PURWASUKA - Gempa bumi M 6,1 di Mentawai kini sedang jadi perbicangan publik. Diketahui, becana alam ini bisa membuat sejumlah bangunan rusak.
Untuk meminimalisir bagunan rusak akibat gempa bumi, ada sejumlah cara yang bisa kalian lakukan. Salah satunya dengan mengetahui cara membuat pondasi rumah anti gempa.
Lantas, bagaimana cara membuat pondasi rumah anti gempa? Simak Ini;
Dikutip dari laman antigempa.com, inilah cara membuat pondasi anti gempa yang tepat dan kuat.
Sebelum memulai membangun pondasi anti gempa, ada beberapa hal yang perlu Anda pahami dan persiapan agar prosesnya lancar.
Beberapa hal yang perlu dipahami tersebut yaitu:
- Galilah tanah kira-kira sedalam 70 cm kemudian buatlah dinding tanah dalam posisi miring dengan perbandingan 5:1 agar tanah dapat menahan dengan kokoh.
- Lapisi bagian dasar galian dengan timbunan pasir sedalam 10 cm.
- Dalam membuat pondasi, usahakan tingginya mencapai 45 hingga 60 cm.
- Jika pondasi dibuat dengan batu kali, maka campurannya harus dibuat dengan perbandingan 1 semen : 4 pasir.
- Bila membuat pondasi menerus, sloof harus dibuat setiap 1,5 m dengan tulang baja berdiameter 12 mm.
- Terakhir, letakkan sloof atau balok pondasi di atas pondasi agar tumpuan bebannya lebih merata. Slof harus dibuat dari 1 semen : 2 pasir : 3 kerikil dan air setengah dari volume semen.
Cara Membuat Pondasi Rumah Anti Gempa
1. Bangun Pondasi Anti Gempa di Tanah yang Keras - Agar bangunan tetap stabil dan kuat, maka pondasi harus dibuat di atas tanah yang keras dan kokoh.
Alasannya, fungsi utama pondasi adalah untuk mengalirkan beban bangunan ke tanah di sekitarnay, sehingga bangunan tetap dapat bertahan dengan baik.
2. Tanam Pondasi Anti Gempa Cukup Dalam - Pada umumnya pondasi anti gempa menggunakan sistem pondasi batu kali menerus yang dapat menghubungkan pondasi dengan sloof.
Agar makin kuat, letakkan pondasi batu kali minimal pada kedalaman 45 cm dari permukaan tanah untuk bangunan rumah yang terdiri dari satu lantai.
Sedangkan untuk rumah dua lantai, posisikan pondasi sekurang-kurangnya pada kedalaman 60 cm dari permukaan tanah agar lebih kuat.
Agar daya tahannya lebih terjamin, Anda juga bisa menambahkan pondasi telapak atau pondasi sumuran pada beberapa lokasi pondasi tertentu.
3. Pondasi Anti Gempa Dibuat Menerus - Kunci rumah agar tahan gempa yaitu pondasi anti gempa harus dibuat dengan cara menerus tanpa terputus.
4. Buatlah Balok Pengikat Pondasi Anti Gempa - Jika pondasi batu telah selesai dibuat, langkah selanjutnya adalah membuat sloof atau balok pengikat pondasi yang terbuat dari bahan beton.
Fungsi utama sloof adalah untuk mengalirkan beban bangunan ke seluruh badan pondasi secara merata. Penggunaan sloof ini juga tidak hanya diaplikasikan pada pondasi menerus, namun juga digunakan pada pondasi setempat.
Dalam pondasi batu kali, pastikan sloof tetap kokoh di atas pondasi dengan cara mengikat badan sloof dengan angker sepanjang setengah meter.
5. Ikat Pondasi, Sloof, dan Kolom Satu Sama Lainnya
pondasi anti gempa - Langkah terakhir untuk membuat pondasi anti gempa adalah mengikat keseluruhan bagian pondasi, sloof dan kolom menjadi satu.
Pastikan semua bagian tersebut terikat dengan kokoh dan terintegrasi dengan baik terutama pada bagian pembesiannya.
Langkah ini sangat penting karena apabila semua bagian terikat dan terintegrasi dengan baik, ketika gempa terjadi getarannya dapat disebarkan secara merata.
Getaran gempa akan terdistribusi dengan baik ke seluruh bagian bangunan dan bagian konstruksi lainnya dan bangunan tidak akan roboh.***