Ancaman Krisis Pangan dan Kekenyangan Umat Manusia

Purwokerto | Suara.com

Senin, 21 November 2022 | 20:17 WIB
Ancaman Krisis Pangan dan Kekenyangan Umat Manusia
Ilustrasi Krisis Pangan. ((Pixabay.com))

PURWOKERTO.SUARA.COM Presiden Joko Widodo atau Jokowi beberapa waktu lalu kembali berbicara tentang dampak krisis pangan yang sedang terjadi di berbagai belahan dunia. Jokowi mengaku baru saja mendapat laporan kalau ada 19.600 orang setiap hari yang mati kelaparan karena krisis pangan.

"Tapi itu dunia," kata Jokowi dalam acara BUMN Startup Day beberapa waktu lalu dikutip Antara.

Melihat angka tersebut tentu kita akan sedih melihat saudara kita di berbagai belahan dunia yang mengalami kesulitan pangan hingga berujung kelaparan yang merenggut nyawa meraka. 

Ada beragam hal yang menyebabkan krisis itu terjadi, mulai dari kondisi negara yang tidak mampu menghasilkan kebutuhan pokok lantaran kondisi geografis.

Hingga masalah krusial mulai kesulitan distribusi dari negara lain, dampak perubahan iklim, bencana alam dan lingkungan, serta konflik sosial, termasuk akibat perang yang berkecamuk di Ukraina dan Rusia yang turut menyumbang angka prevelansi pangan dibeberapa negara.

Namun jangan salah sangka, selain krisis pangan yang mengancam puluhan ribu umat manusia setiap harinya. Ancaman kekenyangan juga menjadi hal yang tidak boleh dipandang sebelah mata dan dianggap sepele.

Sebab dari berbagai data, dewasa ini penyebab kematian seseorang tidak hanya karena kelaparan namun kekenyangan pun jadi hal yang bisa berimplikasi kepada kematian.

Bahkan hasil kajian yang dikeluarkan oleh Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) dan PBB, menunjukkan, bahwa orang yang menderita penyakit tidak menular, lebih rentan terkena sakit parah dan meninggal dunia lantaran pola makan  yang salah dan kurangnya menjaga kesehatan tubuh.

Pernah kalian bertanya, mengapa ada generasi Pre-Boomer (red. mereka yang lahir sebelum 1945) yang masih hidup dan hingga saat ini kondisinya sehat dan bugar.

Namun disisi lain ada generasi Gen X (red. mereka yang lahir sebelum 1965 – 1980) sudah mulai banyak penyakit yang dibawa dengan beragam upaya yang tentunya menghapiskan tabungan untuk penyembuhan.

Bahkan tidak jarang generasi Pre-Boomer harus menyaksikan anak  mereka yang meninggal lebih dulu lantaran beragam penyakit yang diderita. Utamanya Penyakit Tidak Menular (PTM) yang merupakan penyakit  bukan disebabkan oleh infeksi kuman hingga berujung pada komplikasi di tubuh.

Rerata PTM ini terjadi lantaran gaya hidup yang keliru dan cendrung salah. Kembali ke Data WHO di atas, PTM ini telah menyebabkan lebih dari 40 juta orang meninggal di seluruh dunia dalam satu tahun.

WHO menuliskan, 7 dari 10 kematian global disebabkan oleh penyakit stroke, jantung koroner, kanker, diabetes, pernapasan dan penyakit tidak menular lainnya yang rerata berasal dari pola makan.

Jika mau mengecek, orang disekitar kalian yang awalnya sehat dan segar bugar namun tetiba jatuh sakit dan mengalami gejala komplikasi penyakit yang baru di rasa setelah sekian lama tidak menjaga pola makan secara sempurna. Kalian harus belajar untuk bisa mengambil i'tibar dari hal tersebut.

Tentunya dengan hal yang nyata seperti memperbaiki pola makan dan sering berolahraga. Tidak cukup itu, waktu tidur yang harusnya dimanfaatkan untuk istirahat tapi lantaran perkembangan zaman teknologi yang cepat membuat semua berubah dan distraksi mengganggu tidur kalian juga harus di benahi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hadapi Krisis Pangan 2023, Ganjar Optimalkan Riset dan Subsidi Pupuk

Hadapi Krisis Pangan 2023, Ganjar Optimalkan Riset dan Subsidi Pupuk

Jawa Tengah | Selasa, 25 Oktober 2022 | 13:39 WIB

Tiga Strategi Jitu Disiapkan Ganjar Pranowo untuk Pemprov Jawa Tengah Hadapi Krisis Pangan 2023

Tiga Strategi Jitu Disiapkan Ganjar Pranowo untuk Pemprov Jawa Tengah Hadapi Krisis Pangan 2023

Jawa Tengah | Senin, 24 Oktober 2022 | 15:00 WIB

Strategi Hadapi Ancaman Krisis Pangan 2023, Ganjar Tawarkan Gerakan Menanami Perkarangan

Strategi Hadapi Ancaman Krisis Pangan 2023, Ganjar Tawarkan Gerakan Menanami Perkarangan

Jogja | Senin, 24 Oktober 2022 | 14:00 WIB

Terkini

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 23:13 WIB

Perjalanan Pasutri asal Pati Berubah Mencekam saat Bus ALS Terbakar di Muratara

Perjalanan Pasutri asal Pati Berubah Mencekam saat Bus ALS Terbakar di Muratara

Sumsel | Rabu, 06 Mei 2026 | 23:12 WIB

4 Rekomendasi Sepeda Gunung United Bike yang Ramah di Kantong Banget, Mulai Rp2 Jutaan

4 Rekomendasi Sepeda Gunung United Bike yang Ramah di Kantong Banget, Mulai Rp2 Jutaan

Bogor | Rabu, 06 Mei 2026 | 23:11 WIB

Kompak Desak Transparansi, Warga dan DPRD Hadang PSEL? Pemkot Bogor Tawarkan China sebagai Solusi

Kompak Desak Transparansi, Warga dan DPRD Hadang PSEL? Pemkot Bogor Tawarkan China sebagai Solusi

Bogor | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:58 WIB

Kesaksian Korban Selamat Ungkap Bus ALS Sempat Bermasalah pada Radiator Sebelum Terbakar

Kesaksian Korban Selamat Ungkap Bus ALS Sempat Bermasalah pada Radiator Sebelum Terbakar

Sumsel | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:51 WIB

Mahasiswa Geruduk Kejari dan PN Bogor, Pertanyakan Penanganan Perkara Julia binti Djohar Tobing

Mahasiswa Geruduk Kejari dan PN Bogor, Pertanyakan Penanganan Perkara Julia binti Djohar Tobing

Jabar | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:39 WIB

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:30 WIB

Siapa Pendiri PO ALS? Kisah Bus Legendaris Sumatera di Balik Tragedi Muratara

Siapa Pendiri PO ALS? Kisah Bus Legendaris Sumatera di Balik Tragedi Muratara

Sumsel | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:28 WIB

Pengangguran Masih Tinggi di Kabupaten Serang

Pengangguran Masih Tinggi di Kabupaten Serang

Banten | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:24 WIB

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:21 WIB