Pakar dari Unsoed Ingatkan Dampak El Nino : Satu Diantaranya ke Sektor Pertanian

Purwokerto

Rabu, 15 Maret 2023 | 22:43 WIB
Pakar dari Unsoed Ingatkan Dampak El Nino : Satu Diantaranya ke Sektor Pertanian
Pakar pertanian dari Unsoed Purwokerto Prof Totok Agung Dwi Haryanto. ((Foto. Antara))

PURWOKERTO.SUARA.COM – Sektor pertanian khususnya tanaman pangan harus mewaspadai sejak dini potensi cuaca buruk yang bisa berdampak pada tanaman.

Hal itu disebutkan Pakar pertanian dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Prof. Totok Agung Dwi Haryanto yang mengingatkan dampak fenomena El Nino terhadap tanaman.

El Nino dan La Nina merupakan dua fenomena iklim yang biasa terjadi secara periodik, sehingga mestinya pihak-pihak yang berkepentingan sudah bisa melakukan antisipasi.

“Nah prediksi serta bisa mengambil langkah-langkah yang harus dilakukan," kata Totok di kutip Antara, Rabu, 15 Maret 2023.

Menurutnya fenomena El Nino adalah kondisi musim kemarau menjadi lebih panjang dan sebaliknya, La Nina mengakibatkan musim hujan seakan menjadi lebih lama karena hujan tetap turun meskipun sedang kemarau.

Terkait dengan langkah yang harus dilakukan dalam menghadapi ancaman El Nino yang diprediksi terjadi pada musim kemarau tahun 2023, dia mengatakan hal itu di antaranya mempersiapkan sumur-sumur pantek di wilayah-wilayah yang akan mengalami dampak pemanjangan musim kering.

"Kemudian yang kedua untuk jangka panjang mestinya membangun embung untuk menampung air hujan mumpung masih musim hujan," jelasnya.

Selain itu, kata dia, menyiapkan jenis-jenis tanaman pangan yang lebih adaptif terhadap kekeringan, yakni mengganti jenis-jenis varietas tanaman yang biasa ditanam dengan varietas-varietas yang tahan terhadap kondisi kering.

Totok menyebut, kegiatan perawatan saluran irigasi yang biasa dilakukan setiap musim kemarau juga perlu dilaksanakan sedini mungkin agar ketika debit airnya sudah mulai menyusut masih bisa mengalir dengan baik ke saluran sekunder maupun tersier hingga area persawahan.

baca juga

"Saluran irigasi memang harus dirawat. Namun dalam menghadapi ancaman kemarau panjang ini, perawatannya harus dilakukan lebih awal," tegas Guru Besar Fakultas Pertanian Unsoed itu.

Hal itu dilakukan agar ketika debit airnya mulai menyusut masih bisa mengalir dengan baik, tidak hilang di tengah jalan karena saluran irigasi rusak

Totok mengingatkan para pemangku kepentingan juga perlu mencoba teknologi hujan buatan yang lebih tepat sasaran, sehingga diharapkan bisa turun di wilayah-wilayah yang diprediksi akan terjadi kekeringan.

Sementara bagi petani yang sudah selesai panen padi untuk musim tanam Oktober-Maret, kata dia, diimbau untuk mempercepat masa tanam musim berikutnya agar terhindar dari kekeringan.

Ia menambahkan percepatan masa tanam itu dilakukan melalui penyiapan pembibitan pada waktu yang berhimpitan dengan masa panen.

Sehingga ketika masa panen selesai, lanjut dia, lahan sawahnya langsung diolah dan bisa segera ditanami kembali.

"Atau kemudian menggunakan teknologi 'Superbodi' yang sudah saya perkenalkan untuk budi daya tanaman kacang-kacangan di wilayah-wilayah yang rawan kekeringan dan tidak bisa mendapatkan pasokan air. 'Superbodi' merupakan akronim dari masukkan benih ke pertengahan bonggol padi," katanya.

Sebab teknologi "Superbodi" dapat digunakan untuk menanam kacang hijau, kedelai, dan sebagainya di lahan sawah dengan membuat lubang tanam di tengah bonggol tanaman padi yang telah dipanen.

Nantinya tinggi bonggol tanaman padi yang digunakan untuk menanam tanaman kacang-kacangan itu sekitar 1,5 centimeter.

"Walaupun kemarau panjang, kelembaban yang ada di sekitar bonggol padi termasuk sisa tanaman padi beserta akarnya masih mampu menyuplai kelembapan dan ketersediaan air bagi tanaman kacang-kacangan sampai saatnya panen," jelasnya.

Ia mengatakan hal itu disebabkan usia tanaman kacang hijau pendek atau sekitar 2 bulan serta kedelai dan kacang tanah usianya hampir 3 bulan, sehingga bisa dipanen sebelum kekeringan.

Akan tetapi jika kacang-kacangan tersebut ditanam di tanah, kata dia, tanahnya akan retak ketika kekeringan yang mengakibatkan akar tanamannya patah, sehingga tanaman menjadi layu

"Jika kacang-kacangan ditanam di bonggol padi sisa panen, tanaman itu akan mampu tumbuh dan berkembang hingga masa panen walaupun kemarau," tegas Totok.

Khusus untuk tanaman kedelai, kata dia, petani bisa memilih varietas lokal yang bagus karena banyak pilihannya atau menanam kedelai yang berumur pendek.***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pringatan Hari Kehakiman Nasional 1 Maret, Begini Pesan Pakar Hukum Unsoed

Pringatan Hari Kehakiman Nasional 1 Maret, Begini Pesan Pakar Hukum Unsoed

Purwokerto | Selasa, 28 Februari 2023 | 22:01 WIB

Respon Unsoed Mahasiswanya Meninggal saat Mendaki Gunung Slamet

Respon Unsoed Mahasiswanya Meninggal saat Mendaki Gunung Slamet

Purwokerto | Senin, 27 Februari 2023 | 21:09 WIB

Wow, Banyak Negara Belajar Kelola Sampah dari  Banyumas Gegara Sukses Kelola TPA

Wow, Banyak Negara Belajar Kelola Sampah dari Banyumas Gegara Sukses Kelola TPA

Purwokerto | Rabu, 15 Februari 2023 | 16:54 WIB

Setelah Dibangun di Purbalingga, Kini Pemkab Banyumas Juga Hibahkan Tanah untuk Pembangunan UIN Saizu Purwokerto

Setelah Dibangun di Purbalingga, Kini Pemkab Banyumas Juga Hibahkan Tanah untuk Pembangunan UIN Saizu Purwokerto

Purwokerto | Kamis, 09 Februari 2023 | 13:42 WIB

Terkini

Terpopuler: Cushion Anti Luntur saat Berkeringat, Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026

Terpopuler: Cushion Anti Luntur saat Berkeringat, Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026

Lifestyle | Senin, 22 Juni 2026 | 06:35 WIB

Pesta Ulang Tahun Jakarta: Untuk Siapa Gemerlap Itu Bersinar?

Pesta Ulang Tahun Jakarta: Untuk Siapa Gemerlap Itu Bersinar?

News | Senin, 22 Juni 2026 | 06:30 WIB

Panas! Conceicao Tegaskan Pemain Portugal Tak Wajib Layani Cristiano Ronaldo

Panas! Conceicao Tegaskan Pemain Portugal Tak Wajib Layani Cristiano Ronaldo

Bola | Senin, 22 Juni 2026 | 06:00 WIB

Sindiran Pedas Presiden Brasil: Neymar Satu-satunya Pemain WFH di Piala Dunia 2026

Sindiran Pedas Presiden Brasil: Neymar Satu-satunya Pemain WFH di Piala Dunia 2026

Bola | Senin, 22 Juni 2026 | 05:00 WIB

Real Madrid Didesak Salip Arsenal Rekrut Rekan Calvin Verdonk Berbandrol Rp1 Triliun

Real Madrid Didesak Salip Arsenal Rekrut Rekan Calvin Verdonk Berbandrol Rp1 Triliun

Bola | Senin, 22 Juni 2026 | 04:37 WIB

Penain Ini Disebut Bisa Jadi Biang Kerok Kegagalan Inggris di Piala Dunia 2025

Penain Ini Disebut Bisa Jadi Biang Kerok Kegagalan Inggris di Piala Dunia 2025

Bola | Senin, 22 Juni 2026 | 04:31 WIB

Hasil Piala Dunia 2026: Aksi Heroik Kiper Iran Alireza Beiranvand Bikin Belgia Gigit Jari

Hasil Piala Dunia 2026: Aksi Heroik Kiper Iran Alireza Beiranvand Bikin Belgia Gigit Jari

Bola | Senin, 22 Juni 2026 | 04:13 WIB

Ditipu Calo? Impian Nonton Piala Dunia 2026 Kakek 89 Tahun Pupus, Tiket Rp90 Juta Tak Kunjung Datang

Ditipu Calo? Impian Nonton Piala Dunia 2026 Kakek 89 Tahun Pupus, Tiket Rp90 Juta Tak Kunjung Datang

Bola | Senin, 22 Juni 2026 | 04:00 WIB

Eks Walkot Bikin Heboh! Pakai Busana Terbuka Saat Rayakan Kemenangan Meksiko

Eks Walkot Bikin Heboh! Pakai Busana Terbuka Saat Rayakan Kemenangan Meksiko

Bola | Senin, 22 Juni 2026 | 03:54 WIB

Senator Republik Prediksi Donald Trump Bakal Ambil Paksa Selat Hormuz

Senator Republik Prediksi Donald Trump Bakal Ambil Paksa Selat Hormuz

News | Senin, 22 Juni 2026 | 03:44 WIB