Kemiskinan Ekstrem di Kebumen Jadi Sorotan Staf Kepresidenan

Purwokerto

Minggu, 09 Oktober 2022 | 07:50 WIB
Kemiskinan Ekstrem di Kebumen Jadi Sorotan Staf Kepresidenan
Bupati Kebumen bertemu staf kepresidenan

PURWOKERTO.SUARA.COM, KEBUMEN - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Abraham Wirotomo menemui Bupati Kebumen Arif Sugiyanto di ruang kerja Kompleks Pendopo Kabumian, pada Jumat 7 Oktober 2022. Pertemuan tersebut secara khusus membahas mengenai penanganan kemiskinan ekstrem di Kebumen.


Bupati Arif kan, Kebumen masuk dalam 5 kabupaten di Jawa Tengah yang miskin ekstrem sehingga butuh penanganan yang terukur dan cepat. Karena itu upaya ini perlu masukan dan kerjasama dari semua pihak, termasuk dari tenaga ahli kepresidenan.


"Di Kebumen kemiskinan ada di 277 desa dan kelurahan dengan jumlah 163 ribu lebih yang miskin ekstrem. Kita targetkan 2024 sesuai arahan Presiden harus sudah zero," ujar Bupati. 


Adapun langkah-langkah dilakukan kata Bupati, adalah pertama pemetaan dulu mengenai data Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (PPKE). Memasifkan bantuan untuk masyarakat baik bantuan daerah maupun dari pusat tepat sasaran.


"Program bantuan kemiskinan di Kebumen sudah cukup banyakya, misalnya ada jambanisasi, RTLH atau Rutilahu, ada PKH, BLTDD, BLT, sembako, Kartu Indonesia Sehat, dll. Ini yang kemudian yang perlu kita perbaharui, terus didata penerima manfaatnya, agar benar-benar tepat sasaran," terang Bupati.


Bantuan tersebut kata Bupati, memang belum sepenuhnya cukup untuk mengentaskan mereka dari kemiskinan. Namun paling tidak, bisa membantu meringankan beban masyarakat dari ancaman krisis yang tengah dihadapi. Sehingga hal itu tetap menjadi sesuatu yang penting untuk diberikan.


"Selain pemberian bantuan sosial dengan segala jenisnya, pemerintah juga punya program padat karya, dan juga penciptaan lapangan kerja dengan berupaya mendatangkan investor ke Kebumen. Program pemberdayaan ekonomi juga dilakukan melalui expo dll," jelas Bupati.


Sementara itu, Abraham menyatakan, dari tiga ancaman krisis yang tengah dihadapi masyarakat dunia, yakni krisis pangan, energi, dan lapangan kerja, orang miskin menjadi yang paling rentan terdampak dari badai krisis ini, sehingga perlu perhatian khusus. Kebumen sendiri masuk dalam radar perhatian dari pemerintah pusat.


"Kita ingin memastikan orang miskin di sini dapat bantuan, atau tepat saran. Memang bansos tidak menjadikan yang miskin menjadi kaya, namun bisa meringankan beban mereka ketika dihantam dari tiga krisis global ini," ujar Abraham.

baca juga


Karena itu dalam pertemuan ini, pihaknya ingin konsolidasi, membangun komunikasi yang baik dengan daerah tentang pencocokan data keluarga miskin penerima manfaat. Disadari masih banyak warga miskin yang belum menerima bantuan. Padahal mereka sangat membutuhkan.


"Di sinilah kita butuh koordinasi untuk sinkronisasi data, bagaimana warga miskin di Kebumen yang belum dapat bantuan agar bisa mendapat bantuan. Demikian juga masyarakat yang sudah naik kelas agar tidak lagi mendapat manfaat dari bansos ini," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gus Miftah dan Farel Prayoga Tampil Sepanggung di Acara Pengajian, Dialog Keduanya Viral

Gus Miftah dan Farel Prayoga Tampil Sepanggung di Acara Pengajian, Dialog Keduanya Viral

Purwokerto | Minggu, 09 Oktober 2022 | 04:30 WIB

Gus Miftah Klarifikasi Tuduhan Intervensi Agama Farel Prayoga

Gus Miftah Klarifikasi Tuduhan Intervensi Agama Farel Prayoga

Purwokerto | Minggu, 09 Oktober 2022 | 03:21 WIB

Banjir Rendam Cilacap, 7 Orang Dievakuasi

Banjir Rendam Cilacap, 7 Orang Dievakuasi

Purwokerto | Minggu, 09 Oktober 2022 | 02:29 WIB

Terkini

RAPBN 2027: Purbaya Turunkan Target Setoran Bea Cukai Jadi Rp 316,6 Triliun, Minus Rp 4 Triliun

RAPBN 2027: Purbaya Turunkan Target Setoran Bea Cukai Jadi Rp 316,6 Triliun, Minus Rp 4 Triliun

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:10 WIB

Publik Speaking Namora Siahaan BEM UI Bikin Publik Terkagum-kagum Wapres Kena Senggol

Publik Speaking Namora Siahaan BEM UI Bikin Publik Terkagum-kagum Wapres Kena Senggol

Entertainment | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:10 WIB

Spesifikasi KRI Ki Hadjar Dewantara yang Mau Dijual Prabowo, Harganya Rp700 Miliar?

Spesifikasi KRI Ki Hadjar Dewantara yang Mau Dijual Prabowo, Harganya Rp700 Miliar?

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:09 WIB

Selamat! Dikta eks Yovie And Nuno Resmi Menikah

Selamat! Dikta eks Yovie And Nuno Resmi Menikah

Entertainment | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:07 WIB

Pemprov Sulsel Kecipratan Rp38 Miliar dari Pusat, Untuk Biaya Apa?

Pemprov Sulsel Kecipratan Rp38 Miliar dari Pusat, Untuk Biaya Apa?

Sulsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:06 WIB

Soal Bantuan Asing untuk Gempa NTT, Istana: Masih Bisa Kita Tangani

Soal Bantuan Asing untuk Gempa NTT, Istana: Masih Bisa Kita Tangani

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:02 WIB

iQOO 16 Segera Meluncur, Bawa Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro dan Layar 165Hz

iQOO 16 Segera Meluncur, Bawa Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro dan Layar 165Hz

Your Say | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Kabinet Bayangan Gelar Upacara Rakyat di Kendeng Pati

Kabinet Bayangan Gelar Upacara Rakyat di Kendeng Pati

Your Say | Selasa, 18 Agustus 2026 | 16:59 WIB

21 Orang Pembawa Bom Molotov Jelang Demo Bundaran HI Bukan Mahasiswa

21 Orang Pembawa Bom Molotov Jelang Demo Bundaran HI Bukan Mahasiswa

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 16:54 WIB

Diselimuti Kabut Asap, Kualitas Udara Pekanbaru Sentuh Level Berbahaya

Diselimuti Kabut Asap, Kualitas Udara Pekanbaru Sentuh Level Berbahaya

Riau | Selasa, 18 Agustus 2026 | 16:54 WIB

×