Menyulap Sampah Menjadi Sumber Mata Pencaharian Lewat Program Inclusive Recycling Indonesia

Vania Rossa

Kamis, 22 Juni 2023 | 13:41 WIB
Menyulap Sampah Menjadi Sumber Mata Pencaharian Lewat Program Inclusive Recycling Indonesia
ilustrasi sampah plastik (pixabay/ritaE)

Suara.com - Sampah masih menjadi salah satu permasalahan yang harus dihadapi oleh Indonesia. Berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang dirilis pada tahun 2021, sampah di Indonesia telah mencapai 67,8 juta ton sampah, kemudian naik menjadi 70 juta ton sampah pada 2022.

Dari sekian banyak sampah di atas, sampah plastik masih menjadi kontributor terbesar dalam meningkatnya total keseluruhan jumlah sampah di ranah nasional. Padahal, jika terkelola dengan baik, sampah plastik dapat dimanfaatkan kembali menjadi bahan baku kemasan produk baru ataupun barang lain yang bernilai ekonomi serta dapat menjadi sumber mata pencaharian baru di sektor informal.

Hal inilah yang dilakukan oleh Ibu Wahyuni, 45 tahun, yang telah menjadi pengumpul sampah lebih dari 12 tahun.

“Pekerjaan suami yang tidak menentu, membuat kami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari serta biaya pendidikan anak-anak. Kondisi ini mendorong saya untuk mencari tambahan pemasukan dengan menjadi pengumpul sampah. Meski penghasilannya tidak seberapa dan risiko pekerjaannya tinggi tetap saya tetap lakukan agar keluarga bisa makan dan anak-anak bisa sekolah,” ujar Ibu Wahyuni, mengutip keterangan tertulis.

Tak dapat dipungkiri, pekerjaan sebagai pengumpul sampah menempatkan Bu Wahyuni pada posisi yang sangat rentan. Awal mula bekerja sebagai pengumpul sampah, Ibu Wahyuni mengaku sering sakit, mulai dari gatal-gatal, batuk juga diare. Kondisi itu mungkin terjadi karena ia bersentuhan langsung dengan sampah setiap hari, tanpa menggunakan pelindung.

Namun kini, setelah menjadi salah satu penerima manfaat dalam program Inclusive Recycling Indonesia (IRI), segala risiko di atas dapat diminimalkan. Hal ini karena Ibu Wahyuni telah mendapat pendampingan dan binaan, sehingga lebih mengerti tentang kesehatan.

Dari program IRI ini, Ibu Wahyuni menyadari pentingnya bekerja menggunakan alat pelindung diri sehingga ia dan teman-teman pemulung bisa bekerja dengan aman dan nyaman.

“Pada saat itu, awal mula pandemi Covid-19, banyak sekali informasi kesehatan yang beredar. Saya tidak tahu yang mana yang benar dan bisa dipercaya. Sampai saat tim IRI menghampiri kami menjelaskan cara bekerja yang aman pada masa pandemi dengan ringan dan mudah dipahami. Di saat kami kesulitan untuk mencari masker, karena mahal dan langka, tim IRI memberikan masker untuk kami. Meski sederhana, kami betul-betul merasa terbantu. Selain itu, pada saat kami kesulitan mendapatkan penghasilan di masa pandemi, kami juga rutin mendapatkan bantuan sembako dari tim IRI,” papar Wahyuni.

Selain memberikan pemahaman yang lebih baik dari segi kesehatan, Program IRI juga membantu anggotanya untuk mengatur keuangan dengan baik. Anggotanya juga diajari menyisihkan penghasilan untuk ditabung.

baca juga

“Di lain hari saya merasakan kembali manfaat dari pendampingan IRI, saat itu saya kebingungan untuk membayar biaya sekolah anak saya, saya mencoba mencari pinjaman ke sanak saudara dan kerabat tapi tidak ada yang bisa membantu. Tapi, kemudian saya ingat kalau saya masih punya tabungan rutin yang saya sisihkan setiap minggu. Nah, dengan tabungan itulah saya membayar sekolah anak saya dan membelikan handphone baru untuk keperluan sekolah online anak saya. Rasanya benar-benar terbantu sekali karena anak saya tidak harus putus sekolah.” ungkap Bu Wahyuni.

Program IRI merupakan bagian dari gerakan #BijakBerplastik Danone-AQUA, yang bertujuan untuk meningkatkan pengelolaan plastik, terutama untuk jenis Polyethylene terephthalate (PET), dengan cara meningkatkan produktivitas 10 pelapak besar (waste collection center) yang bergerak dalam bidang pengumpulan sampah botol plastik.

Program ini digagas oleh Danone-AQUA, Danone Ecosystem dan Veolia melalui kerjasama dengan Yayasan Pembangunan Citra Insan Indonesia (YPCII) ini bertujuan untuk meningkatkan pengelolaan sampah berbasis masyarakat di tempat pengelolaan sampah reuse, reduce, recycle (TPS3R) di tingkat desa dan tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST) pada tingkat kecamatan, serta sejumlah lapak yang tersebar di beberapa daerah di Indonesia.

Hingga saat ini, sebanyak 1.045 orang pemulung perempuan telah tercatat sebagai peserta aktif di sejumlah lapak yang tersebar mulai dari Semarang, Jawa Tengah, Malang, Jawa Timur, hingga Palu, Sulawesi Tengah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penerapan Zero Waste: Strategi Hidup Tanpa Sampah

Penerapan Zero Waste: Strategi Hidup Tanpa Sampah

Your Say | Rabu, 21 Juni 2023 | 10:50 WIB

Heboh Persoalan Sampah di Depok, Ridwan Kamil Sebut Solusi Tepat TPPAS Lulut Nambo di Bogor

Heboh Persoalan Sampah di Depok, Ridwan Kamil Sebut Solusi Tepat TPPAS Lulut Nambo di Bogor

Bogor | Selasa, 20 Juni 2023 | 17:56 WIB

Dukung Upaya Penanggulangan Sampah Lewat Penerapan Ekonomi Sirkular

Dukung Upaya Penanggulangan Sampah Lewat Penerapan Ekonomi Sirkular

Bisnis | Selasa, 20 Juni 2023 | 13:45 WIB

Terkini

Enam Karya Gen Z Raih Penghargaan Video Terbaik di Youth Economic Summit 2026

Enam Karya Gen Z Raih Penghargaan Video Terbaik di Youth Economic Summit 2026

Bisnis | Minggu, 08 November 2026 | 01:24 WIB

Dunia Kerja yang Semakin Keras Bukan Ancaman bagi Gen Z

Dunia Kerja yang Semakin Keras Bukan Ancaman bagi Gen Z

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 23:07 WIB

PTUN Batalkan Penggolongan Tarif Air Kalibata City sebagai Rumah Susun Menengah

PTUN Batalkan Penggolongan Tarif Air Kalibata City sebagai Rumah Susun Menengah

News | Sabtu, 07 November 2026 | 22:50 WIB

PDIP Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Perjuangan Bung Karno Lewat Soekarno Run 2026

PDIP Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Perjuangan Bung Karno Lewat Soekarno Run 2026

News | Sabtu, 07 November 2026 | 22:50 WIB

4 Cara Mengecek E-Meterai Asli, Perhatikan Ciri-ciri yang Palsu!

4 Cara Mengecek E-Meterai Asli, Perhatikan Ciri-ciri yang Palsu!

Tekno | Sabtu, 07 November 2026 | 22:50 WIB

Menko Airlangga Klaim Kasus Sadap Presiden Bisa Berdampak ke Ekonomi Negara

Menko Airlangga Klaim Kasus Sadap Presiden Bisa Berdampak ke Ekonomi Negara

Video | Sabtu, 07 November 2026 | 22:45 WIB

Kebakaran di Hall Selatan Stasiun Gambir, KAI Pastikan Perjalanan Kereta Tak Terganggu

Kebakaran di Hall Selatan Stasiun Gambir, KAI Pastikan Perjalanan Kereta Tak Terganggu

News | Sabtu, 07 November 2026 | 22:41 WIB

Cara Membeli E-Meterai Online untuk Persiapan CPNS 2026, Jangan Sampai Kehabisan!

Cara Membeli E-Meterai Online untuk Persiapan CPNS 2026, Jangan Sampai Kehabisan!

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 22:30 WIB

Literasi Keuangan Sumbar Masih 76,6 Persen, Easycash Sasar Mahasiswa dan UMKM

Literasi Keuangan Sumbar Masih 76,6 Persen, Easycash Sasar Mahasiswa dan UMKM

Sumbar | Sabtu, 07 November 2026 | 22:15 WIB

DPP AMPI Tegaskan Soliditas, Tegak Lurus Dukung Kepemimpinan Bahlil Lahadalia di Partai Golkar

DPP AMPI Tegaskan Soliditas, Tegak Lurus Dukung Kepemimpinan Bahlil Lahadalia di Partai Golkar

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 22:07 WIB

×