Orang Tua Jadi Kunci Penting Penanganan Stunting dalam Tingkat Keluarga

Purwokerto Suara.Com
Selasa, 26 Juli 2022 | 09:53 WIB
Orang Tua Jadi Kunci Penting Penanganan Stunting dalam Tingkat Keluarga
Dr. Erna Mulati, M.Sc, CMFM, Direktur Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) (Antaranews.com)

PURWOKERTO.SUARA.COM –  Stunting menjadi perhatian serius untuk ditangani oleh Kementrian Kesehatan RI. Ihwal tersebut dilakukan akibat meningkatnya angka stunting/kekerdilan pada anak. 

Dampaknya hal tersebut mendorong banyak pakar kesehatan menggencarkan sosialisasi pada setiap orang tua untuk lebih memahami cara mencegah stunting pada anak.

Seperti yang dilansir Antara, Senin (25/7/2022). Dr. Erna Mulati, Direktur Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Kemenkes menjelaskan keluarga memiliki peran penting dalam menurunkan angka stunting atau kekerdilan.

Salah satunya melalui pemanfaatan buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) sebagai media pembelajaran. Buku revisi sudah begitu lengkap, melihat beberapa faktor risiko yang kemungkinan terjadi pada ibu hamil dan anak-anak.

“Namun terkait dengan pencatatan termasuk untuk pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak tersebut perlu ditingkatkan,” jelas Erna, dalam media gathering secara virtual.

Untuk kondisi bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), ia mengatakan Kemenkes juga telah mengembangkan buku KIA Khusus Bayi Kecil. 

Mengingat intervensi yang dilakukan tidak sama dengan anak-anak dengan umur cukup bulan atau anak dengan berat badan normal.

Hingga saat ini, pemerintah telah menyediakan berbagai layanan dan program kesehatan, terutama terkait dengan stunting, mulai dari usia sekolah dan remaja, calon pengantin dan pasangan usia subur, hingga pelayanan KIA.

“Kami harap semua kelompok sasaran mendapat pelayanan secara lengkap, yang sesuai dengan program yang ada di Kemenkes dan diturunkan sampai ke tingkat puskesmas,” kata Erna.

Baca Juga: 5 Tempat Wisata Terbaik di Pasuruan yang Bisa Dikunjungi

Erna juga berharap, pemerintah daerah tingkat desa juga mendukung penurunan angka stunting dengan melakukan berbagai kegiatan berkaitan dengan pemenuhan nutrisi serta stimulasi pertumbuhan dan perkembangan anak.

Ia menjelaskan, program penurunan angka stunting masuk di dalam sembilan upaya prioritas pembangunan nasional Indonesia. Menurutnya, permasalahan stunting jika didiamkan akan menimbulkan banyak masalah kesehatan lainnya seperti peningkatan penyakit degeneratif di usia dewasa muda.

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan sebanyak 23 persen anak lahir dengan kondisi sudah stunted akibat ibu hamil sejak masa remaja kurang gizi dan anemia.

Sementara, setelah kelahiran stunting meningkat signifikan pada usia 6-23 bulan dari 21 persen menjadi 37 persen akibat kekurangan protein hewani pada MP-ASI yang mulai diberikan sejak usia 6 bulan.

Merujuk pada data tersebut, maka intervensi penurunan stunting perlu dilakukan sebelum dan setelah masa kelahiran.

Erna juga mengatakan, pihaknya juga tetap mengampanyekan pentingnya 1000 hari pertama kehidupan (HPK) guna menurunkan dan mencegah masalah malnutrisi atau stunting. 1000 HPK merupakan periode emas pertumbuhan anak, dimulai sejak dalam kandungan (270 hari) hingga anak berusia dua tahun (730 hari). (Anik Al Sajawi)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI