Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) akan terus berkembang dari waktu ke waktu, hal ini membuka peluang baru bagi para peneliti maupun ahli teknologi untuk mengembangkan kendaraan dengan bahan bakar energi terbarukan.
Salah satunya adalah diciptakannya kendaraan dengan energi tenaga surya. Kendaraan ini merupakan paduan antara industri otomotif dengan teknologi energi terbarukan.
Keduanya bisa menghasilkan konsep kendaraan yang ramah lingkungan, sekaligus tetap mengutamakan fungsi utama bagi penggunaannya.
Mengingat masalah lingkungan menjadi tantangan besar bagi para industri otomotif saat ini. Seperti polusi yang mencemari udara di seluruh dunia. Karena itu, inovasi teknologi baru muncul memberi solusi dalam menjawab permasalahan tersebut.
Tak hanya itu, permasalahan lainnya adalah meningkatnya konsumsi minyak bumi untuk bahan bakar kendaraan. Sementara, minyak adalah energi yang tidak bisa diperbaharui.
Penggunaan minyak bumi yang berlebihan dapat mengancam ketersediaan energi setiap saat, dan setiap tahun semakin menipis. Karena itu, penciptaan mobil tenaga surya menjadi salah satu solusi yang patut diutamakan.
Mobil tenaga surya hampir sama dengan jenis mobil listrik. Hanya saja, kendaraan mobil tenaga surya lebih khusus (spesifik) menggunakan energi matahari sebagai sumber tenaganya.
Salah satunya adalah produk mobil tenaga surya dari Belanda, Lightyear 0 namanya, mobil tenaga surya ini mampu melaju dalam jarak 70 kilometer dalam satu hari pengisian baterai dengan tenaga sinar matahari.
Mobil sedan ini juga mampu melaju sejauh 11 ribu kilometer dalam satu tahun, hal itu terhitung apabila penggunanya memanfaatkan tenaga surya dalam setiap harinya. Luar biasa bukan!.(*)
Baca Juga: Tolak Kenaikan Harga BBM, Mahasiswa PMMI Bakal Geruduk Istana Negara Siang Nanti