PURWOKERTO.SUARA.COM- Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani lakukan pertemuan dengan Menteri Ekonomi dan Digital Spanyol yang sekaligus Wakil Perdana Menteri Spanyol Nadia Calvino.
Pertemuan yang dilaksanakan di Washington D.C., Amerika Serikat setelah berakhirnya The 4th G20 Finance Minister and Central Bank Governors Meeting itu dilakukan untuk membahas presidensi Indonesia di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 di Bali November mendatang.
Menurut penuturan Sri Mulyani, Nadia Calnvino mengungkapkan penilaiannya terhadap Indonesia yang mampu menangani G20 di tengah tensi politik dunia yang tidak stabil.
“Menteri Nadia menilai Indonesia berhasil dalam menangani G20 di tengah tensi tinggi politik global,” jelasnya.
Tak hanya itu, Sri Mulyani juga meminta arahan kepada Nadia Calvino mengenai solusi yang dapat dilakukan dalam menangani dinamika yang dapat terjadi di G20.
“Dan saya meminta berbagi pengalaman cara menangani dinamika perbedaan pendapat di G20,” ungkap Sri Mulyani.
Melalui proses untuk membangun konsensus, kata Sri Mulyani, delegasi G20 memiliki kesempatan untuk menjalin komunikasi yang baik dan membangun persahabatan antar negara.
Selain itu, menurutnya proses seperti inilah yang nantinya akan menciptakan hubungan antar negara menjadi lebih solid.
Melanjutkan pembahasan, keduanya turut berdiskusi mengenai kondisi ekonomi global dan exit strategy serta kebijakan yang tepat untuk menghindari vicious cirlce.
Baca Juga: Buntut Tragedi Kanjuruhan 34 Anggota Polisi Diperiksa Hari Ini
Vicious cirlce yaitu istilah untuk lingkaran tak berujung yang merujuk pada urutan dari rendahnya pendapatan nasional suatu negara hingga kembali ke titik rendahnya pendapatan nasional suatu negara. (citra safitra)