PURWOKERTO.SUARA.COM - Kasus dugaan penganiayaan viral di media sosial. Pasalnya pelaku diketahui anak pejabat kantor wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Selatan. Sementara korban merupakan anak pengurus GP Ansor Pusat.
Penganiayaan bermula ketika korban bernama David, tengah berada di rumah temannya di Pesanggrahan Jakarta Selatan, Senin 20 Februari 2023. Ia mendapat pesan dari mantan pacarnya yang minta bertemu dengan alasan mengembalikan kartu pelajar.
David kemudian membagikan lokasinya melalui aplikasi perpesanan. Beberapa saat kemudian, mantan pacarnya mengabari sudah sampai di depan.
David pun keluar. Di luar terparkir mobil Jeep Rubicon warna hitam. Di dalam mobil ada empat orang.
Mereka pun keluar dari mobil dan mengajak David ke sebuah gang untuk bicara. Namun, di gang itu David justru dianiaya oleh dua orang dalam mobil Jeep Rubicon itu hingga babak belur.
Kini David dirawat di rumah sakit. Sementara terduga pelaku bernama Mario Dandy Satriyo ditahan di Polsek Pesanggrahan.
"Tersangka MDS telah ditahan," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol AdeAry Syam Indradi dikutip sari Instagram liputan6.com.
Terduga Pelaku Hobi Pamer Kekayaan
Mario Dandy Satriyo dikenal gemar memamerkan barang mewah di media sosial. Sebut saja mobil Jeep Rubicon berharga ratusan juta rupiah. Ia kerap nampang di media sosial bersama mobil impor asal Amerika itu.
Baca Juga: Minta Dihargai, Ria Ricis Malah Banjir Ceramah dari Netizen
Ada juga sepeda motor Harley Davidson. Ia sempat mengunggah momen mengendarai Harley Davidson di jalanan.
Kegemarannya memamerkan kekayaan lantas menjadi sorotan warganet alias netizen. Terutama bagaimana pejabat negara membeli barang mewah untuk anaknya.
"Oh ternyata ini alasannya gaji pegawai pajak dinaikkan, ternyata buat ini," ujar seorang warganet menanggapi unggahan ketika terduga pelaku kebut-kebutan pakai Harley di akun Instagram @undercover.id.
"Rakyat yang bayar pajak, dia yang pamer," ujar warganet lainnya.
"Itu ada duit gua, elu dan yang lainnya yang taat bayar pajak kan," tulis warganet lain.***