PURWOKERTO.SUARA.COM – Aktivitas vulkanik Gunung Ijen kembali terasa setelah sehari sebelumnya gunung yang berada di tapal batas Bondowoso dan Banyuwangi itu memunculkan asap setinggi 200 meter.
Suparjan, Kepala Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Ijen membenarkan aktivitas vulkanik Gunung Ijen mengalami peningkatan hingga suhu kawah meningkat.
“Kami terus pantau perkembangannya untuk TWA Ijen ini,” katanya.
Menurut Suparjan peningkatan aktivitas tersebut disampaikan juga oleh Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, melalui rilis resminya.
Hal itu sesuai surat bernomor : 1.E/GL.03/BGV/2023 tertanggal 6 Januari 2023 lalu yang membenarkan ada peningkatan aktivitas vulkanik pada gunung setinggi 2.145 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu.
“Jadi kami selalu membantu Ijen untuk dilaporkan ke pimpinan,” ujarnya.
Suparjan mengatakan perkembangan terakhir di Gunung Ijen peningkatan suhu air danau kawah dari 16oC pada bulan Desember 2022 menjadi 45.6oC baru-baru ini.
Berdasarkan hasil pemantauan secara visual dan instrumental dari PPGA Ijen yang berada di Desa Tamansari, Kecamatan Licin menunjukkan terjadinya pemanasan pada air danau kawah.
Bahkan gempa vulkanik terjadi di gunung yang berada di perbatasan Banyuwangi dan Bondowoso, itu sejak 1 Januari 2023. Kegempaan masih didominasi oleh gempa permukaan.
Baca Juga: Kades se-Banyuwangi Bakal Turun Jalan Menyampaikan Aspirasi ke Jakarta, Ada Apa ?
“Meski mengalami peningkatan aktivitas vulkanik, namun status Gunung Api Ijen masih tetap berada di level I normal,” jelasnya
Pada surat resmi PVMBG, Badan Geologi merekomendasikan agar masyarakat atau wisatawan untuk tidak mendekati bibir kawah maupun turun dan mendekati dasar kawah Gunung Ijen.***