Mengenal Sejarah Perayaan Halloween, Diduga Penyebab Tragedi Itaewon

Purwokerto | Suara.com

Minggu, 30 Oktober 2022 | 18:00 WIB
Mengenal Sejarah Perayaan Halloween, Diduga Penyebab Tragedi Itaewon
Ilustrasi Festival Halloween (freepik)

PURWOKERTO.SUARA.COM- Kabar duka terdengar dari Korea Selatan, saat ribuan orang tengah merayakan Pesta Halloween datang datang ke daerah bernama Itaewon pada Sabtu Malam, 29 Oktober 2022.

Pada tragedi itu, telah dilaporkan 151 orang meninggal dunia dan 19 diantaranya merupakan warga negara asing (WNA).

Untuk penyebab pasti belum diketahui dan masih menunggu pernyataan resmi dari pihak pemerintah Korea Selatan.

Namun, banyaknya korban berguguran akibat saling berdesakan saat turun ke jalan di Itaewon  pada perayaan malam Halloween yang merupakan tempat nongkrong anak muda dan turis asing.

Lalu, apa itu Halloween? 

Halloween adalah sebuah perayaan yang yang dilaksanakan setiap akhir bulan Oktober setiap tahunnya atau tanggal 31 Oktober.

Melansir dari History, sejarah perayaan Halloween berasal dari festival yang dirayakan oleh bangsa celtic bernama Festival Samhain (yang dibaca Sow-in).

Diketahui bahwa bangsa Celtic merupakan bangsa yang hidup sekitar 2.000 tahun yang lalu dan tinggal di daerah Irlandia, Inggris, dan utara Prancis.

Pada saat itu, Bangsa Celtic merayakan hari tahun baru mereka yang jatuh setiap tanggal 1 November.

Bangsa Celtic percaya saat perayaan tahun baru, sehari sebelumnya roh orang mati kembali ke bumi karena batas antara dunia orang hidup dan orang mati menjadi kabur.

Sehingga, pada 31 Oktober mereka merayakan hari Samhain yaitu saat orang mati dipercaya kembali ke bumi.

Namun, karena menyebabkan masalah dan merusak tanaman dan kehadirannya yang dipercaya dapat membantu pendeta Celtic meramalakan masa depan. 

 Maka, orang bangsa Celtic akan berkumpul dan pendeta Celtic akan membuat api unggun yang nantinya orang-orang akan berkumpul untuk membakar tanaman dan hewan sebagai bentuk persembahan kepada dewa.

Saat bangsa Celtic berkumpul untuk merayakan Samhain, mereka akan mengenakan kostum yang terbuat dari kepala atau kulit binatang yang bertujuan untuk mengusir para hantu.
 
Setelah perayaan itu selesai, barulah bangsa Celtic akan menyalakan lagi perapian untuk melindungi diri mereka dari musim dingin yang akan datang.

Kemudian, kenapa perayaan ini disebut dengan Halloween?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Rayakan Pesta Halloween, Puluhan Orang Meninggal Akibat Berdesakan di Itaewon Korea Selatan

Rayakan Pesta Halloween, Puluhan Orang Meninggal Akibat Berdesakan di Itaewon Korea Selatan

| Minggu, 30 Oktober 2022 | 15:29 WIB

Kronologi 149 Orang Tewas saat Perayaan Halloween di Korea, Belum Ada Data WNI

Kronologi 149 Orang Tewas saat Perayaan Halloween di Korea, Belum Ada Data WNI

| Minggu, 30 Oktober 2022 | 10:17 WIB

Kembali Rayakan Halloween Party, SM Entertainment Akan Siarkan Secara Gratis

Kembali Rayakan Halloween Party, SM Entertainment Akan Siarkan Secara Gratis

| Minggu, 23 Oktober 2022 | 18:58 WIB

Terkini

Timur Tengah Memanas, Rosan Roeslani Sebut RI Jadi 'Gadis Cantik' bagi Investor

Timur Tengah Memanas, Rosan Roeslani Sebut RI Jadi 'Gadis Cantik' bagi Investor

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 17:28 WIB

5 Sepeda Lipat yang Kuat dan Aman untuk Orang Gemuk, Mampu Tahan Beban hingga 100 Kg

5 Sepeda Lipat yang Kuat dan Aman untuk Orang Gemuk, Mampu Tahan Beban hingga 100 Kg

Lifestyle | Senin, 13 April 2026 | 17:27 WIB

Nekat Foto di Jalur Maut Sitinjau Lauik, Rombongan Arteria Dahlan Bikin Polisi Kena Getahnya!

Nekat Foto di Jalur Maut Sitinjau Lauik, Rombongan Arteria Dahlan Bikin Polisi Kena Getahnya!

News | Senin, 13 April 2026 | 17:26 WIB

Pembelaan Bojan Hodak: Saya  Tak Ingat Bali United Bikin Peluang Sebelum Persib Kartu Merah

Pembelaan Bojan Hodak: Saya Tak Ingat Bali United Bikin Peluang Sebelum Persib Kartu Merah

Bola | Senin, 13 April 2026 | 17:25 WIB

Penjualan Mobil Listrik Suzuki e Vitara di Indonesia Belum Tembus Dua Digit

Penjualan Mobil Listrik Suzuki e Vitara di Indonesia Belum Tembus Dua Digit

Otomotif | Senin, 13 April 2026 | 17:25 WIB

IHSG Tahan Banting Justru Menguat ke Level 7.500 di Tengah Gonjang-Ganjing AS-Iran

IHSG Tahan Banting Justru Menguat ke Level 7.500 di Tengah Gonjang-Ganjing AS-Iran

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 17:24 WIB

Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat

Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat

Jawa Tengah | Senin, 13 April 2026 | 17:23 WIB

Bobot Nyaris 300 Kg Tapi Tetap Lincah Menikung? Intip Rahasia Suspensi Gila Yamaha Niken GT

Bobot Nyaris 300 Kg Tapi Tetap Lincah Menikung? Intip Rahasia Suspensi Gila Yamaha Niken GT

Your Say | Senin, 13 April 2026 | 17:17 WIB

Viral, Tiga Anak Dikutuk Ayahnya yang Sakit Usai Diduga Gelapkan Uang Kebun Sawit

Viral, Tiga Anak Dikutuk Ayahnya yang Sakit Usai Diduga Gelapkan Uang Kebun Sawit

Entertainment | Senin, 13 April 2026 | 17:15 WIB

Operasi Imigrasi Sapu Bersih, 346 WNA Diciduk dalam 5 Hari

Operasi Imigrasi Sapu Bersih, 346 WNA Diciduk dalam 5 Hari

News | Senin, 13 April 2026 | 17:15 WIB