tren Belanja Baju Bekas Impor yang Disebut Kemenparekraf Bisa Ancam Brand Fesyen Lokal

Lifestyle | Selasa, 13 September 2022 | 13:02 WIB

Sedih, 5 Brand Lokal Ini Terdampak Kebakaran Gudang JNE Depok

Sedih, 5 Brand Lokal Ini Terdampak Kebakaran Gudang JNE Depok

Lifestyle | Selasa, 13 September 2022 | 08:43 WIB

Tak Perlu Khawatir Kelaparan, Prancis Punya Gerakan Sosial untuk Kurangi Limbah Makanan

Tak Perlu Khawatir Kelaparan, Prancis Punya Gerakan Sosial untuk Kurangi Limbah Makanan

Lifestyle | Rabu, 07 September 2022 | 14:30 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×