PURWOKERTO.SUARA.COM - Ratusan siswa SMP N 5 Purwokerto menggelar salat gaib dan doa bersama untuk korban gempat Cianjur, Jawa Barat, Jumat (25/11/2022) pagi. Sekolah menggelar salat gaib dan doa bersama sebagai bentuk keprihatinana sekaligus solidaritas untuk saudara sebangsa yang tertimpa musibah.
Para siswa pagi itu tak langsung masuk ke ruang kelas. Mereka berkumpul di lapangan sekolah. Satu per satu mereka yang putri mengenakan mukena. Berbaris dalam saf-saf di lapangan.
Arya Danu Wicaksana, siswa kelas 8 mengungkapkan keprihatinannya dan kesedihannya mendengar kabar gempa besar yang menimpa wilayah Cianjur beberapa waktu lalu.
"Kami melaksanakan salat ghaib ini untuk mendoakan secara tulus. Semoga korban yang meninggal dapat diterima pahalanya. Serta yang belum ditemukan dan masih tertimbun bisa segera ditemukan," katanya saat ditemui seusai salat gaib, Jumat (25/11/2022).
Tak hanya selesai sampai disitu, seusai pelaksanaan salat ghaib, para siswa pun menyisihkan uang sakunya untuk donasi membantu para korban yang selamat.
"Kami membantu dengan doa dan donasi. Semoga bisa bermanfaat untuk saudara-saudara kami di Cianjur," terangnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah SMPN 5 Purwokerto, Durotun Nasikhin mengungkapkan aksi peduli ini dilakukan oleh semua warga sekolah, mulai dari siswa, guru, serta perangkat lainnya.
"Ini adalah wujud empati kami, semoga sedikit dari kami dapat membantu mereka yang sedang terkena musibah," jelasnya.
Ada sedikitnya 800 siswa dari kelas 7 hingga 9 yang mengikuti doa bersama tersebut. Mereka semua mendoakan agar para korban diberi kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi keaadaan saat ini.
Baca Juga: Catat! Jadwal One way Puncak Bogor Tetap Berlaku, Wisatawan Diminta Waspada
"Sebelum penggalangan donasi, kami melakukan salat ghaib. Mendoakan agar korban yang meninggal diberi tempat yang terbaik di sisi Allah," ujarnya.
Donasi yang terkumpul, tidak langsung diberikan kepada korban terdampak mengingat jarak dan waktu tempuh. Nantinya akan terlebih dahulu disalurkan melalui Palang Merah Indonesia (PMI). (Anang Firmansyah)