BPOM RI Dukung Pengendalian Produk Gula Berkalori Tinggi

Purwokerto

Sabtu, 01 Oktober 2022 | 08:27 WIB
BPOM RI Dukung Pengendalian Produk Gula Berkalori Tinggi
Ilustrasi Gula (thinkstock)

PURWOKERTO.SUARA.COM – Ramai-ramai kasus somasi yang dialami warganet lantaran mengeluhkan varian teh dalam kemasan dengan rasa terlalu manis berbutut panjang. Setelah sebelumnya aksi tersebut mendapat respon warganet di media sosial.

Kini Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) justru ikut bersuara. BPOM menyatakan dukungan untuk pengendalian produk gula berkalori tinggi, serta terus mengatur batasan maksimal pemanis buatan sesuai dengan batas yang baik untuk tubuh.

“BPOM juga sudah sosialisasi ke produsen soal pemanis buatan ini, pengawasannya juga pre dan post market,” kata Deksa Presiana Koordinator Kelompok Substansi Standardisasi BPOM, dalam siaran resmi, Jumat (30/9/2022) dilansir Antara.

Upaya itu juga meliputi larangan penggunaan pemanis buatan untuk produk balita, ibu hamil, dan menyusui.

Sementara itu, Eva Susanti Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan, pemerintah sebenarnya sudah punya banyak regulasi yang mengatur soal minuman berpemanis.

Tak hanya aturan, Eva mengatakan pemerintah juga melakukan banyak upaya edukasi dan pencegahan soal bahaya diabetes. Selain itu rentetan penyakit lainnya pun berpotensi muncul ketika hal ini tidak diperhatikan serius.

Menurutnya, upaya-upaya ini masih perlu dioptimalisasikan dengan kebijakan lain yang mendukung pelaku usaha melakukan reformulasi produk serta kebijakan untuk mendukung penyediaan lingkungan sehat (rendah gula dan garam) di sekolah, tempat kerja, dan ruang publik lainnya.

“Kita juga ingin menetapkan kebijakan fiskal pada minuman dan makanan yang tinggi gula, garam, dan lemak (GGL),” kata Eva.

Pada 2018, sebanyak 21,8 persen penduduk Indonesia mengalami obesitas yang merupakan faktor risiko penyakit tidak menular seperti diabetes. Jumlah ini berpotensi terus meningkat.

baca juga

Mengingat Indonesia menempati posisi ketiga di Asia Tenggara sebagai negara dengan konsumsi minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) tertinggi. Tercatat, dalam 20 tahun terakhir konsumsi MBDK di Indonesia terus naik hingga mencapai 15 kali lipat. 

Anita Sabidi Pendiri Persatuan Diabetes Indonesia Muda mengatakan, bahaya diabetes di Indonesia sebenarnya sudah di depan mata. Sebab, berdasarkan data International Diabetes Federation, Indonesia menempati peringkat kelima di dunia sebagai negara dengan penderita diabetes terbanyak.

Menurut Anita, di Indonesia ada 19,5 juta jiwa penderita diabetes. Mayoritas atau sekitar 98 persen adalah diabetes tipe B atau lebih dikenal dengan diabetes tipe 2. Diabetes tipe ini disebabkan oleh pola hidup tidak sehat termasuk salah satunya konsumsi minuman berpemanis dalam kemasan berlebih.* (ANIK AS)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gaya Hidup yang Buruk Penyumbang Penyakit Jantung Koroner

Gaya Hidup yang Buruk Penyumbang Penyakit Jantung Koroner

Purwokerto | Kamis, 29 September 2022 | 20:14 WIB

Catat, Ini Vitamin untuk Hadapi Musim Hujan

Catat, Ini Vitamin untuk Hadapi Musim Hujan

Purwokerto | Minggu, 25 September 2022 | 17:31 WIB

Bagaimana Cara Kenali Penyakit Jantung Bawaan? Yuk Simak

Bagaimana Cara Kenali Penyakit Jantung Bawaan? Yuk Simak

Purwokerto | Jum'at, 23 September 2022 | 20:26 WIB

Terkini

Ratusan Warga Antusias Ikuti Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis di Sunrise Mall Mojokerto

Ratusan Warga Antusias Ikuti Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis di Sunrise Mall Mojokerto

Your Say | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:51 WIB

Review Door Lock: Film Thriller yang Bikin Takut Tinggal Sendiri

Review Door Lock: Film Thriller yang Bikin Takut Tinggal Sendiri

Your Say | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:50 WIB

Pasokan Aman, Bahlil Sebut Jangan Salahkan Batu Bara, Itu Teknis PLN

Pasokan Aman, Bahlil Sebut Jangan Salahkan Batu Bara, Itu Teknis PLN

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:47 WIB

5 Lipstik Matte yang Dipuji Gak Bikin Bibir Kering Menurut Review Pengguna

5 Lipstik Matte yang Dipuji Gak Bikin Bibir Kering Menurut Review Pengguna

Lifestyle | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:45 WIB

Minuman Kafein Bisa Picu Migrain, Dokter Ungkap Pola Minum yang Aman

Minuman Kafein Bisa Picu Migrain, Dokter Ungkap Pola Minum yang Aman

Sumbar | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:31 WIB

Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng

Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:29 WIB

Membludak! Audisi Miss Indonesia 20th Catat Peningkatan Peserta di Sejumlah Kota

Membludak! Audisi Miss Indonesia 20th Catat Peningkatan Peserta di Sejumlah Kota

Entertainment | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:24 WIB

Malut United dan Adhyaksa FC Diisukan Ganti Nama, I.League Ingatkan Ancaman Pengurangan Poin

Malut United dan Adhyaksa FC Diisukan Ganti Nama, I.League Ingatkan Ancaman Pengurangan Poin

Bola | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:23 WIB

Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua

Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:21 WIB

Jangan Sepelekan! Konsumsi Obat Pereda Nyeri Berlebihan Bisa Picu Sakit Kepala Berulang

Jangan Sepelekan! Konsumsi Obat Pereda Nyeri Berlebihan Bisa Picu Sakit Kepala Berulang

Sumbar | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:17 WIB