Produk Orthoxylene Diproduksi di Dalam Negeri, Industri Petrokimia Domestik Mulai Tak Bergantung Impor

Fabiola Febrinastri

Senin, 03 Juli 2023 | 16:15 WIB
Produk Orthoxylene Diproduksi di Dalam Negeri, Industri Petrokimia Domestik Mulai Tak Bergantung Impor
Peluncuran perdana produk Orthoxylene dalam negeri. (Dok: Istimewa)

Suara.com - Produk pertrokimia, Orthoxylene mulai diproduksi secara mandiri di kilang minyak di Tuban, Jawa Timur. Adapun kapasitas produksinya mencapai 50.000 ton per tahun, yang sudah mulai disalurkan Senin, 26 Juni 2023. Produk tersebut disalurkan kepada konsumen strategis domestik, PT Petrowidada.

Orthoxylene merupakan produk derivatif petrokimia, yang dianggap memiliki prospek keuntungan dan keberlanjutan yang menjanjikan. Orthoxylene adalah salah satu valuable produk dari unit 211 aromatic fraksionasi tanpa mengurangi produk Paraxylene.

Direktur Utama PT Pertamina Petrochemical Trading, Deni Febrianto menuturkan Pertamina berkomitmen untuk menyalurkan bahan baku Orthoxylene sebesar 30.000 MT sampai 40.000 MT pada Semester ke-2 tahun 2023 ini kepada PT Petrowidada.

“Dengan ketersediaan produk Orthoxylene dalam negeri, maka Petrowidada akan lepas dari ketergantungan suplai impor, dan akan turut meningkatkan nilai tambah produk derivative-nya sehingga berdampak positif baik bagi Petrowidada, juga konsumen akhir Phthalic Anhydride (PA) mereka, serta masyarakat sekitar,” kata Direktur Utama PT Pertamina Petrochemical Trading, Deni Febrianto.

Sementara itu, Komisaris Utama PT Petrowidada, Bindra Setya Utama, yang hadir dalam peresmian pengapalan perdana menyambut baik pasokan bahan baku domestik ini. Menurutnya, produksi Orthoxylene dalam negeri ini sejalan dengan visi Indonesia Maju yaitu hilirisasi dan industrialisasi sumber daya alam.

“Dengan hilirisasi ini, kami harap ketahanan industri kimia lokal semakin kompetitif, sehingga impor menurun dan TKDN meningkat,” katanya.

PT Petrowidada merupakan perusahaan yang bergerak di industri kimia yang sudah berproduksi sejak 1985. Manajemen Perusahaan ini dikendalikan sepenuhnya oleh pemegang saham baru, yaitu Eber Petrochemical Limited sejak akhir Juli 2021.

PT Petrowidada memiliki kapasitas produksi mencapai 70.000 MT per tahun. Menurut Bindra, kapasitas produksi dari Petrowidada ini sudah mencukupi sebagian besar kebutuhan nasional.

Selain itu, PT Petrowidada juga menjadi satu-satunya penghasil bahan kimia Phthalic Anhydride di Indonesia, sehingga tantangan banjirnya produk PA impor dari negara lain menjadi tantangan terbesar bagi perusahaan yang berada di bawah manajemen Eber Petrochemical Limited ini.

baca juga

Produksi dan penyaluran produk domestik Orthoxylene ini juga mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil Kementerian Perindustrian, Ignatius Warsito. Ia mengatakan, produksi Orthoxylene domestik ini akan mengurangi ketergantungan bahan baku impor, membantu neraca perdagangan Indonesia sekaligus mengamankan rantai pohon industri petrokimia.

Hal senada juga disampaikan peneliti di Alpha Research Database Indonesia, Ferdy Hasiman. 

“Industri dalam negeri akan semakin kuat kalau industri kimia kita menjadi stabil. Ini langkah yang bagus,” katanya.

Industri Petrokimia cukup menjanjikan karena belum banyak pemain yang terlibat. Ia juga menilai, hilirisasi industri Petrokimia tidak akan mendapatkan resistensi seperti hilirisasi di sektor tambang seperti nikel atau batubara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pupuk Kaltim Paparkan Potensi Pengembangan Pabrik Petrokimia di Papua Barat

Pupuk Kaltim Paparkan Potensi Pengembangan Pabrik Petrokimia di Papua Barat

Bisnis | Jum'at, 23 Juni 2023 | 15:50 WIB

Peran Industri Hulu Migas Dalam Pemenuhan Kebutuhan Energi dan Mendorong Industri Petrokimia

Peran Industri Hulu Migas Dalam Pemenuhan Kebutuhan Energi dan Mendorong Industri Petrokimia

Bisnis | Senin, 08 Mei 2023 | 07:05 WIB

Sinergi Chandra Asri dan Krakatau Steel Perkuat Ekosistem Industri Petrokimia

Sinergi Chandra Asri dan Krakatau Steel Perkuat Ekosistem Industri Petrokimia

Bisnis | Senin, 13 Maret 2023 | 07:48 WIB

Maha Karya Rekind di Proyek Gas JTB Mulai Mengalir ke Petrokimia Gresik

Maha Karya Rekind di Proyek Gas JTB Mulai Mengalir ke Petrokimia Gresik

Bisnis | Kamis, 26 Januari 2023 | 07:13 WIB

Subholding Pertamina Mulai Salurkan Gas Bumi Perdana ke Petrokimia Gresik

Subholding Pertamina Mulai Salurkan Gas Bumi Perdana ke Petrokimia Gresik

Bisnis | Kamis, 19 Januari 2023 | 18:06 WIB

Dihadiri Jokowi, Petrokimia Gresik Luncurkan Program Santri Makmur

Dihadiri Jokowi, Petrokimia Gresik Luncurkan Program Santri Makmur

Bisnis | Selasa, 10 Januari 2023 | 14:00 WIB

Terkini

BMW Angkut 50 Kg Sabu Rp50 Miliar Rontok di Bakauheni, 3 Kurir Tergiur Upah Rp300 Juta

BMW Angkut 50 Kg Sabu Rp50 Miliar Rontok di Bakauheni, 3 Kurir Tergiur Upah Rp300 Juta

Lampung | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:22 WIB

Krim Kelly Bisa Jadi Pengganti Foundation? Simak Klaim dan Cara Pakainya

Krim Kelly Bisa Jadi Pengganti Foundation? Simak Klaim dan Cara Pakainya

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:15 WIB

YesssCredit Catat Pembiayaan Rp5 T, Kota Kecil Mulai Jadi Mesin Pertumbuhan

YesssCredit Catat Pembiayaan Rp5 T, Kota Kecil Mulai Jadi Mesin Pertumbuhan

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:15 WIB

Keluarga Eks-Napiter Terjebak Stigma, Deradikalisasi Dinilai Tak Cukup Sasar Pelaku

Keluarga Eks-Napiter Terjebak Stigma, Deradikalisasi Dinilai Tak Cukup Sasar Pelaku

Jogja | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:14 WIB

KY Minta Wewenang Pecat atau Hukum Hakim Nakal Langsung Tanpa Lewat MA

KY Minta Wewenang Pecat atau Hukum Hakim Nakal Langsung Tanpa Lewat MA

Sulsel | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:05 WIB

JPW: Kapolri Baru Tak Berdampak Jika Pekerjaan Rumah Dibiarkan Mangkrak

JPW: Kapolri Baru Tak Berdampak Jika Pekerjaan Rumah Dibiarkan Mangkrak

Jogja | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:02 WIB

Usai Insiden Keamanan, Bitget Tebar 30% Pendapatan Trading

Usai Insiden Keamanan, Bitget Tebar 30% Pendapatan Trading

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Nuzran Joher Pimpin Ombudsman RI, Formasi Lengkap dan Kepercayaan Publik Jadi Ujian

Nuzran Joher Pimpin Ombudsman RI, Formasi Lengkap dan Kepercayaan Publik Jadi Ujian

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Berani Berhenti Sejenak: Mengapa Jeda Penting dalam Proses Bertumbuh?

Berani Berhenti Sejenak: Mengapa Jeda Penting dalam Proses Bertumbuh?

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:00 WIB

TPA Sumompo Manado Kembali Beroperasi Normal Pascakebakaran

TPA Sumompo Manado Kembali Beroperasi Normal Pascakebakaran

Foto | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:00 WIB

×