PURWASUKA - Polri masih menyelidiki kasus gagal ginjal akut yang dialami oleh sejumlah anak di Tanah Air. Diduga, penyebab utama kasus ini karena efek obat sirop yang mengandung zat kimia berbahaya.
Penyakit gagal ginjal akut pada anak ini bahkan jumlahnya lebih dari 200 kasus yang tersebar di 26 provinsi. Tak hanya itu, kasus ini pun menimbulkan korban jiwa anak-anak.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, pihaknya sudah menerima sampel pasien yang menderita penyakit ini. Hingga kini, Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polri masih mempelajari sampel tersebut.
Adapun sampel yang sedang diteliti mulai dari obat yang diminum, darah dan urine, serta rekam medis dokter yang merawat pasien tersebut.
“Iya, sampai saat ini kita masih lakukan proses penyelidikan, antara BPOM, Kemenkes, dan penyidik masih mempelajari hasil sampel dari laboratorium di seluruh Indonesia yang ada pasien gagal ginjal. Ini terus kami lakukan,” katanya, Senin (31/10/2022).
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat kasus ini per tanggal 24 Oktober, ada 245 kasus gagal ginjal akut yang terjadi di 26 wilayah di Indonesia, dengan rincian 141 pasien meninggal dunia, 66 pasien dirawat, dan 38 pasien sembuh.
Dedi menjelaskan, sampel pasien gagal ginjal akut yang dikumpulkan oleh tim gabungan akan dibawa ke Jakarta untuk diuji di Labfor Polri untuk menelusuri penyebab gagal ginjal yang dialami oleh pasien.
“Setiap daerah berbeda-beda kasusnya, makanya empat sampel itu dikumpulkan semua dibawa ke Jakarta untuk diteliti. Setelah itu dianalisis dan dirapatkan dengan para ahli, baru nanti dibuat suatu kesimpulan,” pungkasnya melansir dari PMJNews.com