PURWOKERTO.SUARA.COM- Presiden Republik Indonensia, Joko Widodo pada Senin, 7 November 2022 membersihkan nama dari Presiden pertama Indonesia Soekarno.
Jokowi menegaskan Soekarno tidak pernah mengkhianati bangsa Indonesia dan sosoknya telah memenuhi syarat untuk diberikan gelar kepahlawanan.
Ia mengingatkan pada tahun di mana pemerintah memberikan gelar pahlawan proklamator kepada Ir.Soekarno yakni tahun 1986.
Serta tahun 2012 di mana, Presiden pertama bangsa Indonesia itu diberi gelar pahlawan nasional.
“Artinya, Ir.Soekarno telah memenuhi syarat setia dan tidak mengkhianati bangsa dan negara yang merupakan syarat penganugerahan gelar kepahlawanan,” tegasnya.
Di sisi lain, Guntur Soekarnoputra yakni anak kandung Ir.Soekarno mengucapkan terima kasih kepada Jokowi yang telah membersihkan nama ayahnya.
“Saya rasa dengan adanya penegasan dari Bapak Presiden yang tadi, proses de-soekarnosasi jilid dua ini sedikit banyak bisa kita redam dan sedikit banyak dapat kita lawan dengan lebih kuat,” jelas Guntur.
De-Soekarnosasi adalah upaya yang dilakukan pada masa pemerintahan orde baru guna mempersempit atau melemahkan pengaruh dari Soekarno.
Guntur menyebutkan Soekarno bukanlah bagian dari bagian dari PKI seperti apa yang dituduhkan sebelumnya.
Baca Juga: Jangan Lewatkan Gerhana Bulan Total 8 November 2022, Ini Jam dan Lokasinya
Menurutnya, dari apa yang Jokowi ucapkan Soekarno sama sekali tidak ada hubungannya dengan G30S/PKI.
“Di sini ditegaskan lagi dengan adanya penjelasan dari Bapak Presiden tadi, jelas Soekarno bukan PKI dan Soekarno bukan Komunis,” tegas Guntur.
(citra safitra)