PURWOKERTO.SUARA.COM, PURBALINGGA - Mantan Bupati Purbalingga, Tasdi telah bebas bersyarat setelah lima tahun mendekam di penjara karena kasus korupsi. Selepas dari lapas Kedung Pane Semarang, ia menjadi semakin religius.
Tasdi mengaku jadi rajin beribadah selama lima tahun menjalani masa tahanan. Ini yang terus ia jalani setelah keluar dari tahanan.
“Saya menjadi rajin beribadah. Selama di tahanan di Lapas Kedungpane Semarang saya juga mulai mencoba belajar soal agama,” ujar dia.
Di Kedung Pane, Tasdi aktif dalam kegiatan keagamaan. Di antaranya mengelola pondok pesantren yang semua anggotanya adalah napi.
“Saya mengajak rekan-rekan napi jangan hanya merenungi nasib, tapi bagaimana meningkatkan keimanan dengan mulai belajar agama,” ujarnya.
Tasdi mengaku tak ingin buru-buru kembali ke dunia politik. Selain larangan berpolitik sebagai bagian dari hukuman, mantan Ketua DPRD Purbalingga ini juga ingin merenung dan menata hati.
“Urusan politik nanti dulu, saya ingin lebih memperdalam soal agama,” ucapnya.
“Saya akan fokus menata hati, merenung di sisa usia saya ini,” ujarnya menambahkan.
Baca Juga: Luis Milla Ungkap Pemain Kunci di Balik Kemenangan Persib di Kandang Singo Edan