Pahami Apa itu TMC? Teknologi Hadapi Cuaca Ekstrem

Purwokerto | Suara.com

Rabu, 28 Desember 2022 | 21:09 WIB
Pahami Apa itu TMC? Teknologi Hadapi Cuaca Ekstrem
Potensi Cuaca Ekstrem (suara.com)

PURWOKERTO.SUARA.COM- Saat ini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tengah bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk menerapkan teknologi modifikasi cuaca atau TMC.

TMC ditujukan untuk menghadapi cuaca ekstrem yang diprediksi akan terjadi sepanjang tahun baru 2023 di sebagian besar wilayah Indonesia. Namun, tahukan kalian apa itu TMC dan bagaimana cara kerja teknologi ini dalam menghadapi fenomena ekstrem?

Mengutip situs Kemenkeu, Rabu 28 Desember 2022,  teknologi modifikasi cuaca adalah salah satu bentuk upaya manusia untuk memodifikasi cuaca dengan tujuan tertentu agar mendapatkan kondisi cuaca seperti yang diinginkan.

Tujuan modifikasi cuaca umumnya untuk meningkatkan intensitas curah hujan di suatu tempat (rain enhancement) atau dapat juga digunakan untuk kondisi sebaliknya, yakni mengurangi curah hujan (rain reduction).

Dalam konteks pemanasan global yang mengakibatkan terjadinya perubahan iklim, TMC menjadi salah satu solusi yang bisa diandalkan dalam mengurangi kerugian yang dapat ditimbulkan oleh bencana yang disebabkan oleh faktor iklim dan cuaca.

Melansir situs Puspiten BRIN, upaya yang dilakukan menggunakan pendekatan dua metode, yaitu metode mekanisme persaingan (competition mechanism) dan metode mekanisme proses lompatan (jumping process mechanism).

Jumping process mechanism bertujuan untuk mempercepat proses hujan agar segera terjadi sebelum memasuki ke sebuah wilayah, contoh DKI Jakarta.

Selanjutnya, dibantu dengan radar awan-awan yang terpantau banyak membawa uap air dari laut dan berkerak menuju wilayah DKI Jakarta serta berpotensi menimbulkan hujan  terlebih dahulu dicegat jauh-jauh dari wilayah target.

Caranya dengan menggunakan pesawat, awan-awan tersebut disemai jauh di luar wilayah DKI Jakarta (di wilayah perairan Laut Jawa) dengan harapan mampu mengurangi suplai massa udara basah. 

Dengan adanya tindakan tersebut diharapkan dapat mengurangi peluang kejadian hujan di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.

Metode lainnya yaitu competition mechanism diterapkan untuk aktivitas penyemaian awan yang dilakukan di darat dengan system Ground Based Generator. Ini terpasang sebanyak 25 unit di sekitar wilayah yang dituju, dari hulu hingga hilir.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Waspada! Cuaca Ekstrem Terjadi di Akhir 2022

Waspada! Cuaca Ekstrem Terjadi di Akhir 2022

| Rabu, 28 Desember 2022 | 15:17 WIB

Waspada Cuaca Ekstrem, Ini Wilayah Indonesia Berpotensi Banjir Rob Menjelang Tahun Baru

Waspada Cuaca Ekstrem, Ini Wilayah Indonesia Berpotensi Banjir Rob Menjelang Tahun Baru

| Rabu, 28 Desember 2022 | 08:47 WIB

Prediksi Cuaca BMKG Saat Malam Tahun Baru 2023, Beberapa Wilayah Akan Hujan

Prediksi Cuaca BMKG Saat Malam Tahun Baru 2023, Beberapa Wilayah Akan Hujan

| Minggu, 25 Desember 2022 | 15:29 WIB

Terkini

Bayar atau Babak Belur: Mengapa Premanisme Tanah Abang Tak Pernah Benar-Benar Hilang?

Bayar atau Babak Belur: Mengapa Premanisme Tanah Abang Tak Pernah Benar-Benar Hilang?

News | Rabu, 15 April 2026 | 07:00 WIB

Shindy Samuel Bongkar Perlakuan Rendy Selama Nikah, Pernah Diludahi hingga Nafkah Rp20 Ribu Sehari

Shindy Samuel Bongkar Perlakuan Rendy Selama Nikah, Pernah Diludahi hingga Nafkah Rp20 Ribu Sehari

Entertainment | Rabu, 15 April 2026 | 07:00 WIB

Cha Seung Won dan Kim Do Hoon Siap Bintangi Retired Agent + Management Team

Cha Seung Won dan Kim Do Hoon Siap Bintangi Retired Agent + Management Team

Your Say | Rabu, 15 April 2026 | 07:00 WIB

Tampil di Rumah Sendiri, Putri KW Targetkan Podium pada Ajang Indonesia Open 2026

Tampil di Rumah Sendiri, Putri KW Targetkan Podium pada Ajang Indonesia Open 2026

Sport | Rabu, 15 April 2026 | 06:55 WIB

Izin ke Amerika Serikat, Negara Tetangga Ingin Beli Lebih Banyak Minyak dari Rusia

Izin ke Amerika Serikat, Negara Tetangga Ingin Beli Lebih Banyak Minyak dari Rusia

News | Rabu, 15 April 2026 | 06:50 WIB

Terpopuler: Fakta Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UI, Rekrutmen KAI Group Dibuka

Terpopuler: Fakta Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UI, Rekrutmen KAI Group Dibuka

Lifestyle | Rabu, 15 April 2026 | 06:50 WIB

Terpopuler: Bocoran Harga HP Gaming Redmi K90 Max, 5 HP Vivo Kamera Bagus dan RAM Besar

Terpopuler: Bocoran Harga HP Gaming Redmi K90 Max, 5 HP Vivo Kamera Bagus dan RAM Besar

Tekno | Rabu, 15 April 2026 | 06:50 WIB

AS dan Iran Dikabarkan Akan Kembali ke Meja Perundingan di Pakistan Akhir Pekan Ini

AS dan Iran Dikabarkan Akan Kembali ke Meja Perundingan di Pakistan Akhir Pekan Ini

News | Rabu, 15 April 2026 | 06:47 WIB

Untuk Pertama Kalinya, Lebanon dan Israel Bahas Gencatan Senjata Langsung di Washington

Untuk Pertama Kalinya, Lebanon dan Israel Bahas Gencatan Senjata Langsung di Washington

News | Rabu, 15 April 2026 | 06:42 WIB

Ramalan Zodiak 15 April 2026, Ini 4 Zodiak Paling Beruntung dan Panen Peluang Emas

Ramalan Zodiak 15 April 2026, Ini 4 Zodiak Paling Beruntung dan Panen Peluang Emas

Lifestyle | Rabu, 15 April 2026 | 06:40 WIB