PURWASUKA - Warga Purwakarta sempat dihebohkan dengan unggahan video pasangan suami istri (Pasutri) yang mengaku disekap di kamar mandi oleh bosnya di perbatasan Vietnam dan Kamboja.
Selain mengaku disekap, pasutri tersebut juga memperlihatkan tangan mereka diborgol satu sama lain. Mereka juga mengaku sudah tiga hari tidak diberi makan.
Itu sebagaimana terlihat di unggahan Tiktok dengan nama @pangerangrey.
Usut punya usut, mereka merupakan pasangan yang berasal dari Kabupaten Purwakarta.
Merespon unggahan tersebut, pihak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Purwakarta langsung bergerak cepat. Dinas terkait, juga menerjunkan tim menggali informasi lebih jauh mengenai pasutri yang mengaku disekap itu. Termasuk, mencari tahu lewat para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang ada di Kamboja.
Kepala Disnakertrans Kabupaten Purwakarta, Didi Garnadi menjelaskan, dari hasil penelusuran yang dilakukan jajarannya memang benar jika pasutri yang viral di Tiktok itu merupakan warga Kabupaten Purwakarta. Pihaknya, bersama tim dari kepolisian dan unsur TNI saat itu juga langung mendatangi keluarga mereka.
"Pasutri ini bernama Lingga dan Nia. Dari hasil penelusuran, Lingga beralamat di Kelurahan Sindangkasih, Kecamatan Purwakarta kota, sedangkan Nia beralamat di Desa Bunder, Kecamatan Jatiluhur," ujar Didi dalam keterangannya, Minggu (24/9/2023).
Diduga Pembohongan Publik
Sementara itu, dalam unggahan youtube Dedi Mulyadi yang diunggah pada 24 September 2023, Ditemukan kejanggalan dari kasus Lingga tersebut.
Menurut pengakuan kaka Lingga, Mayang ternyata sebelumnya Lingga pernah bermasalah yang membuat passport nya ditahan oleh perusahaan sebelumnya.
"Pernah pa ke aku teh nelpon, Dia (Lingga) ada masalah di kantornya, passport ngga boleh dikasihin , dia dipecat dari perusahaannya tapi passport nggak dikasihin." kata Mayang.
"Nah, passport ditahan terus harus ditebus di perusahan, terus ditebus sama aku sekitar Rp 3 juta sampai Rp 2 juta. aku lupa saking banyaknya." imbuhnya.
Setelah ditebus, Mayang menuturkan Lingga sempat bebas dan sudah dapat paspport lagi. Namun, ketika disuruh pulang Lingga malah tidak mau.
"Dia ngga mau pulang dengan alasan mau cari kerja lagi di luar negeri. dan masih kontakan dengan saya karena butuh ongkos biaya sehari-hari selama di luar negeri ke saya." ucapnya.
Setelah dapat kerja di tempat yang kedua, Mayang juga mengaku bahwa adiknya tersebut pernah disekap juga. Tapi anehnya Lingga masih bisa menghubungi saya via Telegram.
"Disekap, terus ngakunya disiksa dari pagi sampe malem dan ngga dikasih makan, minum sama kaya gitu juga, tapi saya teh aneh kenapa disekap tapi masih bisa telegram."katanya.
Meski demikian, di tetap waswas lantaran mendengar adiknya akan dijual ke China jika tidak membayar denda dari perusaannya kerja.
"Dari situ saya kirim uang, dan bebas tuh. Tapi dia mengaku ngga dikasih passport sama bosnya" katanya.
Karena itu, ia datang untuk mendatangi istirinya di Bangkok, Thailand tanpa passport (ilegal).
Kejanggalan Lingga Mulai Terungkap
Keanehan tersebut bermuat ketika Lingga mendengar kabar kakenya meninggal, dan dia menelpon kakanya dengan nomor yang pernah menghubungi Mayang dengan nomor Bosnya untuk membiayai Lingga saat di Singapura.
"Loh kok ini nomornya si bapa ini. Sebelumnya dia (Lingga) itu bilang bahwa bos itu ada di Singapura bukan di Thailand." uangkapnya.
"Setelah itu, aku ngga tau kondisi dia gimana karena aku udah ngga mau nolongin karena udah kaya, oh kok agak aneh gitu tiba-tiba dia nelpon pake nomor bosnya sedangkan bosnya di Singapura. Jadi saya udah ngga mau lagi bantuin, aku takutnya ini mah akal-akalan ajah." sambungnya.
Mayang juga mengaku bawa sebelum videonya viral, Lingga sempat menghubunginya. Dan mengaku disekap sebagimana yang Viral dan minta untuk ditebus seberar Rp 49 Juta ke ayahnya.***