PURWASUKA – Pasca gempa berkekuatan 5,6 magnitudo yang melanda Kabupaten Cianjur, para pengungsi di sejumlah kecamatan butuh bantuan makanan, vitamin, minuman dan keperluan lainnya saat malam hari mengungsi, Selasa (22/11/2022).
Diketahui, beberapa titik lokasi para pengungsi rela memilih menjauh dari bangunan rumah untuk tidur di tenda bersama keluarga.
Seperti yang dilakukan Yana (50) warga Kampung Warungkiara, Desa Sukamaju, berharap adanya bantuan dari pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten pasca gempa bumi yang memporak-porandakan.
"Bahkan harta benda milik kami hancur tak tersisa," katanya.
Lebih lanjut Yana menerangkan, warga tidur di tempat terbuka (fasilitas umum) semisal lapangan dan halaman rumah. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya gempa susulan.
"Ada juga yang gak tidur semalam pada gadang. Pasalnya khawatir ada gempa susulan," katanya.
Sementara itu, terpantau di sejumlah lokasi posko pengungsian darurat para pengungsi banyak yang membawa anaknya untuk tidur di karpet atau tikar dibalut selimut.
"Meskipun kedinginan dihempas angin malam itu menusuk sampai dalam tulang terasa," kata Dase (42) pengungsi asal Kampung Cageundang, Desa Sukamaju.
Sementara itu, Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengimbau warga untuk tetap berada di luar rumah ketika malam hari sebagai langkah antisipasi apabila terjadi gempa susulan.
"Kita sama-sama tidak berharap ada kejadian serupa. Tapi untuk lebih aman, sebaiknya berada di luar rumah saat malam hari. Karna jika tidak terbangun saat gempa, bisa bahaya," ucapnya.
Pihaknya juga telah mengirimkan bantuan berupa tenda untuk para pengungsi yang terkena dampak bencana alam ini.
"Kita juga sudah kirimkan bantuan berupa tenda untuk para pengungsi, dan warga di lokasi yang terdampak gempa," pungkasnya.