Selat Hormuz Bisa Dibuka Sebelum Pertemuan AS dan Iran di Pakistan

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Kamis, 09 April 2026 | 06:16 WIB
Selat Hormuz Bisa Dibuka Sebelum Pertemuan AS dan Iran di Pakistan
Selat Hormuz
  • Iran berencana membuka Selat Hormuz jika kesepakatan damai dengan Amerika Serikat tercapai.

  • Fasilitas kilang minyak di Pulau Lavan terbakar akibat serangan namun tidak ada korban.

  • Rusia mendukung gencatan senjata meskipun mengkritik kelemahan koordinasi militer NATO dan Barat.

Suara.com - Kabar segar muncul dari Teheran mengenai peluang normalisasi jalur perdagangan energi dunia yang sempat terhenti akibat konflik.

Seorang pejabat tinggi Iran memberikan bocoran kepada Reuters bahwa Selat Hormuz berpotensi kembali beroperasi normal secepatnya.

Keputusan krusial tersebut direncanakan akan dieksekusi pada hari Kamis atau Jumat mendatang sesuai perkembangan situasi keamanan.

Pembukaan jalur air strategis ini sangat bergantung pada tercapainya kerangka kerja gencatan senjata dengan Amerika Serikat.

Langkah diplomasi ini dijadwalkan akan dibahas lebih lanjut dalam pertemuan bilateral kedua negara di Pakistan.

Selama periode perang berlangsung, pemblokiran Selat Hormuz telah memicu guncangan hebat pada stabilitas pasar minyak mentah.

Dampak negatif tersebut tidak hanya dirasakan oleh negara kawasan, tetapi juga merusak tatanan pasokan gas internasional.

Sebagai bagian dari komitmen perdamaian, Teheran sepakat untuk menjamin keamanan setiap kapal yang melintasi jalur tersebut.

Proses teknis pembukaan kembali wilayah perairan ini nantinya akan dikawal ketat oleh koordinasi internal militer Iran.

Di tengah kabar baik mengenai jalur laut, insiden kebakaran dilaporkan melanda infrastruktur energi milik pemerintah Iran.

Perusahaan Pengolahan dan Distribusi Minyak Nasional Iran mengonfirmasi adanya serangan terhadap fasilitas kilang di Pulau Lavan.

Peristiwa yang mengejutkan tersebut terjadi pada pagi hari tadi sekitar pukul 06:30 waktu GMT menurut laporan resmi.

Pihak otoritas segera bergerak cepat untuk memitigasi kerusakan yang lebih luas di area kilang minyak tersebut.

“Tim keamanan dan pemadam kebakaran sedang mengendalikan dan memadamkan api serta mengamankan fasilitas,” kata pernyataan perusahaan yang dimuat kantor berita Mehr.

Meskipun api sempat berkobar di area fasilitas vital, tidak ada laporan mengenai adanya pekerja yang menjadi korban.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

1,2 Juta Warga Lebanon Jadi Korban Serangan Membabi Buta Israel

1,2 Juta Warga Lebanon Jadi Korban Serangan Membabi Buta Israel

News | Kamis, 09 April 2026 | 06:09 WIB

Trump Klaim Menang Telak di Iran Saat Gencatan Senjata Mulai Berlaku Bagi Militer Amerika Serikat

Trump Klaim Menang Telak di Iran Saat Gencatan Senjata Mulai Berlaku Bagi Militer Amerika Serikat

News | Kamis, 09 April 2026 | 05:45 WIB

China Veto Resolusi Selat Hormuz Karena Ogah Legalkan Aksi Militer Ilegal AS dan Israel

China Veto Resolusi Selat Hormuz Karena Ogah Legalkan Aksi Militer Ilegal AS dan Israel

News | Kamis, 09 April 2026 | 05:39 WIB

Terkini

1,2 Juta Warga Lebanon Jadi Korban Serangan Membabi Buta Israel

1,2 Juta Warga Lebanon Jadi Korban Serangan Membabi Buta Israel

News | Kamis, 09 April 2026 | 06:09 WIB

Investasi untuk Anak Cucu Lewat Mangrove, Cara Warga Pesisir Lombok Timur Cegah Banjir Rob

Investasi untuk Anak Cucu Lewat Mangrove, Cara Warga Pesisir Lombok Timur Cegah Banjir Rob

News | Kamis, 09 April 2026 | 06:05 WIB

Siapa Sadiq al-Nabulsi? Tokoh Islam Terpandang Lebanon Tewas dalam Serangan Israel

Siapa Sadiq al-Nabulsi? Tokoh Islam Terpandang Lebanon Tewas dalam Serangan Israel

News | Kamis, 09 April 2026 | 06:02 WIB

Kapan TNI Ditarik dari Pasukan Perdamaian PBB di UNIFIL?

Kapan TNI Ditarik dari Pasukan Perdamaian PBB di UNIFIL?

News | Kamis, 09 April 2026 | 05:53 WIB

Trump Klaim Menang Telak di Iran Saat Gencatan Senjata Mulai Berlaku Bagi Militer Amerika Serikat

Trump Klaim Menang Telak di Iran Saat Gencatan Senjata Mulai Berlaku Bagi Militer Amerika Serikat

News | Kamis, 09 April 2026 | 05:45 WIB

China Veto Resolusi Selat Hormuz Karena Ogah Legalkan Aksi Militer Ilegal AS dan Israel

China Veto Resolusi Selat Hormuz Karena Ogah Legalkan Aksi Militer Ilegal AS dan Israel

News | Kamis, 09 April 2026 | 05:39 WIB

Wamen PPPA Soroti Lingkaran Setan Kemiskinan Akibat 'Banyak Anak Banyak Rezeki'

Wamen PPPA Soroti Lingkaran Setan Kemiskinan Akibat 'Banyak Anak Banyak Rezeki'

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:27 WIB

Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS

Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:23 WIB

Isu Perombakan Kabinet, Sekjen Partai Golkar Berharap Tidak Ada Kadernya yang Terkena Reshuffle

Isu Perombakan Kabinet, Sekjen Partai Golkar Berharap Tidak Ada Kadernya yang Terkena Reshuffle

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:17 WIB

Prabowo Targetkan 3 Tahun Lagi Indonesia Bebas Sampah: Kita Punya Teknologi Buatan Sendiri

Prabowo Targetkan 3 Tahun Lagi Indonesia Bebas Sampah: Kita Punya Teknologi Buatan Sendiri

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:15 WIB