Pelaku bahkan tak segan menembak korban di hadapan putrinya yang masih kecil dari jarak dekat. "Tembakan kedua bersarang di perut, " katanya
Peran Suami
RW lantas dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Ternyata, dari hasil pemeriksaan saksi, saat menunggui istrinya di rumah sakit, suami RW sempat berkomunikasi dengan eksekutor via telepon.
Di situ ada obrolan soal pemberian kompensasi usai eksekutor selesai menjalankan tugasnya.
Ia mengatakan, setelah itu, Kopda M memberikan kompensasi Rp 120 juta kepada eksekutor di minimarket tak jauh dari rumah sakit.
Oleh eksekutor, uang itu dibagi bersama para pelaku lainnya. Oleh para pelaku, uang haram itu sudah dibelanjakan untuk berbagai keperluan. "Ada yang (untuk) dibeli motor, emas, bisa kita sita, " katanya