Polres Ponorogo Selidiki Kasus Santri Tewas di Ponpes Gontor, Diduga karena Penganiayaan

Purwokerto

Senin, 05 September 2022 | 18:59 WIB
Polres Ponorogo Selidiki Kasus Santri Tewas di Ponpes Gontor, Diduga karena Penganiayaan
ponpes gontor (istimewa)

PURWOKERTO.SUARA.COM, PONOROGO- Polres Ponorogo Jawa Timur sedang menyelidiki kasus tewasnya santri Ponpes Modern Darussalam Gontor Ponorogo. Kapolres Ponorogo AKBP Catur Cahyono Wibowo mengatakan, pihaknya telah menindaklanjuti beredarnya curahan hati seorang ibu yang anaknya meninggal di Ponpes Gontor Ponorogo. 

Pihaknya pun sudah melakukan pertemuan dengan pengurus Ponpes Gontor untuk pengungkapan kasus tersebut. 

Ia mengatakan, pihak Ponpes kooperatif dengan polisi yang melakukan penyelidikan atas kasus ini dan bersedia membuka kejadian tersebut.  

“Dari pihak Gontor akan membuka kejadian ini,”katanya

Ia mengatakan, Polres Ponorogo maupun tingkat Polsek belum pernah menerima laporan terkait kasus tersebut. Kendati belum dilaporkan, pihaknya akan melakukan penyelidikan terhadap kasus itu untuk mengungkap ada tidaknya unsur pidana di dalamnya. 

Ibu Mencari Keadilan ke Hotman Paris

Sebelumnya, pengacara Hotman Paris Hutapea menerima aduan seorang ibu bernama Soimah dalam program Hotman 911 di Palembang. Melalui akun instagramnya, Hotman mengunggah video ketika Soimah menagis tersedu-sedu menceritakan kejanggalan kematian anaaknya di sebuah pondok pesantren di Ponorogo, Jawa Timur.

Soimah menceritakan awal mula kabar duka itu datang. Soimah menceritakan ada telepon dari pengasuh pondok pesantren. Namun penelepon meminta nomor suami Soimah karena hanya akan menyampaikan pesan tersebut ke suaminya.

Tanpa disangka, telepon itu membawa kabar duka kematian putranya yang berinisial AM (16). Soimah seketika menangis  keras.

Namun ia curiga kematian anaknya tak wajar. Jenazah putranya menunjukkan tanda penganiayaan. Kain kafan yang digunakan untuk membungkus jenazah bersimbah darah.

Darah terus mengucur dari kepala dan badan jenazah. Keluarga bahkan sampai mengganti  kain kafan hingga dua kali sebelum memakamkan jenazah. Dari kejanggalan inilah, keluarga menduga AM meninggal karena penganiayaan.

"Meninggalnya jam 06.45, saya dikasih tahu jam 10.00," ujar Soimah sambil menangis.

Sayangnya Soimah tidak melakukan visum. Ia tidak juga melaporkan kejanggalan ini ke Polisi. Ia khawatir  karena ini menyangkut pondok pesantren besar dan ternama di Indonesia.

"Belum lapor polisi karena pertimbangannya menyangkut lembaga besar," ujar Soimah.

Hotman seketika menyebut Kapolda Jawa Timur dalam unggahannya. Ia memohon agar Kapolda Jawa Timur menyelidiki kematian AM yang terjadi di pondok pesantren.

"Bapak Kapolda Jawa Timur mohon dilakukan segera penyelidikan atas meninggalnya anak ibu Soimah," kata Hotman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Doa Saat Membayar Hutang

Doa Saat Membayar Hutang

| Senin, 05 September 2022 | 17:37 WIB

SIAGA 98: Pengurangan Subsidi BBM Berarti Negara Kalah Negosiasi dengan Pertamina

SIAGA 98: Pengurangan Subsidi BBM Berarti Negara Kalah Negosiasi dengan Pertamina

| Senin, 05 September 2022 | 17:10 WIB

Rupiah Diprediksi Tertekan Usai Harga BBM Naik

Rupiah Diprediksi Tertekan Usai Harga BBM Naik

| Senin, 05 September 2022 | 16:25 WIB

Terkini

Nama Masuk Pencarian Penyidik, Silmy Karim Penuhi Panggilan KPK

Nama Masuk Pencarian Penyidik, Silmy Karim Penuhi Panggilan KPK

Foto | Kamis, 04 Juni 2026 | 06:20 WIB

Kegagalan Investasi TaniHub Risiko Bisnis, Bukan Tindak Pidana

Kegagalan Investasi TaniHub Risiko Bisnis, Bukan Tindak Pidana

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 01:05 WIB

Kritik Kunjungan LN Prabowo, Mahfud MD: Terlalu Sering Itu Boros, Produknya Harus Jelas!

Kritik Kunjungan LN Prabowo, Mahfud MD: Terlalu Sering Itu Boros, Produknya Harus Jelas!

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 00:05 WIB

Perubahan Nasib Iwan Tuaji dalam 15 Bulan: Dilantik Jadi Wabup, Kini Ditahan

Perubahan Nasib Iwan Tuaji dalam 15 Bulan: Dilantik Jadi Wabup, Kini Ditahan

Sumsel | Rabu, 03 Juni 2026 | 23:50 WIB

Eks Dirut BVI Bantah Terima Kickback dari Investasi TaniHub

Eks Dirut BVI Bantah Terima Kickback dari Investasi TaniHub

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 23:41 WIB

FESyar Sumatera 2026 Hadir di Palembang, Ada 122 UMKM Halal dan Tabligh Akbar Habib Syech

FESyar Sumatera 2026 Hadir di Palembang, Ada 122 UMKM Halal dan Tabligh Akbar Habib Syech

Sumsel | Rabu, 03 Juni 2026 | 23:36 WIB

Rupiah Melemah Jadi Berkah, Wisatawan Malaysia Makin Gencar Belanja di Pontianak

Rupiah Melemah Jadi Berkah, Wisatawan Malaysia Makin Gencar Belanja di Pontianak

Kalbar | Rabu, 03 Juni 2026 | 23:20 WIB

Detik-detik Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Ajudan Dorong Awak Media

Detik-detik Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Ajudan Dorong Awak Media

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 23:11 WIB

Perubahan Nasib Dadan Hindayana dalam 48 Jam: Dari Pimpinan BGN hingga Berompi Tahanan

Perubahan Nasib Dadan Hindayana dalam 48 Jam: Dari Pimpinan BGN hingga Berompi Tahanan

Jakarta | Rabu, 03 Juni 2026 | 23:06 WIB

Lebanon Pilih Jalur Diplomasi untuk Akhiri Konflik dengan Israel

Lebanon Pilih Jalur Diplomasi untuk Akhiri Konflik dengan Israel

Video | Rabu, 03 Juni 2026 | 23:00 WIB