JAKARTA – Dalam beberapa hari terakhir, pengguna internet digegerkan dengan kebocoran data, mulai data pelanggan PLN hingga pengguna IndiHome. Kini, giliran data pribadi dan proyek agen intelijen Badan Intelijen Negara (BIN) yang diduga bocor.
Kebocoran data agen intelijen ini pertama kali diunggah akun Twitter @Vidyanbanizian. Dalam unggahannya, akun tersebut menyebut data BIN yang bocor berasal dari Deputi Intelijen Luar Negeri.
Data itu, menurutnya berasal dari tahun 2020 dan meliputi nama, pangkat, unit, dan lokasi agen intelijen.
Tak hanya BIN, disebutkan kebocoran data juga terjadi di lingkungan kepolisian. Akun yang sama menyebut data yang bocor meliputi KTP, ijazah, kartu keluarga, akte kelahiran, dan pas foto.
Namun dugaan kebocoran BIN langsung dibantah lembaga intelijen negara tersebut. Malalui juru bicaranya, BIN membantah ada kebocoran di database BIN.
Menurut Juru Bicara BIN, Wawan Hari Purwanto, hingga saat ini data yang dimiliki BIN tetap aman. Ia menegaskan, kabar kebocoran data BIN itu bohong atau hoaks.
"Hoaks itu. Data BIN aman-aman saja," kata Wawan dikutip dari CNNIndonesia.com, Minggu (21/8).
Namun demikian, Wawan tak memberi penjelasan lebih lanjut mengenai dugaan kebocoran data BIN. Dia juga belum mengungkap langkah BIN untuk merespons hoaks tersebut. (*)
Baca Juga: Respons Polri soal Isu Jenderal Bintang Dua Diperiksa Kasus Brigadir J