PURWOKERTO.SUARA.COM, Jika sebelumnya viral anak dari seorang supir angkot masuk sebagai anggota polisi dengan predikat lulusan terbaik. Kali ini ada kabar viral kembali dari dunia kepolisian.
Frans Lopo, sang ayah merasa sangat bahagia setelah tahu kalau sang putri Valen Ayenty Lopo lolos seleksi bintara Polri untuk pendidikan gelombang I TA 2023. Frans Lopo yang memiliki pekerjaan sehari – hari sebagai tukang parkir di toko roti ini mulai menikmati buah manis dari perjuangannya dalam membesarkan anaknya.
Saat pengumuman kelulusan bintara Polri Panda Polda NTT, Sabtu (2/7), sang anak, Valen Ayenty Lopo dinyatakan lulus. Tapi dia tidak terpilih karena Polri tidak menerima peserta perempuan dari jalur Bintara Kompetensi Khusus (Bakomsus) logistik. Valen sempat merasa kecewa dan bingung bagaimana mengatakan itu pada orang tua.
Namun beruntung, sang dan ibunya Yuliana Ninef beserta kedua kakaknya, Juana Fitrini Lopo dan Marlin Lopo tetap memberi dukungan. Frans yang mengetahui sang anak yang sangat sedih, meminta untuk tetap berdoa dan menerima apapun hasilnya.
Seminggu kemudian, Valen dan sang ayah kaget usai menerima kabar dari Bagian Dalpers Biro SDM Polda NTT yang menyebut ada penambahan kuota Bakomsus logistik. Untuk NTT dapat jatah satu orang Polwan. Valen merupakan satu-satunya Polwan dari jalur Bakomsus logistik. Akhirnya dia terpilih menjadi peserta didik gelombang I TA 2023 di Sepolwan Ciputat Jakarta.
Keluarga menyambut kabar yang sangat menggembirakan ini dengan penuh sukacita. Juru parkir toko roti selama 30 tahun itu mengaku mendapat informasi itu sepulang dari gereja kemarin. Setelah mendapat kabar gembira ini, dia kembali mengajak istri dan anak-anaknya berdoa, untuk mensyukuri kelulusan anak ketiga mereka.
Frans mengaku, pendapatannya sebagai tukang parkir sedikit – demi sedikit disisihkan untuk kebutuhan rumah tangga dan biaya sekolah kelima anaknya. Pendapatan dia tidak menentu yakni antara Rp50.000 hingga Rp100.000 per hari. Sementara sang Istri, Yuliana Ninef pun tidak malu berkeliling ke rumah tetangga mengumpulkan makanan sisa. Dengan perjuangan dan tekad yang kuat, Frans nyatanya berhasil menyekolahkan anak-anaknya hingga bangku perguruan tinggi. Termasuk Valen, usai tamat dari SMKN 6 Kupang langsung mendaftar Polwan dari jalur Bakomsus Logistik.
Frans pun menegaskan bahwa tidak ada pungutan dan tanpa biaya selama proses pelaksanaan seleksi putrinya itu.