Kenapa Berdesak-desakan di keramaian dapat Menyebabkan Kematian?

Purwokerto

Minggu, 30 Oktober 2022 | 18:36 WIB
Kenapa Berdesak-desakan di keramaian dapat Menyebabkan Kematian?
Tragedi Itaewon Korea Selatan (The Korean Herald)

PURWOKERTO.SUARA.COM- Seperti yang diketahui, pada Sabtu malam, 29 Oktober 2022 telah terjadi tragedi yang menyebabkan 151 orang meninggal dunia di Itaewon, Korea Selatan.

Hampir ratusan ribu orang datang ke Itaewon untuk merayakan pesta Halloween. Banyak dari mereka yang datang ke tempat tersebut untuk menikmati pesta di jalanan.

Namun, hal itu menjadi tragedi yang menumbangkan 151 orang meninggal, ratusan luka-luka dan ribuan orang menghilang.

Keramaian yang terjadi di jalanan Itaewon  membuat banyak orang saling berdesakan, terhimpit, saling dorong yang mengakibatkan hilangnya pasokan oksigen kedalam tubuh.

Mengutip dari The Washington Post kejadian ini bisa disebut dengan “Crowd Crush” atau “Surge”.

Crowd Crush adalah suatu kejadian yang terjadi ketika orang-orang berkumpul dalam satu ruang terbatas yang membuat mereka saling dorong dan menyebabkan kerumunan saling berjatuhan atau disebut dengan “Domino Effect”.

Kembali ke tragedi yang terjadi di Itaewon, mengutip dari Allkpop ratusan orang mengalami “Cardiac Arrest” atau henti jantung secara bersamaan.

Dalam hal tersebut, bisa dikatakan Crowd Surge yang menyebabkan terjadinya Cardiac Arrest yaitu kondisi dimana jantung tiba-tiba berhenti untuk berdetak.

Saat terjadi surge, tekanan dari berbagai sisi menyebabkan tubuh sulit untuk bernapas. Hal ini karena paru-paru membutuhkan ruang yang lebih untuk mengembang dan mengempis saat memompa oksigen.

baca juga

Tapi, karena tidak ada ruang yang cukup dalam kerumuman maka paru-paru tidak dapat melaksanakan tugas tersebut. Alhasil, tubuh akan mengalami penurunan kadar oksigen yang sangat signifikan.

Oleh karena itu, saat berada di keramaian ada beberapa hal yang perlu untuk dilakukan ketika muncul tanda-tanda akan terjadi crowd crush,  yaitu:

1.Lindungi bagian dada dengan menggunakan kedua tangan 
2.Jika terasa kerumunan sudah mulai tidak terkendali segera keluar 
3.Tetap tenang untuk menghindari kehilangan energi secara berlebih
4.Hindari titik paling ramai
5.Lakukan pertolongan pertama kepada korban dengan memindahkan korban ke tempat yang lebih luas, baru lakukan tindakan CPR. (citra safitra)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mengenal Sejarah Perayaan Halloween, Diduga Penyebab Tragedi Itaewon

Mengenal Sejarah Perayaan Halloween, Diduga Penyebab Tragedi Itaewon

Purwokerto | Minggu, 30 Oktober 2022 | 18:00 WIB

7 Fakta Tragedi Itaewon, Tumpek Blek Pesta Halloween Berujung Kematian

7 Fakta Tragedi Itaewon, Tumpek Blek Pesta Halloween Berujung Kematian

News | Minggu, 30 Oktober 2022 | 17:40 WIB

Rayakan Pesta Halloween, Puluhan Orang Meninggal Akibat Berdesakan di Itaewon Korea Selatan

Rayakan Pesta Halloween, Puluhan Orang Meninggal Akibat Berdesakan di Itaewon Korea Selatan

Purwokerto | Minggu, 30 Oktober 2022 | 15:29 WIB

Terkini

Awal Sempurna Indonesia di AMNC 2026, Bangladesh Dilumat 8-1

Awal Sempurna Indonesia di AMNC 2026, Bangladesh Dilumat 8-1

Bola | Senin, 14 September 2026 | 04:00 WIB

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 02:22 WIB

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Bola | Senin, 14 September 2026 | 00:29 WIB

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 23:10 WIB

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 21:00 WIB

×