PURWOKERTO.SUARA.COM - Sebagai utusan dan manusia pertama, Nabi Adam AS pernah melakukan kesalahan fatal sehingga ia dipindahkan dari surga ke bumi. Kesalahan tersebut adalah melanggar peraturan Allah Swt, yakni dilarang memakan buah khuldi, tetapi tetap memakannya.
Setelah hukuman dipindahkan ke bumi, Nabi Adam AS memohon ampunan kepada Allah SWT. Memohon ampun tersebut dengan melafalkan sebuah doa.
Nabi Adam AS memanjatkan doa: “Robbana dholamna Anfusana wa inlm taghfir lana wa tarhamna lanakunanna minal khasirin." Artinya: “Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi,”.
Dikutip dari berbagai sumber, Imam at-Thabari dalam tafsirnya menjelaskan, maksud dari kata ‘menzalimi diri kami sendiri’ merupakan kalimat penyesalan karena telah melakukan keburukan yang justru merugikan diri sendiri.
Hal ini menunjukkan, saat seseorang melakukan keburukan, ternyata akan merugikan dirinya sendiri. Selain itu, dalam doa Nabi Adam tersebut juga meminta agar taubatnya diterima.
menurut At-Thabari, kalimat ‘wa tarhamna lanakunanna minal khasirin,’ menunjukkan jika Nabi Adam AS dan Hawa tidak diampuni, maka mereka akan menjadi hamba yang merugi.
Kemudian, Allah SWT kemudian menjawab doa Nabi Adam: “Hai Adam, Aku telah terima taubatmu dan telah Aku ampuni dosamu. Tidak ada seorang pun di antara keturunanmu yang berdoa dengan doa sepertimu kecuali Aku ampuni dosa-dosanya, Aku angkat kesedihan dan kesulitannya, Aku cabut kefakiran dari dirinya, Aku niagakan dia melebihi perniagaan semua saudagar, Aku tundukkan dunia di hadapannya meskipun dia tidak menghendakinya.”
Selain itu, Jalaluddin as-Suyuthi dalam kitab ad-Durul Mantsur fît Tafsiiril Ma’tsur mengutip riwayat bahwa sebelum memanjatkan doa, Nabi Adam bermunajat: “Ya Allah, jika Aku memohon kepada-Mu dengan nama Muhammad, apakah Engkau sudi mengampuni dosaku?”
Allah menjawab, “Siapa Muhammad?”. Adam berkata, “Maha Suci Engkau, ketika Engkau ciptakan aku, aku tengadahkan wajahku menghadap arasy-Mu dan di sana tertulis kalimat ‘Laa ilaaha Illallah’, maka Aku tahu bahwa tidak ada seorang pun yang lebih tinggi derajatnya di sisi-Mu kecuali dia yang namanya bersanding dengan nama-Mu.”
Baca Juga: Celine Evangelista Posting Pas Foto Bersama Marshel Widianto di Medsos, Ada Apa?
Allah menjawab, “Hai Adam, dia adalah nabi terakhir dari keturunanmu. Jika bukan karena dia, aku tidak akan menciptakanmu".
Demikian keterangan singkat doa Nabi Adam AS terkait memohon ampunan kepada Allah Swt terkait dosa-dosa atau kesalahan yang telah dilakukan dan menyesalinya. Semoga bermanfaat. (Arif KF)