PURWASUKA - Mungkin semua kuliner sate maranggi terlihat sama. Tetapi di setiap tangan juru masak, kuliner yang identik dengan daging ini memiliki rasa yang berbeda-beda. Contohnya sate legendaris Sate Maranggi Masakan Karuhun (Maskar) Ajib di Kabupaten Purwakarta.
Sate maranggi yang dirintis almarhum Rd Moch Najib Sirodj atau akrab disapa Bah Ajib itu berlokasi di Jalan Mr. Dr. Kusumahatmaja No.03, Kelurahan Cipaisan, Kabupaten Purwakarta.
Warung sate ini sudah ada sejak 36 tahun lalu. Resep sate kambing dan sapi ini sudah turun temurun, dan kini merupakan generasi kedua. Rasanya yang khas membuat sate ini digemari hingga berpuluh-puluh tahun.
Adapun cara memasaknya, daging yang masih mentah dibaluri bumbu. Kemudian dibakar di atas bara api arang. Hanya menunggu sekitar 5 menit sate sudah siap saji.
Bau harum menyeruak saat menu ini dihidangkan. Apalagi dipadukan dengan bumbu racikan khus yang dilumurkan lagi setelah daging matang.
Sate Maranggi Ajib lebih concern terhadap penyerapan bumbu baik sebelum maupun sesudah dibakar, sehingga rasa dagingnya menjadi berbeda karena cenderung basah karena bumbu.
Tak hanya sate, sop sumsum dengan bahan dasar sumsum sapi pilihan racikan warga asli Kabupaten Purwakarta ini juga menjadi menu favorit pelanggannya.
Pemilik sate 'Maskar Ajib', Nenden yunita mengatakan, usaha sate ini digagas oleh ayahnya, pada Tahun 1986 lalu, dengan nama sate 'ajib'.
Sekitar Tahun 2021, di usia 68 tahun orang tuanya meninggal dunia, akhirnya dia yang harus melanjutkan usaha tersebut.
Baca Juga: Tak Ingin Terburu-buru Melangkah ke Jenjang Pernikahan Bersama Rino Soedarjo, Gisel: Doain Aja
"Warung sate ini diberi nama sate ajib yang berdiri dari tahun 1986. Kemudian pada tahun 2015 namanya berganti jadi Sate Maskar Ajib. Saya melanjutkan usaha orang tua ini. Alhamdulillah saat itu sudah banyak pelanggan," katanya, Sabtu (12/11/2022).
Ia menegaskan, meski banyak yang jualan sate maranggi, namun bumbu racikan sate mereka berbeda satu sama lain.
Nenden mengatakan, selama dididik berjualan sate oleh mendiang ayahnya sejak akhir tahun 1990-an, mereka diwarisi nilai berharga. “Bumbu, benda, tapi kualitas daging, selalu senyum dan jujur sama pelanggan, tetap sama,” ungkap wanita kelahiran Kabupaten Karawang, mengenang pesan mendiang ayahnya.
Perempuan berusia 41 tahun itu merasa senang, karena pelanggannya tetap setia mendatangi warung sate maranggi Maskar Ajib.
"Pembeli atau pelanggan sate maranggi Maskar Ajib, datang dari generasi ke generasi. Mulai dari anak remaja, hingga generasi dewasa atau para orang tua, yang sudah merasakan lezatnya sate Maranggi Maskar Ajib. Bahkan mereka seringkali datang bersama keluarga," ungkap Nenden.
Sementara salah seorang pelanggan, Dijah (26) warga Pondoksalam mengaku sejak duduk di bangku sekolah dasar menjadi penikmat sate maranggi 'Maskar Ajib"
"Dulu di sini langganan Kakek dan bapak, waktu itu diajak Bapak. Biasanya sekeluarga makan di sini. Cerita bapak, dulu Sate Maranggi Maskar Ajib ini jualanya keliling di Pasar Rebo dan Pasar Jumat. Tapi sekarang udah menetap di dekat alun-alun Purwakarta. Satenya enak dan bede dari maranggi yang ada di Purwakarta," katanya.