PURWOKERTOKITA.COM, PURBALINGGA - Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Kramat, Kecamatan Karangmoncol, Kabupaten Pubalingga meresmikan Desa Wisata Konservasi Sigotak, Sabtu 3 Desember 2022. Grand Launching berlangsung dari Sabtu hingga Minggu 4 Desember 2022.
Sesuai namanya, Desa Wisata Konservasi menyuguhkan kelestarian alam yang dijaga masyarakat desa setempat. Buah dari upaya konservasi itu berupa kelestarian satwa dan hutan sehingga bisa dinikmati pengunjung.
Dalam upaya konservasi, Desa Kramat mengeluarkan Peraturan Desa yang melarang perburuan liar dan juga pembabatan hutan. Selain itu juga ada ranger penjaga hutan yang terlatih yang menjaga hutan dan isinya dari tindakan perusakkan.
"Paket wisatanya ada tracking ke spot menarik seperti curug dan situs sejarah, pengamatan satwa, dan camping," kata Muhammad Faiz, salah satu ranger Sigotak yang dikonfirmasi melalui telepon, Sabtu 3 Desember 2022.
Faiz menjelaskan, hutan Desa Kramat masih lestari. Sejumlah satwa dilindungi seperti owa jawa, elang jawa, lutung jawa, macan kumbang hingga macan tutul masih ada di dalam hutan. Semua tak lepas dari upaya pelestarian warga dan para ranger Sigotak.
Paket wisata lain ada di desa. Pengunjung bisa menikmati kekayaan tradisi Desa Kramat seperti kopi luwak liar, gula kelapa, pandai besi, hingga kesenian tradisional rebana atau warga setempat menyebutnya genjringan.
Kepala Bidang Pariwisata Dinporapar Purbalingga, Gunarto, mengatakan, Pemerintah Kabupaten Purbalingga mendukung berdirinya Desa Wisata berbasis konservasi alam Sogotak di Desa Kramat. Dukungan antara lain berupa dukungan untuk penguatan kapasitas para pengelola wisatanya.
"Misalnya pelatihan untuk Pokdarwis-nya, pelatihan rescue air karena ada wisata airnya," katanya yang dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu 3 Desember 2022.
Wisata konservasi ini tidak muncul tiba-tiba. Sigotak muncul dari aktivitas konservasi para pecinta alam. Aktivitas konservasi ini kemudian dikembangkan menjadi wisata untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat desa setempat.
Baca Juga: Ngaku Cinta Berat, Syarifah Blak-Blakan Ingin Jadi Istri Ferdy Sambo: I Love You Pak
"Jadi aktivitas konservasi lingkungan tetap berjalan plus ada nilai ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat desanya," ujar dia.