PURWOKERTO.SUARA.COM, BLITAR-Kejadian ledakan bahan petasan kembali merenggut korban jiwa. Ledakan dahsyat kembali terjadi dari rumah seorang pembuat petasan di Dusun Tegalrejo Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar.
Empat warga dinyatakan meninggal akibat insiden ini.
Menurut pengakuan Budiono, warga setempat, dua putera Darman, pemilik rumah, biasa berjualan petasan saat Ramadan dan Idul Fitri.
Dari informasi yang diterimanya, ada banyak bahan pembuat petasan di rumah itu.
Ia mengungkap, saat kejadian, terjadi kilatan yang cukup dahsyat. Kondisi lingkungan berkabut karena asap bahan peledak, sesaat setelah terjadi ledakan.
Bau bubuk mesiu juga menyengat di lingkungan tersebut.
"Baunya seperti belerang dan berkabut akibat bahan peledak," katanya, dikutip dari suarajatim.id
Kapolres Blitar Kota AKBP Argo Wiyono menyebut jumlah bahan ledakan lokasi kejadian Dusun Tegalrejo Desa Karangbendo Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar cukup banyak.
"Jumlahnya bahan ledakan cukup banyak, tapi belum bisa dipastikan berapa banyak jumlahnya," kata Argo.
Baca Juga: Kronologi Kecelakaan Helikopter Rombongan Kapolda Jambi, Berikut Daftar Nama Awak dan Penumpang
Ia memastikan ledakan tersebut berasal dari bahan petasan yang disimpan di rumah Darman. Akibat kejadian itu, 4 orang meninggal dunia dan belasan orang mengalami luka.
Kesaksian Warga
Rumah Sri Utami berasa di seberang rumah Sudarman yang menjadi sumber ledakan. Minggu sekitar pukul 22.00 WIB, Sri Utami yang asyik nonton televisi bersama anak dan cucunya tba-tiba mendengar suara gemuruh.
Ia melihat kilatan cahaya di udara. Ledakan terdengar keras. Atap rumahnya berantakan.
"Langit tiba-tiba ada kilatan. Lalu suara blaarr keras sekali. Saya gak berani langsung keluar rumah. Genting dan atap rumah saya pada berjatuhan baru saya ajak anak cucu lari keluar rumah," ujarnya.
Sri melihat asap mengepul tinggi dari rumah Sudarman. Bau tak sedap menyengat hidung.