Apa itu Black Friday? Hari Belanja Penuh Diskon Setelah Perayaan Thankgiving

Purwokerto

Sabtu, 26 November 2022 | 06:50 WIB
Apa itu Black Friday? Hari Belanja Penuh Diskon Setelah Perayaan Thankgiving
black friday (ilustrasi)

PURWOKERTO.SUARA.COM- Setelah perayaan Thanksgiving, masyarakat Amerika Serikat biasanya  merayakan Black Friday.

Perayaan Black Friday jatuh pada setiap hari jumat minggu terakhir bulan November setiap tahunnya. Lantas, apa itu black Friday?

Apa itu Black Friday?

Black Friday adalah hari libur tak resmi untuk para karyawan di Amerika Serikat. Perayaan Black Friday diberikan sejak libur resmi perayaan thanksgiving hingga akhir pekan di bulan November. Hingga saat ini, perayaan Black Friday telah menyebar ke berbagai negara di seluruh dunia. 

Uniknya, saat perayaan Black Friday umumnya toko-toko di Amerika Serikat memberikan penawaran khusus seperti diskon besar-besaran yang pastinya sayang untuk dilewatkan.

Bahkan, tak sedikit penjual yang membuka tokonya lebih lama guna memikat pembeli. Oleh karena itu, pada hari dirayakannya Black Friday dijadikan penanda bahwa musim belanja untuk natal telah dimulai.


Pada awalnya, istilah Black Friday yang muncul pertama kali pada tahun 1869 tidak ada hubungannya sama sekali dengan belanja natal. Hari itu adalah hari dimana harga emas anjlok yang menyebabkan kehancuran pasar.


Baru pada tahun 1950 hingga 1960-an, media Philadephia kembali menggunakan istilah Black Friday. Pada saat itu, terjadi kerusuhan di Philadelphia,  sehari usai perayaan Thanksgiving. Setelah sebuah pertandingan banyak pengunjung yang belanja di toko-toko Philadelphia. Kejadian itu dibarengi dengan aksi dari para pengutil yang merampok barang dagangan ditengah keramaian tersebut.


Namun, karena petugas menjaga keamanan pada saat itu sedang bekerja ekstra dalam menangani padatnya lalu lintas. Sehingga mereka kewalahan untuk mengamankan kondisi yang makin tak kondusif.

Peristiwa kelam sehari usai  libur Thanksgiving tersebut pun membuat Black Friday mempunyai konotasi negatif. 

Untuk menghilangkan konotasi negatif tersebut, pada tahun 1961, pedagang di Philadelphia telah mencoba untuk mengubah istilah Black Friday jadi Big Friday. Namun, upaya tersebut tidak berhasil.

Sampai akhirnya pada tahun 1980-an, para pedagang menemukan cara menghilangkan konotasi negatif pada perayaan Black Friday menjadi lebih positif. Adapun caranya dengan  memanfaatkan konsep keuntungan 'merah ke hitam' serta adanya diskon besar-besaran.

Cara itu rupanya berhasil. Hingga saat ini, istilah Black Friday pun lebih dikenal dengan hari belanja dan diskon besar-besaran usai Thanksgiving dan jelang perayaan hari raya Natal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Belanda Nyaris Kalah Lawan Ekuador, Qatar Tersingkir dari Piala Dunia

Belanda Nyaris Kalah Lawan Ekuador, Qatar Tersingkir dari Piala Dunia

| Sabtu, 26 November 2022 | 06:32 WIB

Cerita Qatar, Tuan Rumah Piala Dunia yang Hanya Jadi Penggembira

Cerita Qatar, Tuan Rumah Piala Dunia yang Hanya Jadi Penggembira

| Sabtu, 26 November 2022 | 06:19 WIB

Makin Sengit, Kubu Ferdy Sambo dan Kabareskrim Saling Serang Soal Dugaan Aliran Dana Tambang Ilegal

Makin Sengit, Kubu Ferdy Sambo dan Kabareskrim Saling Serang Soal Dugaan Aliran Dana Tambang Ilegal

| Sabtu, 26 November 2022 | 05:44 WIB

Terkini

Serunai Maut I: Kisah Kematian Massal yang Mengerikan

Serunai Maut I: Kisah Kematian Massal yang Mengerikan

Your Say | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:24 WIB

Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19

Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:23 WIB

Chelsea Was-was, Marc Cucurella Diminati Barcelona hingga Real Madrid

Chelsea Was-was, Marc Cucurella Diminati Barcelona hingga Real Madrid

Bola | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:22 WIB

Komplotan Maling Durian Diarak Warga Sambil Bawa Barang Curian, Videonya Viral

Komplotan Maling Durian Diarak Warga Sambil Bawa Barang Curian, Videonya Viral

Entertainment | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:21 WIB

221 Rumah di Sidrap Rusak Dihantam Longsor

221 Rumah di Sidrap Rusak Dihantam Longsor

Sulsel | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:21 WIB

Pemilik Mobil Bensin Ramai-Ramai Pindah ke Kendaraan Listrik Saat Harga BBM Kian Mahal

Pemilik Mobil Bensin Ramai-Ramai Pindah ke Kendaraan Listrik Saat Harga BBM Kian Mahal

Otomotif | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:20 WIB

Adaptasi Webtoon Tomb Raider King Tayang Perdana 8 Juli 2026

Adaptasi Webtoon Tomb Raider King Tayang Perdana 8 Juli 2026

Your Say | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:19 WIB

Desa Energi Berdikari Keliki, Wujudkan Ketahanan Pangan Berbasis Energi Bersih

Desa Energi Berdikari Keliki, Wujudkan Ketahanan Pangan Berbasis Energi Bersih

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:18 WIB

Bruno Fernandes Buka-Bukaan Soal Minim Trofi di MU dan Harapan Baru Bersama Carrick

Bruno Fernandes Buka-Bukaan Soal Minim Trofi di MU dan Harapan Baru Bersama Carrick

Bola | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:17 WIB

Pinjaman hingga Rp200 Juta dari Bank Sumsel Babel, Bisa Diajukan ASN hingga Pelaku Usaha

Pinjaman hingga Rp200 Juta dari Bank Sumsel Babel, Bisa Diajukan ASN hingga Pelaku Usaha

Sumsel | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:15 WIB