Kisah Tragis Pengawal Jadi Tumbal, Kesaksian Eks Cakrabirawa Penjemput AH Nasution Disiksa hingga Dipaksa Mengakui PKI

Purwokerto

Sabtu, 01 Oktober 2022 | 08:56 WIB
Kisah Tragis Pengawal Jadi Tumbal, Kesaksian Eks Cakrabirawa Penjemput AH Nasution Disiksa hingga Dipaksa Mengakui PKI
potret keluarga AH Nasution (istimewa)

PURWOKERTO.SUARA.COM, PURBALINGGA- Doktrin kerja seorang prajurit adalah melaksanakan perintah komandan atau  atasannya. Sehingga mereka rawan untuk “dikorbankan” atas sebuah kesalahan yang diinisiasi atasannya. 

Seperti dikisahkan mantan anggota Cakrabirawa era Soekarno asal Purbalingga,  Sulemi (77). Keberuntungannya hari ini adalah ia masih dibiarkan hidup. Selain itu, Sulemi sudah merasakan berbagai bentuk siksaan di dalam penjara. Hingga rasa sakit itu masih terngiang sampai sekarang. Luka siksa itu masih membekas di tubuhnya. Ia menderita trauma berkepanjangan. 

Kuku jempol kakinya yang dicabut paksa menggunakan tang di penjara kini tidak bisa tumbuh normal.  Siksa lainnya, kedua tangannya diikat ke kursi, lalu tubuhnya disetrum dengan tegangan listrik tinggi sampai tubuhnya terpental.  

Ia juga mengisahkan kakinya pernah dijepit dengan kaki kursi, lalu diduduki dengan sekuat tenaga oleh petugas yang menyiksanya. 

Orang boleh tak memercayai ceritanya. Namun Sulemi siap menanggung risiko atas kebenaran dia sampaikan.  Sulemi yang seorang muslim bahkan berani bersumpah atas nama Allah jika yang ia katakan sesuai fakta. 

Ia lelaki yang punya prinsip. Bahkan dalam kondisi tertekan, saat dituduh komunis, Sulemi enggan mengakui sebagai komunis. Ia selalu menolak dikaitkan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). 

Bagaimana mungkin, seorang prajurit bawahan sepertinya sempat berurusan dengan partai apalagi  ideologi komunis.  Sebagaimana prajurit lain, dalam pikirannya yang adalah bagaimana melindungi negara, termasuk kepala negara yang menjadi tugas pokoknya sebagai Cakrabirawa. 

“Saya lebih baik mati disiksa daripada harus mengakui sebagai komunis,” katanya.

Awal petaka Cakrbirawa adalah September 1965, Komandan Batalyon 1 Kawal Kehormatan (KK) Cakrabirawa Letkol Untung Samsuri mengumpulkan seluruh aanggota Cakrabirawa. Ia memberitahukan  situasi negara sedang gawat. 

Tanggal 5 Oktober 1965 diisukan akan terjadi kudeta dari sejumlah perwira angkatan darat. Tugas  pengawal presiden untuk melindungi Presiden Soekarno. 28 September 1965, Sulemi dan teman-temannya dipersiapkan menjemput para jenderal kontrarevolusi pada 1 Oktober dinihari. 

Dalam benak prajurit sepertinya, kabar itu membuat darah mendidih. Kudeta adalah pelanggaran berat yang mengancam keamanan negara. 

1 Oktober 1965 dini hari, pasukan diisebar untuk menjemput jenderal. Satu rombongan penjemput berisi sekitar 35 pasukan. 

Masing-masing grup diisi 10 anggota Cakrabirawa. Sisanya berasal dari kesatuan lain di antaranya Brigif I Kodam V Jaya pimpinan Kolonel Latief. 

Satu kompi pasukan termasuk Sulemi bertugas menjemput Jenderal AH Nasution.  Perintah komandan saat itu adalah menjemput jenderal untuk menghadap presiden Soekarno. 

Rombongan penjemput Nasution sempat nyasar ke rumah Menteri JE Leimana yang bersebelahan dengan rumah AH Nasution. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BPOM RI Dukung Pengendalian Produk Gula Berkalori Tinggi

BPOM RI Dukung Pengendalian Produk Gula Berkalori Tinggi

| Sabtu, 01 Oktober 2022 | 08:27 WIB

Berseragam Tahanan, Putri Candrawathi Menangisi Nasib Anak-anaknya

Berseragam Tahanan, Putri Candrawathi Menangisi Nasib Anak-anaknya

| Sabtu, 01 Oktober 2022 | 08:13 WIB

6 Kabupaten Patungan 'Nglarisi' Bandara JB Soedirman, Oktober Beroperasi Rute Jakarta-Purbalingga

6 Kabupaten Patungan 'Nglarisi' Bandara JB Soedirman, Oktober Beroperasi Rute Jakarta-Purbalingga

| Sabtu, 01 Oktober 2022 | 07:34 WIB

Terkini

Libur Panjang Idul Adha, Warga Serbu Tebet Eco Park

Libur Panjang Idul Adha, Warga Serbu Tebet Eco Park

Foto | Kamis, 28 Mei 2026 | 18:25 WIB

Supernova dan Revolusi Sastra Populer Indonesia Awal 2000-an

Supernova dan Revolusi Sastra Populer Indonesia Awal 2000-an

Your Say | Kamis, 28 Mei 2026 | 18:25 WIB

Tragedi Kresek Hitam: Sengkarut Sampah Plastik Pasca-Iduladha yang Tak Kunjung Usai

Tragedi Kresek Hitam: Sengkarut Sampah Plastik Pasca-Iduladha yang Tak Kunjung Usai

Your Say | Kamis, 28 Mei 2026 | 18:25 WIB

Hanya Ada 8 Klub! Misi Eks Barcelona Bawa PSG Samai Rekor Real Madrid di Liga Champions

Hanya Ada 8 Klub! Misi Eks Barcelona Bawa PSG Samai Rekor Real Madrid di Liga Champions

Bola | Kamis, 28 Mei 2026 | 18:21 WIB

Angin Puting Beliung Terjang Tolite Jaya Gorontalo Utara

Angin Puting Beliung Terjang Tolite Jaya Gorontalo Utara

Sulsel | Kamis, 28 Mei 2026 | 18:13 WIB

DPR Restui TNI Buru Begal Jakarta, Tapi Ingatkan Aturan Main

DPR Restui TNI Buru Begal Jakarta, Tapi Ingatkan Aturan Main

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 18:11 WIB

Vokalis Legenda Hardcore Punk Ngomel ke Penonton Pendukung Trump: Lo Ngerti Lirik Kami Gak?

Vokalis Legenda Hardcore Punk Ngomel ke Penonton Pendukung Trump: Lo Ngerti Lirik Kami Gak?

Entertainment | Kamis, 28 Mei 2026 | 18:09 WIB

Lima Jamaah Haji NTB Meninggal di Arab Saudi

Lima Jamaah Haji NTB Meninggal di Arab Saudi

Bali | Kamis, 28 Mei 2026 | 18:06 WIB

Berapa Duit yang Dikantongi Juara Liga Champions? Yang Kalah Cuma Dapat Rp1,2 Triliun

Berapa Duit yang Dikantongi Juara Liga Champions? Yang Kalah Cuma Dapat Rp1,2 Triliun

Bola | Kamis, 28 Mei 2026 | 18:05 WIB

Gitar Tua: Kisah Cinta Rhoma dan Ani yang Menguras Air Mata, Malam Ini di ANTV

Gitar Tua: Kisah Cinta Rhoma dan Ani yang Menguras Air Mata, Malam Ini di ANTV

Entertainment | Kamis, 28 Mei 2026 | 18:05 WIB