PURWOKERTO.SUARA.COM - Kerusuhan suporter usai laga derbi Jawa Timur antara Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu malam 1 Oktober 2022 menewaskan 127 orang. Menkopolhukam, Mahfud MD menyatakan Panitia Pelaksana mencetak tiket melebihi kapasitas stadion.
Mahfud MD menjelaskan, sejak sebelum pertandingan aparat kemanan sudah mengusulkan langkah mitigasi melalui koordinasi dan usul-usul teknis di lapangan. Di antaranya mengusulkan agar pertandingan dilaksanakan sore bukan malam hari.
Petugas keamanan juga mengusulkan jumlah penonton disesuaikan dengan kapasitas stadion yakni 38 ribu orang. Tapi usul-usul itu tidak diindahkan Panitia Pelaksana.
"Pertandingan tetap dilangsungkan malam hari dan jumlah tiket yang dicetak mencapai 42 ribu orang," ujarnya.
Mahfud menegaskan tragedi Kanjuruhan itu bukan bentrok antar supporter Persebaya dengan Arema. Sebab pada pertandingan itu supporter Persebaya dalam masa hukuman tidak boleh ikut menonton klubnya berlaga.
"Supporter di lapangan hanya terdiri dari pendukung Arema FC. Oleh sebab itu, para korban pada umumnya meninggal karena berdesak-desakan, saling impit, dan terinjak-injak, serta sesak nafas. Tak ada korban karena pemukulan atau penganiayaan antar supporter," tulisnya.
Ia menyatakan pemerintah menyesalkan atas kerusuhan di Kanjuruhan. Mahfud MD menyatakan duka cita kepada keluarga korban. Ia meminta keluarga korban bersabar dan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat keamanan.
"Kami menyampaikan belasungkawa. Kami juga berharap agar keluarga korban bersabar dan terus berkordinasi dgn aparat dan petugas pemerintah di lapangan. Pemda Kabupaten Malang akan menanggung biaya rumah sakit bagi para korban," katanya.
Baca Juga: Mahfud MD Soal Tragedi Kanjuruhan:Panitia Pelaksana Abaikan Saran Aparat Keamanan