Elektrifikasi Marine Jadi Solusi Kesejahteraan Nelayan

Iman Firmansyah

Senin, 14 Agustus 2023 | 10:05 WIB
Elektrifikasi Marine Jadi Solusi Kesejahteraan Nelayan
Ilustrasi nelayan tradisional.(pixabay)

Suara.com - Indonesia, sebagai negara kepulauan yang kaya akan sumber daya kelautan, telah menghadapi tantangan dalam industri nelayan. Mayoritas nelayan tinggal di pulau-pulau terpencil dengan akses yang terbatas terhadap bahan bakar minyak (BBM), sumber energi utama.

Kenaikan harga BBM telah menjadi hambatan utama dalam meningkatkan kesejahteraan nelayan. Harga BBM yang tinggi telah memberikan dampak negatif pada ekonomi nelayan Indonesia. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada tahun 2022, mencatat bahwa lebih dari 2 juta nelayan menghadapi kerugian akibat biaya operasional yang tinggi akibat kenaikan harga BBM.

Keterbatasan aksesibilitas ke pulau-pulau terpencil juga menjadi kendala serius dalam memenuhi kebutuhan energi mereka.Produktivitas nelayan yang berdampak lantaran biaya BBM memakan porsi 70% dari total biaya operasional. Turunnya produktivitas dan hasil tangkapan akan meningkatkan harga ikan di pasaran.

Dalam upaya untuk mengatasi masalah ini dan merangsang pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, Electrifying Marine bisa menjadi solusi. Program inovatif ini bertujuan untuk menggantikan penggunaan BBM dengan energi listrik yang lebih efisien dan terjangkau di sektor kelautan dan perikanan.

Direktur Operasional PT Perindo, Fajar Widisasono, menjelaskan Electrifying Marine adalah langkah maju yang sangat penting untuk mendukung sektor perikanan Indonesia. "Dengan melihat tantangan besar yang dihadapi oleh nelayan, perlu mencari solusi yang tidak hanya berdampak positif secara ekonomi, tetapi juga menghormati lingkungan yang kita tinggali," ujarnya.

"Kami yakin bahwa Electrifying Marine akan menciptakan perubahan yang substansial. Ini adalah langkah besar menuju kelautan yang lebih hijau dan berkelanjutan, di mana sektor kelautan Indonesia bisa tampil sebagai pelopor perubahan global,"tambahnya.

Transformasi dari BBM ke energi listrik bukan hanya tentang efisiensi dan biaya, tetapi juga tentang melindungi warisan kelautan Indonesia untuk generasi mendatang. Dengan langkah progresif ini, Electrifying Marine memperlihatkan bagaimana inovasi dan kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan beriringan dengan pertumbuhan ekonomi yang positif.

Fajar menjelaskan dengan melakukan elektrifikasi, nelayan akan mendapatkan manfaat yang signifikan. Mulai meningkatkan pendapatan, karena efisiensi operasional yang lebih baik dan biaya perawatan yang lebih rendah akan mendorong pertumbuhan ekonomi di komunitas nelayan.

"Dengan mengurangi biaya operasional dan meningkatkan pendapatan, nelayan akan merasakan peningkatan kesejahteraan yang signifikan, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Mengadopsi energi listrik sebagai sumber tenaga akan mengurangi dampak lingkungan negatif yang dihasilkan dari pembakaran BBM, membantu melindungi lingkungan laut yang berharga," tuturnya.

baca juga

Program Electrifying Marine juga mendorong pengembangan industri hilir perikanan, seperti pengolahan ikan, pembuatan pakan ikan, atau budidaya ikan. Dengan adanya listrik yang memadai, pelaku usaha perikanan dapat meningkatkan kapasitas produksi, diversifikasi produk, dan memperluas pasar.

Tentu, seperti perubahan revolusioner lainnya, tantangan selalu ada. Menurut Fajar, investasi awal, pendidikan teknologi, dan infrastruktur menjadi beberapa rintangan yang perlu diatasi bersama.

"Setiap tantangan selalu menyimpan peluang? Melihat ke luar negeri, Norwegia, Finlandia hingga China telah memberikan contoh bahwa visi ini bukanlah mimpi. Negara-negara tersebut telah berhasil mengintegrasikan teknologi elektrifikasi dalam sektor industri kelautan dan perikanannya, menunjukkan bahwa kita bisa meraihnya," optimis Fajar.

Dengan kolaborasi berbagai pihak yang melibatkan seluruh stakeholder, sektor kelautan dan perikanan di Indonesia bisa melangkah maju menuju masa depan yang lebih terang dengan program Electrifying Marine. Program ini bukan hanya tentang mengatasi tantangan, tetapi juga tentang membuka peluang baru untuk pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan mensejahterakan nelayan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nelayan di Cilacap Dapat Bantuan Kapal Bertenaga Listrik dan Tambah Penerima Asuransi

Nelayan di Cilacap Dapat Bantuan Kapal Bertenaga Listrik dan Tambah Penerima Asuransi

Bisnis | Senin, 14 Agustus 2023 | 10:47 WIB

KNP Sulsel Beri Edukasi Budi Daya Rumput Laut Bagi Warga di Takalar

KNP Sulsel Beri Edukasi Budi Daya Rumput Laut Bagi Warga di Takalar

Bisnis | Senin, 14 Agustus 2023 | 09:57 WIB

Pukat Trawl Merajalela di Selat Malaka, Nelayan Tradisional Tanjung Balai Mengeluh

Pukat Trawl Merajalela di Selat Malaka, Nelayan Tradisional Tanjung Balai Mengeluh

Sumut | Sabtu, 12 Agustus 2023 | 16:18 WIB

PLN Bantu Perahu Listrik, Nelayan Raja Ampat di Papua Ini Tak Lagi Pusing Biaya BBM

PLN Bantu Perahu Listrik, Nelayan Raja Ampat di Papua Ini Tak Lagi Pusing Biaya BBM

News | Kamis, 10 Agustus 2023 | 19:02 WIB

4 Nelayan Trenggalek Hilang di Perairan Pantai Gladak Tulungagung, Berikut Daftarnya

4 Nelayan Trenggalek Hilang di Perairan Pantai Gladak Tulungagung, Berikut Daftarnya

Jatim | Selasa, 08 Agustus 2023 | 20:15 WIB

Pengembangan Produk Ikan Asin Bantu Istri Para Nelayan di Pangandaran

Pengembangan Produk Ikan Asin Bantu Istri Para Nelayan di Pangandaran

Bisnis | Jum'at, 04 Agustus 2023 | 10:46 WIB

Terkini

5 Cara Memilih Ukuran Sandal Bahan Polimer yang Tepat, Pasti Nyaman di Kaki

5 Cara Memilih Ukuran Sandal Bahan Polimer yang Tepat, Pasti Nyaman di Kaki

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:56 WIB

Pemuda Betawi Pimpin PCNU Kota Tangerang, Sejak Kecil Ditempa di Pesantren

Pemuda Betawi Pimpin PCNU Kota Tangerang, Sejak Kecil Ditempa di Pesantren

Banten | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:49 WIB

Warna Pintu Toko yang Baik Menurut Feng Shui agar Bisnis Lancar, Jangan Salah Pilih

Warna Pintu Toko yang Baik Menurut Feng Shui agar Bisnis Lancar, Jangan Salah Pilih

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:49 WIB

Dampak Kerusakan Akibat Gempa di Pulau Palue NTT

Dampak Kerusakan Akibat Gempa di Pulau Palue NTT

Foto | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:48 WIB

Festival Udin 2026, Merawat Ingatan 30 Tahun Kasus Udin

Festival Udin 2026, Merawat Ingatan 30 Tahun Kasus Udin

Jogja | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:45 WIB

Enam Saksi Pihak Swasta Diperiksa Terkait Korupsi dan TPPU Febrie Adriansyah

Enam Saksi Pihak Swasta Diperiksa Terkait Korupsi dan TPPU Febrie Adriansyah

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:45 WIB

Penuhi Kebutuhan Masyarakat, Mendagri Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Gempa di Pulau Palue

Penuhi Kebutuhan Masyarakat, Mendagri Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Gempa di Pulau Palue

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:44 WIB

Ancaman Delisting WSKT Memang Jadi Risiko Restrukturisasi

Ancaman Delisting WSKT Memang Jadi Risiko Restrukturisasi

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:42 WIB

Diwarnai Ketegangan Dua Kubu, Ribuan Warga Tetap Rebutan Telur Asin & Janur di Sekaten Solo

Diwarnai Ketegangan Dua Kubu, Ribuan Warga Tetap Rebutan Telur Asin & Janur di Sekaten Solo

Surakarta | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:42 WIB

Eiger Nature Megamendung: Pelopor Ekowisata Masa Depan dengan Vibe Swiss di Jantung Bogor

Eiger Nature Megamendung: Pelopor Ekowisata Masa Depan dengan Vibe Swiss di Jantung Bogor

Jabar | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:41 WIB

×