Kasus Stunting di Purwakarta Capai 20,06 Persen, Pemkab Bentuk Tim Ini Untuk...

Purwasuka

Senin, 14 November 2022 | 12:08 WIB
Kasus Stunting di Purwakarta Capai 20,06 Persen, Pemkab Bentuk Tim Ini Untuk...
Ilustrasi kasus balita stunting di Purwakarta. (Freepik.com)

PURWASUKA - Sebanyak 1.361 atau 20,06 persen balita di Kabupaten Purwakarta mengalami stunting. Stunting adalah kondisi ketika tinggi badan anak lebih pendek daripada standar usianya akibat kekurangan gizi jangka panjang.

Maka dari itu, Pemkab Purwakarta membentuk Tim Audit Kasus Stunting (AKS) untuk mengakselerasi penanganan masalah ini.

Kepala Bidang Pembangunan dan Ketahanan Keluarga, pada Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Purwakarta, Yani Swakotama, mengatakan jumlah anak balita yang mengalami stunting saat ini ada sekitar 1.361 anak. Angka itu berdasarkan Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021.

"Prevalensi stunting di Kabupaten Purwakarta telah menunjukkan penurunan yang signifikan, yaitu dari 23,42 persen di tahun 2019 menjadi 20,6 persen tahun 2021," katanya Senin (14/11/2022).

Sampai saat ini, lanjut dia, stunting masih menjadi prioritas permasalahan yang perlu ditangani dimana pemerintah menargetkan prevalensi penurunan stunting sebesar 14 persen di tahun 2024.

"Tetapi tetap upaya kami mencapai zero stunting. Jika dilihat dari prevalensi stunting berdasarkan hasil Bulan Penimbangan Balita (BPB) tahun 2021 sebesar 5,8 persen dan menurun pada tahun 2022 sebesar 3 persen. Angka tersebut menunjukkan bahwa upaya-upaya penurunan stunting di Kabupaten Purwakarta membuahkan hasil yang sangat optimal dengan penurunan diangka 1,8 persen," tegas Yani. 

Yani menambahkan dalam mempercepat penangan stunting, pihaknya telah mengerahkan, 2.304 Tim Pendamping Keluarga upaya pencegahan dini sebagai penanggulangan stunting.

"Pendamping keluarga ini akan memberi sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mulai dari edukasi prakonsepsi untuk calon pengantin. Saat ini memang kita berfokus pada remaja dan 1.000 hari pertama kehidupan," ungkap Yani. 

Kata dia, penurunan stunting penting dilakukan sedini mungkin untuk menghindari dampak panjang yang merugikan seperti terhambatnya tumbuh kembang anak.

baca juga

"Pasalnya, stunting juga mempengaruhi perkembangan otak sehingga tingkat kecerdasan anak tidak maksimal," sebut Yani. 

Hal ini, sambung Yani, beresiko menurunkan produktivitas pada saat dewasa nanti. Stunting juga menjadikan anak lebih rentan terhadap penyakit. Anak stunting beresiko lebih tinggi menderita penyakit kronis saat masa dewasa.

"Oleh karena itu, penurunan stunting memerlukan intervensi yang terpadu, mencakup intervensi gizi spesifik untuk mengatasi penyeban langsung dan intervensi gizi sensitive untuk mengatasi penyebab tidak langsung. Selain itu diperlukan prasyarat pendukung yang mencakup komitmen politik dan kebijakan untuk pelaksanaan, keterlibatan pemerintah dan lintas sektor dan diperlukan pendekatan yang menyeluruh, mulai dari tingkat kabupaten sampai ke desa," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pemotor Tewas Tertabrak Mobil di Kiarapedes Purwakarta, Diduga Karena Gagal Menyalip

Pemotor Tewas Tertabrak Mobil di Kiarapedes Purwakarta, Diduga Karena Gagal Menyalip

Purwasuka | Senin, 14 November 2022 | 12:03 WIB

Program BASS Bobby Nasution Dukung Penurunan Stunting, Terus Perkuat Pencegahan

Program BASS Bobby Nasution Dukung Penurunan Stunting, Terus Perkuat Pencegahan

Sumut | Senin, 14 November 2022 | 06:05 WIB

Anak Berpostur Pendek Bukan Berarti Stunting, Ini Cara Membedakannya

Anak Berpostur Pendek Bukan Berarti Stunting, Ini Cara Membedakannya

Jawa Tengah | Senin, 14 November 2022 | 06:10 WIB

Terkini

Hari Jadi ke-81 Jateng: Ekonomi Makin Gemilang, Angka Kemiskinan Terus Berkurang

Hari Jadi ke-81 Jateng: Ekonomi Makin Gemilang, Angka Kemiskinan Terus Berkurang

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:45 WIB

Motor Bensin Bisa Ditukar Motor Listrik? Pemerintah Mulai Matangkan Skema Trade-In

Motor Bensin Bisa Ditukar Motor Listrik? Pemerintah Mulai Matangkan Skema Trade-In

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:41 WIB

Jangan Coba Intervensi! KPK Pasang Badan untuk Saksi Kasus Bea Cukai yang Diintimidasi

Jangan Coba Intervensi! KPK Pasang Badan untuk Saksi Kasus Bea Cukai yang Diintimidasi

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:39 WIB

7 Sepeda Lipat Murah yang Bagus untuk Harian, Gesit dan Mudah Perawatan

7 Sepeda Lipat Murah yang Bagus untuk Harian, Gesit dan Mudah Perawatan

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:36 WIB

Posisi Feng Shui Pintu Kamar Saling Berhadapan Bahaya dan Cara Mengatasinya

Posisi Feng Shui Pintu Kamar Saling Berhadapan Bahaya dan Cara Mengatasinya

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:35 WIB

Pesta Rasa Nusantara: Jelajah Kuliner Indonesia dari Bali hingga Cirebon

Pesta Rasa Nusantara: Jelajah Kuliner Indonesia dari Bali hingga Cirebon

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:33 WIB

Vivo X500 Pro Max Siap Bikin Fotografi Ponsel Makin Gila, Bawa Kamera 200MP

Vivo X500 Pro Max Siap Bikin Fotografi Ponsel Makin Gila, Bawa Kamera 200MP

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:30 WIB

Elkan Baggott Resmi Masuk Skuad Millwall di Liga Inggris, Timnas Indonesia Naik Kelas

Elkan Baggott Resmi Masuk Skuad Millwall di Liga Inggris, Timnas Indonesia Naik Kelas

Bola | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:25 WIB

Bagaimana Cara Melaksanakan Shalat Dhuha dengan Benar?

Bagaimana Cara Melaksanakan Shalat Dhuha dengan Benar?

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:25 WIB

Clareesya RoBoKop Minta Maaf Unggah Foto Gaya Takbir Picu Polemik Isu Penistaan Agama

Clareesya RoBoKop Minta Maaf Unggah Foto Gaya Takbir Picu Polemik Isu Penistaan Agama

Entertainment | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:19 WIB

×