Qushay bin Kilab dilahirkan pada tahun 400 M, nama aslinya adalah Zaid. Ia digelari Mujammi (pemersatu) karena berhasil menyatukan kabilah-kabilah Quraisy di Mekah.
Sebelumnya, kabilah ini tinggal terpisah-pisah, mereka membentuk koloni-koloni kecil di puncak-puncak bukit. Kekuatan mereka pudar. Terpojok oleh orang-orang Khuza’ah.
Kemudian Qushay bin Kilab himpun anak keturunan Fihr ini. Lalu menjadi kekuatan baru di Mekah yang menandingi Khuza’ah. Pencapaian yang tidak mungkin dilakukan kecuali oleh orang yang memiliki jiwa yang teguh dan tekad yang kuat.
Setelah mengembalikan kekuasaan putra-putra Nabi Ismail atas Kota Mekah, Qushay melakukan reformasi di tanah suci itu. Ia tercatat sebagai orang pertama yang melakukan perbaikan Ka’bah setelah Nabi Ibrahim.
Qushay membuat menajemen tanah suci. Ia membuat Hijabah yang mengatur pergantian kiswah. Ada Siqayah yang bertugas memberi minum untuk jamaah haji. Dan ada Rifadah yang bertugas menyediakan makanan untuk tamu-tamu Allah itu.
Lalu ia membuat Nadwah sebagai dewan syura. Semua permasalahan masyarakat dimusyawarahkan di rumahnya. Demikian juga dengan masalah akad pernikahan dan permasalahan pertempuran. Rumahnya ibarat Gedung serbaguna tempat pertemuan orang-orang Arab.
Ada yang mengtakan, ia dilaqobi dengan Qushay karena terpisah jauh dengan keluarga dan kampung halamannya. Setelah ayahnya wafat, ia berkelana menuju Syam.
Karena itu, Hudzafah bin Ghanam mengatakan, “Ayah kalian (orang-orang Quraisy) yang bernama Qushay disebut sebagai pemersatu. Dengan perantara dirinya, Allah satukan kabilah-kabilah dari keturunan Fihr.”
Saat menjelang wafat, Qushay bin Kilab melarang anak-anaknya untuk menenggak khamr. Karena ia tahu persis mudharatnya. Dan yang pertama ia perhatikan adalah orang-orang terdekatnya. Qushay wafat pada tahun 480 M. Usianya saat itu 80 tahun.(*)
Baca Juga: Untuk Para Suami! Gaulilah Istrimu Sesuai Hak dan Kewajibanmu