PURWOKERTO.SUARA.COM, SRAGEN-Acara pengajian mestinya menjadi sarana beribadah dan mendekatkan diri kepada Ilahi. Tetapi apa jadinya jika kegiatan suci itu justru dimanfaatkan oknum untuk mencari mangsa atau sasaran pencurian.
Kerumunan di pengajian ternyata menjadi kesempatan pelaku kejahatan untuk melancarkan aksinya.
Di Kabupaten Sragen, dua pengajian akbar yang menghadirkan dai kondang harus ternodai aksi pencurian oleh komplotan penjahat.
Yakni saat pengajian Kemukus Bersalawat yang dihadiri Habib Syech Assegaf, (24/5/2022) lalu dalam rangka peringatan HUT Sragen ke 276, serta terbaru pengajian akbar yang menghadirkan dai kondang asal Jawa Timur KH. Anwar Zahid saat peresmian Madrasah Diniyyah di Plumbungan, Karangmalang, Sragen, Kamis (16/6/2022).
Beruntung di pengajian kedua, aksi mereka ketahuan hingga ditangkap oleh polisi.
Mulanya polisi mendapati laporan hilangnya barang berharga jamaah saat pengajian. Setelah dilakukan penyelidikan, polisi mencurigai seorang pria dan wanita yang pergerakannya mencurigakan.
Setelah diamankan dan digeledah, polisi mendapati 8 HP berbagai merek dari tangan mereka. Polisi melakukan interogasi hingga mendapati informasi ada teman mereka yang lain turut beraksi sama.
Kasi Humas Polres Sragen AKP Suwarso mengatakan, polisi kemudian mengamankan 2 terduga pelaku lainnya. Dari mereka, polisi kembali mendapati barang bukti sebuah HP yang disimpan di dalam tas selempang.
Mereka berbagi peran dalam melancarkan aksinya. SR(54), warga Kecamatan Karangtengah, Demak, KS(63) warga Kecamatan Pedurungan Semarang, berperan sebagai eksekutor.
Sementara PR (59) warga Kecamatan Tanon, Sragen yang ternyata residivis kasus sama berperan pula sebagai eskekutor.
Sedangkan SP (50), berperan mengumpulkan barang curian dari kelompok pertama dan kedua.
Belakangan diketahui, mereka sebelumnya
berhasil mencuri sejumlah barang berharga jamaah pada Pengajian Akbar kegiatan hari jadi Sragen bertajuk Kemukus Bersalawat yang dihadiri Habib Syech Assegaf.