Purwakarta - Nama Purwakarta berasal dari bahasa sunda memilik iarti (purwa = permulaan, karta= ramai/hidup). Kota ini memiliki posisi spesial berada di antara ibu kota negara (Jakarta) dan ibu kota provinsi Jawa Barat (Bandung).
Purwakarta menjadi lumbung beras dan teh, serta pernah dijadikan basis logistik Kerajaan Mataram saat penyerangan VOC ke Batavia pada abad ke-18.
Di Purwakarta, ada sebuah Gedung Negara yang digunakan sebagai kantor bupati. Posisi gedung berhadapan langsung dengan alun-alun yang ditaksir para sejarawan dibangun di masa bersamaan.
Gedung Negara dan pendopo di bagian depannya, dibangun pada 1831. Sejarahnya, Purwakarta mula-mula merupakan bagian dari Kabupaten Karawang sejak era VOC pada 1630.
Purwakarta dijadikan sebagai pusat ibu kota Kabupaten Karawang baru pada 1831 berdasarkan keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda pada 20 Juli.
Dahulu, Purwakarta belum populer seperti sekarang, masyarakat lebih mengenal daerah ini dengan nama Sindangkasih, sebuah perkampungan yang saat ini pun masih ada tak jauh dari pusat kota.
Dalam sejarah tutur, nama Sindangkasih diambil dari peristiwa pencarian lokasi pemerintahan baru oleh bupati Karawang saat itu, RA Suriawinata, pada 1830.
Di tempat inilah, bupati mendapat perlakuan hangat dari pemukim yang telah ada sebelumnya. Dalam bahasa Sunda, sindang berarti mampir, dan kasih berarti asih, cinta, dan sayang.***
Baca Juga: Pulang Dari Arab Saudi, Semua Jemaah Haji Purwakarta Negatif Covid-19