PURWASUKA - Mulai Januari 2023 mendatang enam kawasan wisata yang dikelola Pemerintah Kabupaten Purwakarta akan dikenakan biaya tarif masuk atau retribusi. Hal ini dikatakan Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Purwakarta, Acep Yulimulya.
Acep mengatakan, keenam kawasan wisata tersebut yakni Taman Air Mancur Sri Baduga, Diorama Nusantara, Bale Panyawangan Purwakarta, Bale Indung Rahayu, Galeri Wayang dan Taman Surawisesa.
Sebelumnya, lanjut dia keenam kawasan wisata tersebut selama bertahun-tahun tidak ada biaya tarif masuk. Namun untuk tarif masuk pada Januari 2023 mendatang akan dibagi ke dalam dua kelas.
Kelas satu tarif masuknya sebesar Rp15 ribu dan kelas dua sebesar Rp10 ribu. Sedangkan untuk lima destinasi lainnya yang dikelola Pemkab, retribusinya sama, tiket masuknya untuk dewasa Rp5 ribu dan tarif untuk anak-anak usia di bawah enam tahun Rp3 ribu.
Menurut dia, besaran tarif atau retribusi tersebut telah diatur melalui Peraturan Daerah (Perda) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga.
"Retribusi tempat rekreasi dan olahraga merupakan salah satu jenis retribusi jasa usaha yang dipungut oleh pemerintah daerah pada saat memberikan pelayanan tempat tersebut kepada pribadi atau badan sebagai salah satu sumber PAD," terang Acep melansir dari Antara.
Dia mengatakan, Pemkab Purwakarta telah mengembangkan layanan kepariwisataan berbasis teknologi yang dinamakan Sistem Informasi pariwisata Purwakarta terintegrasi (Sipinter Berisi).
Pihaknya sengaja membuat aplikasi tersebut guna memudahkan masyarakat. Terutama, bagi mereka yang membutuhkan informasi mengenai kepariwisataan di wilayah kerjanya.
"Saat ini, semua informasi mengenai kepariwisataan di Purwakarta bisa diakses melalui alat khusus menyerupai smartphone besar yang disimpan di beberapa area publik," ujarnya.
Baca Juga: Lantunan Ayat Suci Al Quran Bergema di Pembukaan Piala Dunia 2022, Ini Makna Ayatnya
Acep menambahkan, program ini merupakan pelengkap dari layananan Sampurasun Purwakarta atau aplikasi android yang telah diluncurkan sebelumnya. Bedanya, jika Sampurasun Purwakarta adalah sebuah aplikasi yang diakses melalui smartphone, untuk Sipintar Berisi itu merupakan bentuk fisik dari layanan kepariwisataan.